Jakarta-Fusilatnews.– Hari ini, akhirnya sidang yang melelahkan atas kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, akan sampai pada tahap pembacaan keputusan/penetapan Hakim kepada seluruh terdakwa. Sidang kasus pembunuhan ini, menjadi istimewa dan menjadi sorotan banyak pihak, terutama para pemerhati hukum, karena pelaku/dadernya justru seorang Irjen Pol, yang tugasnya antara lain penegakan hukum pada internal Kepolisian RI.
Selain banyak menuai kontroversi atas tuntutan JPU kepada para terdakwa, yang dirasakan tidak memenuhi unsur keadilan, sehingga lahirlah sejumlah dukungan kepada justice collaborator Bharada Eliezer.
Sinyalemen ketidak adilan itu, mulai terasa ketika JPU menyampaikan tuntutannya kepada sejumlah terdakwa, dalam perkara yang terkait dengan pembunuhan Brigadir Josua. Terdakwa Sambo, hanya dituntut hukuman seumur hidup, sementara Bharada E, yang kemudian menjadi justice collaborator, malah dituntut hukuman 12 tahun penjara.
Ratusan guru besar, dosen universitas terkemuka di Tanah Air yang tergabung dalam Aliansi Akademisi Indonesia menyatakan diri sebagai sahabat atau amicus curiae untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.
Yang menarik dari perisitiwa sidang Sambo tersebut adalah, antisipasi Kepolisian Metro Jaya, dalam pengamanan pembacaan vonis tersebut. Siapa sebenarnya yang menjadi target pengamanan, sehingga terasa seperti yang mencekam?
Untuk menyaksikan sidang ini secara langsung, orang tua dari Brigadir Yosua pun berangkat ke Jakarta. Ayah dan ibu Yosua, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak berangkat melalui Bandara Sultan Thaha Jambi pada Sabtu Minggu (12/1) pagi.
Sidang vonis yang menjadi perhatian publik ini pun akan dijaga ketat oleh kepolisian. Bahkan, Tim Gegana sudah diturunkan untuk menyisir PN Jaksel yang akan menjadi tempat persidangan Sambo.
“Ya pengamanannya pasti diperketat. Gegana pasti (disiapkan). Kalau pengamanan itu biasanya pagi-pagi banget itu udah Gegana masih nyisir dulu, dari Gegana Brimob dulu,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi Minggu (12/2/2023).
Nurma mengatakn sekitar 200 personel disiapkan untuk melakukan pengamanan. Namun untuk jumlah pastinya, masih menunggu surat perintah tugas (sprint) yang akan dibuat nanti malam. “Kalau jumlah personel disiapkan 200 (personel), 200 itu biasanya begitu. Tapi kan sprint-nya masih dibuat nanti malam. Untuk personel jelasnya itu belum keliatan,” sebutnya.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Ady Ary Syam Indradi akan memimpin langsung proses pengamanan sidang pembacaan putusan kasus dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Senin (13/2) besok.
“Besok secara langsung di lapangan akan dipimpin Kapolres Metro Jakarta Selatan untuk melakukan Tactical Wall Game dan gelar pasukan. Supaya siapa berbuat apa dan akan bertanggung jawab kepada siapa ini tentu menjadi dasar dalam proses SOP pengamanan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Kantornya, Jakarta, Minggu (12/2).
Pihak kepolisian bakal mempertebal keamanan saat sidang pembacaan vonis tersebut.
“Dalam proses pengamanan besok tepatnya tanggal 13 Februari 2023 dan selanjutnya akan dilakukan pengamanan, tentunya mendasari pada sarana objek sesuai analisis hakikat oleh Polda Metro Jaya khususnya Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Trunoyudo.
Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Djuyamto mengonfirmasi pelaksanaan sidang vonis Sambo Cs akan disertai dengan penebalan keamanan. Dia berujar hal itu wewenang sepenuhnya jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.
“Tentu persiapan yang sudah kami lakukan berkoordinasi dengan pihak Polres Jakarta Selatan seperti pemangku keamanan di wilayah hukum PN Jakarta Selatan, termasuk juga dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Djuyamto.


























