• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pengingkaran Elite di Balik Kenaikan Harga BBM

fusilat by fusilat
September 28, 2022
in Feature
0
Pengingkaran Elite di Balik Kenaikan Harga BBM

Demontrasi manasiswa menentang kenaikan harga BBM (detik.com).

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Fahrudin Alawi

JAKARTA – Memori kolektif yang selalu hadir kembali di ingatan masyarakat Indonesia setiap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah tangisan Puan Maharani. Momen epik tangisan Puan itu terjadi pada 2013 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM. Saat itu, PDI Perjuangan tempat Puan bernaung menjadi oposisi selama 10 tahun pemerintahan SBY.

Kini, musim berubah, angin berganti. PDI Perjuangan menjadi partai pemenang pemilu dalam satu dekade terakhir dan mengantarkan Jokowi sebagai salah satu kader terbaiknya menduduki singgasana kepresidenan dua periode berturut-turut. Sementara Puan mengunci posisi Ketua DPR.

Penguasa boleh berganti, tetapi kebijakan rupanya masih tetap itu-itu saja. Harga BBM kembali dinaikkan. Tetapi ada satu yang berubah, yakni Puan tidak lagi menangis. Alih-alih kembali menangis karena merasa senasib sepenanggungan dengan rakyat yang makin terhimpit hidupnya akibat kenaikan harga BBM, Puan justru sedang bahagia. Puan bersama elite DPR lainnya “berpesta” merayakan ulang tahun sang ketua di gedung parlemen. Persis ketika pada saat bersamaan, buruh dan mahasiswa berdemonstrasi memprotes kenaikan harga BBM tidak jauh dari gedung wakil rakyat yang terhormat. Sebuah pemandangan yang paradoks dan ironis.

Momen kenaikan harga BMM ini bukan semata tentang tangis Puan yang hilang. Tangisan Puan atas kenaikan BBM di masa lalu yang kontras dengan responsnya hari ini merepresentasikan kultur berpolitik kita secara umum di permukaan. Elite politik mendeklarasikan diri dekat bersama rakyat tergantung posisinya, apakah sedang memegang kekuasaan atau beroposisi. Selain itu, kebersamaan elite bersama rakyat juga tergantung momen politik apa yang sedang berlangsung.

Perekonomian rakyat baru mencoba merangkak bangkit kembali setelah dilanda badai pandemi. Kita semua tahu betapa porak porandanya tatanan perekonomian ketika dihantam pandemi Covid-19. Orang-orang kehilangan pekerjaan, PHK massal terjadi di mana-mana, banyak UMKM gulung tikar. Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga BBM kali ini terasa lebih berat dari biasanya. Pertanyaannya kemudian apakah situasi sulit kehidupan rakyat seperti ini tidak terbaca oleh pemerintah? Ke mana suara lantang para elite politik yang berlomba-lomba mengklaim diri berjuang membawa aspirasi rakyat?

Ditelan Isu Politik

Kita sudah di ambang memasuki tahun politik. Momen di mana persoalan urusan publik menyangkut persoalan kehidupan sehari-hari rakyat dikesampingkan, sementara urusan kepentingan politik para elite jadi prioritas utama. Para politisi sibuk dengan urusan kepentingan partai dan kelompok masing-masing. Ada yang sibuk konsolidasi merancang strategi menambah jumlah kursi parlemen. Ada pula yang sibuk mengurai perpecahan mencegah dualisme kepengurusan partai. Ada yang sibuk menjaring kandidat yang akan diusung jadi calon presiden. Bahkan ada yang saling jegal sesama rekan di partai untuk mendapatkan tiket bertarung di gelanggang pemilihan presiden.

Setiap hari media sebagai ruang publik mempertontonkan safari politik para elite melakukan penjajakan koalisi partai mengusut duet pasangan calon presiden dan wakil presiden. Saling sindir antarketua umum partai jadi bumbu penyedap. Sementara para kandidat bersama timnya memeras otak mendongkrak elektabilitasnya. Sebuah surplus transaksi politik yang dipertontonkan dengan penuh akrobatik seakan semua proses itu semua demi rakyat.

Kenaikan harga BBM bertepatan dengan musim penjajakan koalisi untuk kepentingan Pilpres 2024. Kenaikan BBM seharusnya menjadi panggung para kandidat menunjukkan kualitasnya. Tentu tidak sekadar berjanji tidak akan menaikkan BBM jika terpilih karena janji semacam ini sudah basi dan klise. Pengalaman mengajarkan kita soal janji-janji manis musim kampanye. Apa yang diucapkan tidak selalu selaras dengan apa yang dikerjakan. Terutama janji tidak menaikkan harga BBM.

Momentum kenaikan BBM mestinya jadi panggung gratis bagi para kandidat untuk mengeksplorasi gagasannya tentang persoalan klasik ini. Ini peluang emas bagi partai maupun individu yang sedang persiapkan diri bertarung di Pemilihan Presiden 2024. Namun, sayang seribu sayang, semua seakan bungkam tidak peduli. Entah takut menyinggung elite politik tertentu supaya tidak gagal dapat tiket partai. Atau, mungkin gap pengalaman merasakan persoalan hidup sehari-hari yang terlampau jauh antara rakyat dengan elite politik sehingga tidak punya empati terhadap efek domino kenaikan BBM.

Nama-nama yang dianggap punya peluang jadi calon presiden seperti Anis Baswedan, Prabowo, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan lain-lain irit bicara tentang bagaimana solusi menghindari kenaikan BBM. Partai politik pun setali tiga uang. Tidak ada gagasan radikal bagaimana solusi menghindari kenaikan harga BBM. Padahal, jika subsidi BBM terlalu membebani anggaran keuangan negara, menaikkan harganya bukan satu-satunya solusi.

Masih ada solusi lain seperti mengurangi atau menghapus tunjangan pensiun DPR yang tidak masuk akal, mengurangi anggaran perjalanan dinas yang tidak mendesak, memangkas lembaga pemerintahan yang tidak produktif, dan lain-lain. Begitu juga jika subsidi BBM dianggap belum tetap sasaran, maka tugas pemerintah memikirkan caranya supaya tepat sasaran. Bukankah para pejabat digaji tinggi menggunakan pajak rakyat untuk mencari solusi dari persoalan klasik dan akut seperti ini?

Pada akhirnya, rakyat harus membangun solidaritas kolektif memperjuangkan aspirasinya. Demonstrasi elemen buruh dan mahasiswa menolak kenaikan BBM kiranya tidak berlebihan jika melihat efek domino yang ditimbulkan dari kebijakan ini. Berharap pada lembaga atau pejabat negara untuk menyuarakan penderitaan rakyat bukan pilihan tepat untuk kondisi saat ini. Apalagi menjelang tahun politik.

Rakyat harus membangun mosi tidak percaya pada para politisi yang tidak konsisten berjalan di jalur perjuangan rakyat. Ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan oknum-oknum politisi menjadi catatan bagi rakyat sebelum memilih mereka. Baik itu di posisi eksekutif atau legislatif. Siapa yang tidak punya gagasan membantu rakyat keluar dari jerat kemiskinan memang tidak layak dipilih jadi pemimpin.

Muhammad Fahrudin Alawi, dosen FISIP Universitas Malikussaleh.

Dikutip dari detik.com, Selasa 27 September 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Viral Wajah Kesal Puan saat Bagi-bagi Kaus di Jabar, Ini Penjelasan PDIP

Next Post

Menunggu Drama Ferdy Sambo di Meja Hijau

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Gurita Sambo

Menunggu Drama Ferdy Sambo di Meja Hijau

Sangkal Demokrat Pro China dan Amerika, Ibas Ungkap Ini..

Sangkal Demokrat Pro China dan Amerika, Ibas Ungkap Ini..

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist