Jakarta, Fusilatnews (1/7/2025) – Kabar duka datang dari dunia musik dangdut Tanah Air. Penyanyi legendaris Hamdan ATT meninggal dunia pada Selasa siang, 1 Juli 2025, pukul 12.00 WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga, tepatnya anak dari mendiang, yang menyampaikan informasi kepada media.
Hamdan ATT tutup usia setelah bertahun-tahun berjuang melawan berbagai penyakit kronis yang dideritanya. Sejak 2017, pelantun lagu Termiskin di Dunia ini diketahui mengalami stroke, yang kemudian memicu komplikasi serius terhadap kesehatannya. Dalam beberapa tahun terakhir, ia kerap keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.
Kondisi kesehatannya semakin memburuk setelah ia didiagnosis menderita penyakit ginjal. Istrinya, Hasibah, sempat mengungkapkan bahwa Hamdan harus menjalani suntikan eritropoietin (EPO), hormon yang berfungsi merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang, guna memperbaiki kadar hemoglobinnya yang terus menurun akibat gangguan ginjal.
Di masa-masa terakhirnya, Hamdan ATT juga menjalani prosedur trakeostomi—operasi untuk memasang tabung pernapasan di lehernya—demi mempermudah pernapasan. Langkah medis tersebut ditempuh karena kondisi saluran pernapasannya sudah tak lagi optimal dan membutuhkan bantuan ventilasi jangka panjang.
Pada tahun 2024 lalu, kondisi kesehatannya sempat memburuk drastis setelah mengalami pecah pembuluh darah. Ia juga sempat menjalani operasi besar di Rumah Sakit Polri setelah ditemukan cairan di otaknya. Meski demikian, keluarga dan kerabat senantiasa mendampingi sang maestro dangdut dalam masa-masa sulit tersebut.
Hamdan ATT dikenal luas sebagai salah satu ikon musik dangdut Indonesia. Suaranya yang khas dan lagu-lagu bertema kehidupan sederhana membuatnya dekat di hati masyarakat. Lagu-lagunya seperti Termiskin di Dunia menjadi bagian dari memori kolektif penggemar musik dangdut lintas generasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum memberikan informasi lebih lanjut terkait lokasi pemakaman sang legenda. Namun ucapan duka dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan, sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk Hamdan ATT—penyanyi yang suaranya abadi dalam ingatan publik.




















