Jakarta-FusilatNews – Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi senior sekaligus legenda hidup musik Tanah Air, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh manajer pribadi Titiek Puspa, Mia.
“Iya, eyang baru saja meninggal,” ujar Mia saat dihubungi wartawan.
Sebelumnya, putri sulung Titiek Puspa, Petty Tunjungsari Murdago, menyampaikan bahwa sang ibunda sempat menjalani perawatan intensif akibat pendarahan otak di bagian kiri. Dalam kondisi tersebut, Titiek Puspa sempat tidak sadarkan diri.
“Karena usia 87 tahun, kemudian banyak hal-hal yang kita tidak mengerti kenapa itu terjadi,” kata Petty saat ditemui di RS Medistra pada Kamis pagi.
Meski demikian, dua hari sebelum mengalami penurunan kesehatan, Titiek Puspa masih tampak sehat dan ceria. Ia bahkan sempat menghadiri acara yang digelar oleh Musica Studios bersama anak-anak panti asuhan pada 24 Maret lalu.
“Itu ceria, senang bersama anak yatim. Kemudian ada wawancara, Ibu Titiek tidak ada pelo sama sekali, bahasanya lancar. Itu tanggal 24 ya,” ujar Petty mengenang momen terakhir ibunya tampil di depan publik.
Jejak Emas di Dunia Musik
Lahir dengan nama asli Sudarwati di Tanjung, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937, Titiek Puspa merupakan sosok serbabisa: penyanyi, pencipta lagu, dan aktris. Ia dikenal dengan suaranya yang khas dan kemampuannya menulis lagu yang menyentuh hati. Kariernya di industri hiburan dimulai pada tahun 1950-an.
Nama Titiek Puspa melejit lewat lagu-lagu ciptaannya yang abadi hingga kini, seperti “Kupu-Kupu Malam”, “Marilah Kemari”, “Bing”, dan “Doa Seorang Ibu”. Lagu-lagu tersebut tak hanya populer di eranya, tetapi juga terus dibawakan oleh penyanyi lintas generasi.
Ia juga pernah aktif sebagai aktris dan tampil dalam berbagai film Indonesia era 1960-an hingga 1980-an. Selain berkarya di dunia hiburan, Titiek Puspa juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan spiritual.
Selama lebih dari enam dekade berkarier, Titiek telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Lifetime Achievement Awards dari berbagai lembaga musik dan seni. Ia juga sempat diakui oleh Presiden Soekarno sebagai “artis multitalenta” yang menjadi aset bangsa.
Duka Mendalam dan Warisan Tak Tergantikan
Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta penggemarnya di seluruh Indonesia. Dunia hiburan kehilangan salah satu pilar pentingnya, sementara bangsa kehilangan seniman besar yang karyanya telah mengisi ruang-ruang batin masyarakat selama puluhan tahun.
Jenazah Titiek Puspa saat ini masih disemayamkan di RS Medistra dan rencananya akan dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan pada Jumat (11/4/2025).
Titiek Puspa telah berpulang, namun lagu-lagunya akan terus hidup, mengisi ruang kenangan, dan menginspirasi generasi yang akan datang.
Selamat jalan, Ibu Titiek. Terima kasih atas cinta dan suara yang telah engkau wariskan.






















