“Kami mohon doanya, kami mohon dari beliau sebagai seorang yang memiliki keluasan pandangan, kebijaksanaan dan dalamnya pengetahuan agama. Mudah-mudahan bisa menjadi pemberi arahan, pengingat dalam perjalanan, dalam amanah yang sedang kami kerjakan sekarang,” tutur Anies
Jakarta – Fusilatnews – Mendengar Ustaz Abdul Somad (UAS) secara resmi menyalurkan dukungannya kepada Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (Amin). kelompok tertentu meradang “kebakaran jenggot” sanbil menuding Anies berpolitik identitas
Juru bicara (Jubir) Timnas Pemenangan AMIN, Usamah Abdul Aziz membantah kabar Anies memanfaatkan politik identitas, terutama menjual agama demi kemenangan Pilpres 2024.
“Bisa dicek ya, perjalanan Mas Anies enggak hanya ke ponpes, enggak hanya ketemu ustaz, tapi juga ketemu pendeta, main-main ke gereja. Itu bisa dicek,” ujar dia, di Posko Perubahan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).
Usamah menegaskan bahwa Anies itu dalam kegiatan kampanyenya selalu mengunjungi pemuka-pemuka agama lain, tidak hanya pemuka agama Islam semata.
“Pak Anies mendatangi semua pihak, semua ditangani, baik itu Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha, itu semua dihampiri Jadi identitas beliau ya, Pancasila karena Pancasila adalah merangkul semua,” jelasnya.
Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS mendoakan salah satu calon presiden (capres), yakni capres nomor urut 1, Anies Baswedan agar menjadi pemimpin Indonesia yang baru.
Usai Anies dan keluarga datang berkunjung ke kediaman UAS yang berlokasi di Riau. Di sana Anies datang mempertemukan sang Ibunda, Aliyah Rasyid bertemu dengan UAS lantaran menggemari ustadz sensasional tersebut.
“Saya mendoakan beliau (Anies) supaya sehat. Karena energi keliling Indonesia ini saya merasakan sendiri, tentu beban beliau lebih berat daripada saya yang datang tausiah selesai. Tapi beliau segala macam, kita doakan beliau sehat wal alfiat, bisa memimpin Indonesia ke depan,” ujar UAS, di Riau, dikutip Kamis (14/12/).
Kemudian, dia pun bercerita bagaimana persahabatan antara keduanya tumbuh sementara berasal dari latar belakang profesi yang berbeda.
Persahabata keluarga Anies dan keluarga UAS Berawal sekitar 5 hingga 6 tahun yang lalu, saat itu UAS sedang hadir dalam pertemuan ulama-ulama internasional.
“Saya duduk, saya makan, saya minum, kata mereka itu ada bapak Anies Baswedan di dalam. Ah, biar lah, ada pertemuan saya bilang. Tak lama setelah itu beliau datang ke tempat saya, duduk,” ceritanya.
Sejak pertemuan itu, UAS mengaku Anies Baswedan selalu menyempatkan diri hadir di setiap tausiyah UAS yang diselenggarakan di Jakarta.
“Kemudian saya tausiyah di Masjid Tjut Nyak Dien, acara haul KH. Zainuddin MZ. Setiap beliau tahu saya di Jakarta, beliau datang padahal beliau sibuk sekali,” ungkapnya.
UAS juga menceritakan kalau dia sering mampir berkunjung ke kediaman Anies Baswedan, di sana dia makan, melepas rasa rindu.
Sementara itu, ini kunjungan pertama Anies Baswedan ke kediaman UAS yang berlokasi di Riau.
“Jadi artinya mesti berkali-kali datangnya, jadi persahabatan ini memang sudah lama. Al arwah junudun mujanaddah, ruh itu seperti bala tentara fana taaraafah minathalaf, kalau dia ada kecocokan dia akan mudah berkolaborasi atau berinteraksi. Tapi wama tanakharo min akhtalaf, maka kalau dia tak sesuai dia akan menjauh, begitu lah perasaan,” tandas Uas.
“Kami mohon doanya, kami mohon dari beliau sebagai seorang yang memiliki keluasan pandangan, kebijaksanaan dan dalamnya pengetahuan agama. Mudah-mudahan bisa menjadi pemberi arahan, pengingat dalam perjalanan, dalam amanah yang sedang kami kerjaka


























