• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pertarungan di Puncak PBNU: Politik yang Menyusup ke Rumah Besar NU

fusilat by fusilat
November 24, 2025
in Feature, Komunitas, Pojok KSP
0
Pertarungan di Puncak PBNU: Politik yang Menyusup ke Rumah Besar NU
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Mungkin Nahdatul Ulama (NU) perlu kembali menjadi partai politik dan ikut pemilu sebagaimana tahun 1955, pemilu pertama yang diselenggarakan di Indonesia, di mana NU menjadi juara ketiga setelah Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi. Pasalnya, apa yang kini terjadi di NU mirip dengan apa yang lazimnya terjadi di parpol: konflik internal!

Dan konflik internal itu berpusar pada perebutan kekuasaan. Satu pihak mendesak pihak lain mundur, namun pihak lain itu keukeuh tak mau mundur. Kedua belah pihak punya alasan masing-masing.

Mengapa NU mirip parpol? Pertama, karena ada jabatan, yang ibarat ada gula ada semut, diperebutkan. Dan jabatan, di mana pun, membawa implikasi dan konsekuensi ekonomi. Ada semacam gula-gula di sana.

Kedua, dalam memperebutkan jabatan, dilakukan melalui voting atau pemungutan suara “one man one vote” (satu orang satu suara) laiknya pemilihan pengurus parpol: siapa yang mendapatkan suara terbanyak dialah yang akan menang atau terpilih.

Ketiga, mereka yang berebut kursi pengurus NU adalah manusia-manusia biasa, dan sebagai manusia biasa, mereka punya kehendak untuk berkuasa, sebagaimana
konsep sentral dalam filsafat Friedrich Nietzsche (1844-1900).

Dua Gajah Bertarung Pelanduk Mati di Tengah

Kini di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ibarat ada dua gajah yang sedang bertarung. Sementara Nahdliyin atau warga NU terancam mati di tengah-tengah.

Dua “gajah'” yang sedang bertarung itu ialah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar alias Kiai Miftach dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.

Dalam risalah rapat yang ditandatangani Kiai Miftach, Jumat (21/11/2015), Syuriyah PBNU mendesak Gus Yahya untuk mundur. Jika dalam tempo tiga hari tidak mundur, maka bekas juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu akan dipecat. Syuriyah adalah kasta tertinggi di struktur organisasi PBNU.

Ada tiga alasan mengapa Gus Yahya hendak didepak dari kursi NU-1. Pertama, karena ia mengundang akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz sebagai narasumber dalam acara Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU, 15 Agustus lalu.

Kedua, diduga ada penyimpangan anggaran di PBNU yang kini sedang diaudit oleh akuntan publik.

Sebaliknya, Gus Yahya keukeuh tak mau mundur. Sikap mokong kakak kandung eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut ini diambil setelah ia mengumpulkan 35 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia, minus Ketua PWNU Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (22/11/2025).

Adapun alasan Gus Yahya menolak mundur adalah karena ia merasa menerima mandat dari Muktamar NU hingga 2026. Apalagi, katanya, banyak Ketua PWNU yang tak setuju jika dirinya mundur.

Gus Yahya juga mengklaim sudah bertemu 50 kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara yang katanya mereka tidak setuju Gus Yahya mundur.

Tidak itu saja. Menurut Gus Yahya, Syuriyah tidak berwenang melengserkan dirinya. Yang berwenang melengserkan dirinya, kata dia, adalah Muktamar NU, sebagaimana saat ia dipilih.

Gus Yahya mengaku mendengar rumor dirinya diduga menyalahgunakan dana PBNU hingga Rp900 miliar. Tapi ia tak mau bertindak hanya berdasarkan rumor tersebut.

Namun, begitu Gus Yahya mengaku tak mau mundur, spontan ada desakan dari faksi ketiga agar PBNU segera menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk melengserkan Gus Yahya. Pihak yang kini sedang berseteru, yakni Kiai Miftach dan Gus Yahya tak boleh mencalonkan diri lagi.

Syuriyah, sekali lagi, adalah kasta tertinggi dalam struktur organisasi PBNU. Sebab itu, posisinya sangat kuat.

Gus Yahya pun tak kalah kuat posisinya. Ia adalah eksekutor tertinggi dalam struktur organisasi PBNU.

Jika Rais Aam dan Ketua Umum yang posisinya sama-sama kuat itu berseteru, maka Nahdliyin atau umat di bawah atau “grass roots” (akar rumput) yang akan menjadi korban. Umat tidak akan terurus. Sebab, elite sibuk berkonflik.

Di bawah kendali Gus Yahya, PBNU memang identik dengan politik praktis, laiknya parpol. Misalnya, terlibat dukung-mendukung dalam Pemilihan Presiden 2024 lalu meskipun tidak secara resmi atau organisatoris.

Di PBNU juga muncul faksionalisasi. Disinyalir terjadi ketidakrukunan antara Gus Yahya di satu faksi dengan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di faksi lain. Gus Ipul yang kini menjabat Menteri Sosial di Kabinet Merah Putih bahkan disebut-sebut sebagai pihak yang mendesak agar hasil audit keuangan PBNU segera dirilis oleh akuntan publik yang sedang melaksanakan audit. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk menunjukkan bukti dugaan penyimpangan keuangan di PBNU yang kini di bawah kendali Gus Yahya.

Alhasil, siapa yang lebih kuat: Kiai Miftach atau Gus Yahya? Siapa pun yang lebih kuat dan akan menang, yang jelas Nahdliyin atau umatlah yang akan dirugikan. Umat tidak akan terurus akibat konflik di tingkat elite. Kalaupun diurus, tidak maksimal. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Muslim Itu Tidak Boleh Fobia Terhadap Perbedaan

Next Post

Jokowi Dipeluk Kapital

fusilat

fusilat

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
Jokowi Dipeluk Kapital

Jokowi Dipeluk Kapital

Benarkah Ira Puspadewi Melakukan Tindakan Korupsi?

Benarkah Ira Puspadewi Melakukan Tindakan Korupsi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...