Jakarta-Fusilatnews.–Dalam sambutannya yang menjadi pesan terakhirnya, Raihan Ariatama, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), menyampaikan berbagai catatan penting menyambut masa kepemimpinan baru. Berikut adalah poin-poin kunci yang diutarakan Raihan Ariatama:
Raihan menekankan bahwa penurunan elektabilitasnya merupakan pelajaran tirani untuk Presiden Jokowi. Ia menyatakan keprihatinannya terkait cara-cara yang dianggap tidak transparan dalam melanjutkan jabatan, dan menuding Presiden Jokowi melanjutkan jabatan dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama dua periode serta menjual kedaulatan negara kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRC).
Raihan mengakui bahwa dirinya harus lengser setelah dua tahun menjabat, sesuai dengan aturan organisasi periode 2022-2024. Ia menegaskan bahwa langkah ini sebagai ekspresi dari idealismenya sebagai seorang pemimpin dan penggerak mahasiswa.
Dalam pesan terakhirnya, Raihan menitipkan konsep pengurus masa depan PB HMI. Ia menyoroti peran kunci dalam menghadapi pergeseran teknologi global dengan mengandalkan peran handphone (HP). Raihan juga mengingatkan pentingnya independensi ekonomi HMI yang egaliter, tidak tergantung pada organisasi lain seperti KAHMI. Ia mendorong agar HMI memberikan kontribusi pada Pemilu 2024 dan mengambil sikap terhadap konflik dunia yang melebar.
Raihan berharap agar program development KOHATI (Korps HMI Wati) dapat terus berlanjut. Ini mencakup upaya untuk memajukan peran wanita dalam organisasi dan masyarakat.
Pelantikan PB HMI dan Kornas KOHATI untuk periode 2024-2026 diselenggarakan di Aula Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, pada tanggal 24 Januari 2024 malam. Tema acara adalah “HMI untuk Indonesia”. Raihan menyambut Ketua Umum baru PB HMI Bagas Kurniawan (UI) dan Ketua Umum baru KOHATI Sri Meisista.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah alumni HMI hadir, meskipun dominan berasal dari alumni HMI UI. Beberapa tokoh terkemuka seperti Syamsul Komar (Sekjen KAHMI), Menpora Dito Ariotejo, Agung Firman S (BPK), Fauziah Humairoh (Mantan Ketua Umum KOHATI), Cut Ema (Presidium Forhati), dan Sabarudin (Bendum KAHMI) turut hadir.
Bagas Kurniawan, Ketua Umum baru PB HMI, menyatakan bahwa pelantikan ini membuka babak baru bagi HMI dengan berbagai nilai budaya yang harus dijunjung tinggi. Ia menekankan bahwa HMI harus terus berkontribusi dalam pembangunan nasional sesuai dengan tujuan dan ikhtiar silabus perkaderan zaman HMI.
Dengan demikian, pesan terakhir Raihan Ariatama mencerminkan sejumlah isu penting di dunia politik, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan di Indonesia.


























