• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Petani Menjerit, Tengkulak Merayakan: Ironi Harga Beras Mahal

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 11, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Beberapa waktu lalu, jika saja Bank Dunia tidak “menyentil” tingginya harga beras di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN, barangkali kita masih akan bersikap tenang dan menganggap segalanya baik-baik saja. Baru setelah catatan kritis itu dilontarkan, para pejabat di negeri ini mulai bereaksi, seolah baru tersadar dari tidur panjangnya.

Sejak saat itu, pro dan kontra bermunculan. Tak terkecuali para petinggi negeri yang turut angkat suara, karena beras di Indonesia bukan sekadar komoditas pangan—ia adalah simbol stabilitas politik dan sosial. Beras harus selalu tersedia, dan yang paling penting: harus bisa dibeli oleh rakyat kecil.

Namun, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kondisi perberasan nasional dalam beberapa tahun terakhir memang sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem, perubahan iklim, serta turunnya produktivitas menjadi kambing hitam utama. Sementara itu, kebutuhan beras terus meningkat, memaksa pemerintah menggenjot produksi demi mengejar kembali mimpi lama: swasembada.

Masalahnya, ketika harga beras di pasar terus melejit, muncul pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan? Apakah benar petani akan mendapat berkah dari lonjakan harga beras? Atau, jangan-jangan, ini hanya ilusi semata?

Realitanya, mayoritas petani kita hanya menjual gabah kering panen, bukan beras jadi. Beras sebagai produk akhir sudah berpindah tangan—ke para tengkulak, bandar, penggilingan, pedagang besar, hingga Perum Bulog. Maka ketika harga beras meroket, justru merekalah yang meraup untung, sementara petani hanya bisa gigit jari menyaksikan hasil jerih payahnya dipermainkan pasar.

Ironi ini makin tajam ketika kita melihat kenyataan bahwa para petani—yang menanam dan memanen padi—justru menjadi konsumen bersih (net consumer) dari beras. Budaya lumbung yang dulu mengajarkan petani untuk menyimpan hasil panen kini memudar, tergantikan kebutuhan mendesak akan uang tunai.

Tak hanya itu, setiap kali musim panen tiba, harga gabah justru anjlok. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah ada “kesepakatan tak tertulis” antara pemerintah, tengkulak, dan bandar, yang menyebabkan harga gabah selalu jatuh di saat seharusnya petani bisa menikmati hasil kerja kerasnya?

Maka wajar jika petani berharap pemerintah bisa hadir sebagai pengendali pasar, bukan sekadar penonton. Perum Bulog harusnya tampil sebagai sahabat petani, bukan hanya simbol negara yang steril dari empati. Perlu ada regulasi yang tegas agar para pelaku distribusi pangan tidak semena-mena memainkan harga.

Jika memang kita mencintai petani—bukan hanya memanfaatkan suara dan tenaganya saat dibutuhkan—maka solusinya harus konkret: menaikkan harga gabah di tingkat petani, dan menurunkan harga beras di pasar konsumen. Kedua kebijakan ini harus dilakukan secara simultan demi menghadirkan keadilan.

Selama ini, keluhan petani sudah sering disampaikan langsung kepada pejabat tinggi negara. Bahkan, dalam berbagai kunjungan kerja, keluhan itu disampaikan dengan gamblang. Namun, sampai hari ini, janji-janji itu masih menggantung di awan. Harga gabah tetap jeblok saat panen, dan harga beras tetap tinggi di pasar.

Petani menjerit. Emak-emak menjerit. Tapi pasar tetap tak tergoyahkan.
Sementara itu, para tengkulak dan penguasa distribusi terus tertawa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jepang: Senja yang Tak Pensiun

Next Post

Hakim: Pengadilan Negeri Solo Tidak Berwenang – Sidang Ijazah Palsu Jokowi Batal Lagi

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Hakim: Pengadilan Negeri Solo Tidak Berwenang – Sidang Ijazah Palsu Jokowi Batal Lagi

Hakim: Pengadilan Negeri Solo Tidak Berwenang - Sidang Ijazah Palsu Jokowi Batal Lagi

Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur

Ijazah Tak Pernah Hadir, Tapi PengKritik Dipenjara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...