• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pilkada 2024: Mencegah Sejarah Buruk dari Paradoks Kepentingan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 20, 2024
in Feature, Pilkada
0
Pilkada 2024: Mencegah Sejarah Buruk dari Paradoks Kepentingan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Ketua Aliansi Anak Bangsa

Menjelang Pilkada serentak 2024, berbagai tokoh dan kelompok masyarakat menunjukkan pandangan yang beragam—mulai dari semangat memilih, memilih untuk tidak memilih, hingga sikap skeptis yang sering disebut dengan istilah “GERCOS.” Fenomena ini mencerminkan dinamika demokrasi yang penuh dengan kepentingan, baik subjektif maupun objektif.

Namun, ada kecenderungan pola pikir yang diwarnai paradoks, di mana opini atau pandangan yang bersifat individu kerap dianggap mewakili keputusan kolektif sebuah kelompok. Terlebih jika hal tersebut diterjemahkan dalam bentuk publikasi yang narasinya bernuansa instruksi atau intervensi terhadap pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sikap seperti ini bukan hanya berpotensi menimbulkan ketersinggungan, tetapi juga merusak kredibilitas kelompok tersebut, terutama jika terlihat ada kepentingan sponsor di baliknya.

Jakarta sering kali menjadi pusat perhatian dalam dinamika politik nasional. Kebijakan yang diterapkan di Jakarta sering kali dipersepsikan sebagai representasi kebijakan nasional, mengingat kota ini adalah pusat pemerintahan. Akibatnya, gejolak politik yang terjadi di Jakarta sering dianggap mencerminkan aspirasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Namun, asumsi ini tidak selalu sepenuhnya benar dan kerap menciptakan kesan yang keliru.

Dalam menentukan pilihan politik, terutama untuk memilih calon gubernur atau kepala daerah, penting bagi masyarakat dan kelompok pendukung untuk menghindari analogi atau ilustrasi yang paradoksal. Perumpamaan yang tidak objektif dan terbungkus oleh kepentingan tertentu dapat menghasilkan pemahaman yang bertolak belakang dengan kualitas nyata dari calon yang didukung.

Sikap berlebihan dalam mendukung atau menolak seorang kandidat, apalagi yang didasarkan pada subjektivitas semata, dapat menciptakan antipati dari publik. Hal ini tidak hanya merugikan individu atau kelompok pendukung tetapi juga dapat mencoreng reputasi organisasi yang semestinya menjaga asas kemuliaan. Keputusan yang keliru atau tendensius dapat meninggalkan sejarah negatif yang sulit dilupakan, terutama jika organisasi tersebut diidentikkan dengan misi mulia yang justru tercoreng oleh tindakan beberapa oknum.

Sebaliknya, jika kelompok pendukung mampu menggunakan objektivitas sebagai landasan, maka apapun hasilnya—menang atau kalah—akan tetap dihormati oleh lawan maupun simpatisan. Pendekatan yang jujur, realistis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas akan menciptakan rasa hormat yang bertahan lama.

Pilihan untuk bersikap netral, ketika tidak ada kandidat yang dianggap layak, juga bisa menjadi langkah bijak. Netralitas mencerminkan sikap yang tidak memihak namun tetap bertanggung jawab terhadap keberlangsungan demokrasi. Dalam konteks Pilkada, perjuangan tidak selalu harus diwujudkan melalui pemungutan suara. Fungsi kontrol dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan setelah pemimpin terpilih juga merupakan bentuk kontribusi yang signifikan.

Pada akhirnya, kelompok atau individu yang mengatasnamakan kemuliaan mesti berhati-hati dalam menentukan eksistensi dan keberpihakan mereka. Momentum dan cara yang tepat dalam menunjukkan sikap akan menjadi tolok ukur kesungguhan dan integritas mereka. Paradoks hanya akan memperburuk situasi jika tidak disertai dengan kejujuran, objektivitas, dan pemikiran yang rasional. Maka, untuk menjaga kemuliaan dan kepercayaan publik, sikap yang benar dan transparan harus menjadi prioritas utama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Said Didu, Puisi “Peringatan” Widji Thukul dan Sembilan Naga

Next Post

Megawati Tegaskan Netralitas ASN di Pilkada 2024, Ingatkan Sanksi Pidana

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Di Hadapan Jokowi, Banteng Tidak Bergigi Lagi?

Megawati Tegaskan Netralitas ASN di Pilkada 2024, Ingatkan Sanksi Pidana

Said Didu Tolak Mediasi APDESI, Sebut Penggusuran PIK-2 Sebagai Perjuangan Publik

Said Didu Tolak Mediasi APDESI, Sebut Penggusuran PIK-2 Sebagai Perjuangan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...