• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

POLITIK DINASTI BUKAN PRAKTEK NORMAL DEMOKRASI

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
October 24, 2023
in Feature, Pemilu, Politik
0
POLITIK DINASTI BUKAN PRAKTEK NORMAL DEMOKRASI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro 

Penulis adalah Anggota Komite Eksekutif KAMI dan Dewan Penasehat Front Pergerakan Nasional

Denny JA menulis, “Jika Gibran Menjadi Cawapres Prabowo”. Di situ, ia membela politik dinasti. Menurutnya politik dinasti adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Ia menyebut sejumlah contoh yang dikatakannya sebagai politik dinasti. Amerika, katanya, menerima George HW Bush dan George W. Bush Jr, ayah dan anak menjadi presiden AS. Demikian juga Dinasti Kennedy, dimana dalam waktu yang sama dua bersaudara John F. Kennedy menjadi presiden sementara adiknya Robert Kennedy menjadi Jaksa Agung. Denny pun menyebut Nehru, SBY, Soekarno dan Soeharto sebagai contoh politik dinasti.

Menurut Denny, politik dinasti tidak bertentangan dengan demokrasi sebab sudah sesuai dengan prinsip HAM, yaitu setiap orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih.
Denny JA menyebut bahwa artikelnya itu merupakan “Ekspresi Data”. Menurut saya, data yang disampaikan Denny hanya data permukaan alias dangkal. Pemahamannya atas demokrasi juga sama dangkalnya.

Apa Itu Politik Dinasti ?

Denny berdalih bahwa politik dinasti tidak bertentangan dengan demokrasi karena demokrasi menjunjung tinggi kesetaraan. Semua orang memiliki hak memilih dan dipilih yang sama. Benarkah demikian?

Politik dinasti adalah “perpindahan kekuasaan secara turun-temurun dari (anggota) suatu keluarga ke anggota lain (Herna, 2017). Politik dinasti di era moderen memang ada, namun tidak diterima sebagai kewajaran atau kepatutan. Politik dinasti hadir di era demokrasi sebagai perkecualian.

Politik dinasti, seperti akan diuraikan di bawah, menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di tangan satu keluarga. Keluarga dapat mempergunakan kekuasaan itu untuk memajukan kepentingan khusus, meninggalkan kepentingan publik. Dalam hal ini jelas, politik dinasti merugikan hak-hak orang lain untuk memperoleh pemerintahan yang bersih dan demokratis. Jadi bagaimana politik dinasti dapat dianggap sebagai hal yang normal dalam demokrasi?

Disamping itu perlu diperjelas tentang apa yang dimaksud dengan hak politik. Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia (1948) menyatakan bahwa “setiap orang berhak ikut serta dalam pemerintahan, baik langsung maupun melalui wakilnya.” Jadi hak dasar yang dijamin oleh deklarasi itu adalah “hak berpartisipasi”, bukan “hak berkuasa”.

Hak berkuasa hanya dikenal dalam sistem monarki. Karena anggapan memiliki “hak berkuasa” itu maka Kaisar terakhir Cina Pu Yi dilantik saat ia berusia 2 tahun. Pu Yi tidak membutuhkan apapun untuk menjadi kaisar, itu sudah menjadi hak dia.

Sementara itu, apa hak Gibran Rakabuming Raka, yang dibela oleh Denny JA, sehingga ia boleh menjadi cawapres. Gibran jelas bukan Pu Yi namun menjadi 1 dari 3 paslon yang mengikuti pilpres adalah sebuah privilege luar biasa. Apa kelebihan Gibran dari 17 juta kader dan konstituen Golkar sehingga ia bisa dipilih menjadi cawapres? Apakah semata karena ia anak seorang presiden?
Gibran hanya perlu satu langkah lagi (pemilu) untuk memimpin Indonesia 2024-2029. Bila Jokowi masih terus cawe-cawe kemudian mengerahkan birokrasi, polisi, dan TNI, kemenangan Prabowo-Gibran tidak akan terelakkan. Gibran tidak butuh apapun untuk menjadi presiden, seakan-akan itu sudah menjadi hak dia.

Dengan begitu, sistem demokrasi dengan politik dinasti dimana presiden cawe-cawe dan pemilu curang, sama sekali tidak berbeda dengan sistem monarki. Keduanya menghasilkan output suka-suka penguasa.

Membatasi Politik Dinasti

Hampir semua negara demokrasi menentang politik dinasti karena merusakkan sendi-sendi demokrasi. Politik dinasti menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di tangan satu keluarga, membatasi keragaman dan perspektif dalam pemerintahan. Politik dinasti menghambat meritokrasi, merusak persaingan sehat, dan menggerus akuntabilitas.

Secara prinsipiil, politik dinasti dinilai mencederai kedaulatan rakyat karena menghambat pergantian kekuasaan melalui pemilu yang jurdil, menentang prinsip kesetaraan yang menjamin kesempatan yang sama, dan menyebabkan hilangnya kepercayaan rakyat kepada negara, meningkatkan korupsi dan mendahulukan kepentingan kelompok yang menyebabkan perlambatan pembangunan.
Karena pengaruh dan dampaknya yang sangat negatif kepada demokrasi maka seluruh negara-negara demokrasi menerapkan berbagai bentuk pembatasan terhadap politik dinasti. Undang-Undang Kampanye (Federal Election Campaign Act) di Amerika misalnya melarang anggota keluarga yang berkuasa untuk menerima sumbangan kampanye dari keluarga dan orang-orang yang memiliki kepentingan bisnis dengan pemerintah, menerima kontrak pemerintah, dan mencalonkan diri menjadi walikota dan anggota DPR. Hawaii malah melarang keluarga penguasa menjadi pegawai negeri.
Halangan atas politik dinasti juga diterapkan di Jerman dan Finlandia tetapi melalui hukum internal partai politik. Di kedua negara itu partai politik tidak mengijinkan anggota keluarga penguasa menduduki jabatan strategis dan mengisi nomor urut tinggi dalam pemilu yang menganut sistem proporsional. Peraturan tentang akuntabilitas dan transparansi di semua negara demokratis juga sangat ketat.

Membatasi politik dinasti adalah norma demokrasi. Membatasi politik dinasti diperlukan untuk menghambat pelemahan dan pelanggaran hak-hak orang untuk memperoleh pemerintahan yang baik dan demokratis.

Politik dinasti adalah unintended consequences dari sistem demokrasi. Kita tidak perlu takut kepada politik dinasti sepanjang demokrasi internal partai kokoh, transparansi dan akuntabilitas di pemerintahan kuat, pemilihan umum jurdil, peradilan yang independen, media dan masyarakat sipil yang mandiri dan bergairah.
Sementara semua kualitas demokrasi yang disebutkan di atas justru terus memburuk, kehadiran politik dinasti memberikan peringatan bahaya: Demokrasi Indonesia Telah Ambruk Digantikan Oleh Sebuah Kerajaan dari Solo.—

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KH Sa’id Aqil Shiraj Ajak Memilih Amin Muhamimin

Next Post

Mahfud Surati Jokowi Jadi Cawapres Ganjar

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Kecam Hakim Agung Terlibat Korupsi, Mahfud MD: Jangan Beri Ampun

Mahfud Surati Jokowi Jadi Cawapres Ganjar

Jawaban Pengadilan dan Polda Jateng Terkait Gibran Bikin SKCK dan Surat Tidak Pernah Dipidana

Butet: Bagaimana Saat Debat Cawapres Nanti “Mafud MD vs Gibran?”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist