• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Potensi Penyulundupan Via Laut Besar – Arti Lain dari Pagar laut Misterius

Ali Syarief by Ali Syarief
January 10, 2025
in Crime, Feature
0
Potensi Penyulundupan Via Laut Besar – Arti Lain dari Pagar laut Misterius
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia, sebagai negara maritim terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan dan kelestarian wilayah perairannya. Kasus pagar laut misterius yang ditemukan di Kabupaten Tangerang menjadi cerminan dari kompleksitas pengelolaan dan pengamanan laut di negara ini. Di balik luasnya perairan yang membentang dari Sabang hingga Merauke, terdapat berbagai lembaga yang bertugas menjaga keamanan laut, seperti TNI Angkatan Laut (TNI-AL), Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Polri. Namun, keberagaman ini sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam hal koordinasi, menciptakan celah bagi munculnya kejahatan maritim dan aktivitas ilegal lainnya.

Banyaknya Pihak Terlibat, Minimnya Koordinasi

Keberadaan pagar laut misterius ini memunculkan banyak pertanyaan: siapa yang bertanggung jawab atas pengawasannya, dan mengapa keberadaannya baru terungkap setelah waktu yang lama? Kasus ini menyoroti masalah utama dalam pengamanan laut Indonesia, yakni kurangnya koordinasi antar lembaga.

Setiap lembaga memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang berbeda. TNI-AL fokus pada pertahanan negara dari ancaman militer, Bakamla bertugas menegakkan hukum di laut, sementara KKP bertanggung jawab atas perlindungan sumber daya alam laut. Di sisi lain, Polri, melalui Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), berperan dalam mencegah kejahatan umum di perairan. Dengan banyaknya lembaga yang terlibat, sering kali terjadi tumpang tindih kewenangan. Akibatnya, masalah seperti pagar laut misterius ini dapat terabaikan hingga menjadi sorotan publik.

Peluang Kejahatan Maritim

Ketidaksinkronan dalam pengawasan laut menciptakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang, penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), dan eksploitasi sumber daya alam sering terjadi di wilayah perairan yang pengawasannya lemah. Dalam kasus pagar laut di Tangerang, bisa saja keberadaannya terkait dengan aktivitas ilegal, seperti perusakan ekosistem laut atau bahkan penyelundupan. Namun, tanpa koordinasi yang baik antar lembaga, pengungkapan kasus semacam ini menjadi lamban dan tidak efektif.

Pentingnya Sistem Pengawasan Terintegrasi

Untuk mengatasi masalah ini, penguatan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan. Salah satu langkah strategis adalah membangun sistem pengawasan terintegrasi yang menghubungkan data dan informasi dari berbagai lembaga. Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan di perairan, seperti keberadaan pagar laut misterius atau kapal asing yang beroperasi tanpa izin.

Teknologi modern juga perlu dimanfaatkan secara maksimal. Penggunaan satelit, drone, dan radar dapat membantu memantau wilayah perairan secara real-time. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di setiap lembaga menjadi hal penting agar pengelolaan pengamanan laut dapat dilakukan secara profesional.

Membentuk Lembaga Koordinasi Khusus

Pembentukan lembaga koordinasi khusus yang menangani isu maritim bisa menjadi solusi jangka panjang. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat komando yang menyatukan tugas dan kewenangan dari berbagai lembaga terkait. Dengan pendekatan ini, celah-celah yang selama ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Kasus pagar laut misterius di Kabupaten Tangerang menjadi pengingat pentingnya sinergi dalam pengamanan laut Indonesia. Meskipun negara ini memiliki banyak lembaga yang bertugas menjaga kedaulatan wilayah perairan, tanpa koordinasi yang baik, keberagaman tersebut justru dapat menjadi hambatan. Peningkatan koordinasi, pemanfaatan teknologi modern, dan pembentukan lembaga koordinasi khusus adalah langkah-langkah strategis untuk memastikan keamanan laut Indonesia dari ancaman kejahatan dan penyalahgunaan. Dengan demikian, Indonesia dapat mewujudkan visi sebagai negara maritim yang kuat, aman, dan berkelanjutan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membunuh Virus Jokowi dalam Tubuh Partai: Tantangan dan Peluang Konsolidasi PDIP di Era Baru

Next Post

Ketika Setan Gundul Mencaplok Laut Tangerang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Pemerintah Akan Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 KM di Perairan Tangerang

Ketika Setan Gundul Mencaplok Laut Tangerang

Pemerintah Pasang Target 3 Juta Orang, Terima Makan Bergizi Gratis Pada Bulan Ini

Makan Bergizi Gratis Berpotensi Meningkatkan Perekonomin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...