PPATK pun sudah mengambil tindakan atas mutasi mencurigakan tersebut. PPATK mengungkapkan dilakukannya pemblokiran rekening yang diduga dipunyai oleh Panji Gumilang. “Benar, ada pemblokiran atas rekening-rekening itu,” ujar Ivan.
Jakarta – Fusilatnews – Mutasi dari semua rekening yang diduga dipunyai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Panji Gumilang, diperkirakan mencapai triliunan rupiah dengan kemungkinan masih bertambah Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat ditanya nilai mutasi ratusan rekening Panji Gumilang yang mencapai triliunan rupiah enggan menyebut angka pastinya “Ya triliunan (rupiah),” kata Ivan saat dikonfirmasi pada Senin (10/7).
PPATK pun sudah mengambil tindakan atas mutasi mencurigakan tersebut. PPATK mengungkapkan dilakukannya pemblokiran rekening yang diduga dipunyai oleh Panji Gumilang. “Benar, ada pemblokiran atas rekening-rekening itu,” ujar Ivan.
Sementara itu, Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah menjelaskan lembaganya masih membutuhkan waktu guna mendalami transaksi janggal Panji Gumilang. PPATK diduga masih “merahasiakannya” demi keperluan penyelidikan. “Kami masih berproses,” ucap Natsir.
Pernyataan Ivan merupakan respons atas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang mengungkapkan Panji Gumilang yang mempunyai 256 rekening bank. Rekening-rekening tersebut dinilai mencurigakan.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membentuk tim investigasi yang terdiri dari MUI hingga ormas Islam di Jabar untuk melakukan pendalaman terkait aktivitas di Ponpes Al-Zaytun. Hasil investigasi tersebut sudah diserahkan ke Menkopolhukam, Mahfud MD.
Al Zaytun direkomendasikan ke pemerintah pusat untuk segera dibekukan dan dibubarkan. Walau demikian, ribuan santri yang telah terlanjur bersekolah disana harus dipikirkan nasibnya. Selain itu, aset berupa lahan dengan luas ribuan hektar juga harus dipikirkan bakal dialihkan ke pihak mana.
Belakangan Pemerintah memastikan tidak membubarkan Al Zaitun tapi membinanya. Dalam keterangan persnya usai hadiri acara Padmamitra Award Tahun 2022 Forum CSR Indonesia di The Soehanna Hall, Jakarta, Rabu (5/7) pemerintah memutuskan tidak akan membubarkan Pesantren Al Zaytun. Ditengah tuntutan pembubaran Pesantran Ma’had Al Zaitun asuhan Panji Gumilang, pemerintah bertekad mempertahankan dan memutuskan melakukan pembinaan
“Pesantrennya ini memang masyarakat ingin banyak membubarkan, menutup, tetapi memang ada pertimbangan disitu banyak santri yang cukup besar ya berapa jumlahnya itu. Ini perlu dibina,” ujar Wakil Presiden KH Ma”ruf Amin
Menurut Kiai Ma’ruf pembinaan ini untuk memastikan pendidikan ribuan santri Pesantren Al Zaytun tidak terbengkalai. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk menyelamatkan lembaga pendidikan Al Zaytun dengan catatan ajaran akidah maupun pemahamannya harus diluruskan.
























