• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Prabowo Akan Belajar Apa Dari Malaysia? “Sudah Deklarasi Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas”

Ali Syarief by Ali Syarief
December 23, 2024
in Economy, Feature
0
Prabowo Akan Belajar Apa Dari Malaysia? “Sudah Deklarasi Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas”
Share on FacebookShare on Twitter

Malaysia dan Indonesia, dua negara bertetangga di Asia Tenggara, kerap dibandingkan dalam berbagai aspek, mulai dari ekonomi hingga pembangunan manusia. Kedua negara memiliki sejarah kolonial yang mirip, kekayaan budaya yang melimpah, dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, perjalanan menuju status negara maju menunjukkan dinamika yang berbeda.

Status Ekonomi: Kelas Menengah ke Atas

Malaysia telah berhasil mencapai status negara berpenghasilan menengah ke atas. Dengan GDP per kapita sebesar 11.100 USD, negara ini semakin dekat untuk menjadi bagian dari dunia pertama. Indonesia, meski berada di jalur yang sama, masih dalam tahap awal dengan GDP per kapita 4.300 USD. Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi ekonomi besar, pengelolaannya masih memerlukan perbaikan yang signifikan.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kualitas hidup di sebuah negara. Malaysia berada di peringkat 62 dunia, menempatkannya dalam kategori negara dengan HDI yang tinggi. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat 114, mencerminkan tantangan yang masih harus diatasi, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

Kesenjangan yang Terasa

Jika Anda berkunjung ke kedua negara ini, perbedaan tersebut akan tampak jelas. Infrastruktur di Malaysia lebih modern dan terintegrasi, seperti terlihat pada jaringan transportasi publik seperti MRT dan LRT. Sementara itu, Indonesia masih bergulat dengan masalah kemacetan, pemerataan infrastruktur, dan perencanaan kota yang efektif.

Namun, tidak adil jika membandingkan kedua negara ini tanpa mempertimbangkan konteksnya. Indonesia memiliki populasi lebih dari 275 juta jiwa, jauh lebih besar dibandingkan Malaysia yang hanya sekitar 33 juta jiwa. Skalabilitas pembangunan dan distribusi sumber daya menjadi tantangan unik bagi Indonesia.

Belajar dari Malaysia

Keberhasilan Malaysia tidak lepas dari fokusnya pada pendidikan, industrialisasi, dan stabilitas politik yang relatif terjaga. Malaysia juga mengandalkan integrasi yang kuat antara sektor publik dan swasta, dengan kebijakan yang mendukung investasi asing.

Indonesia dapat belajar dari model ini dengan mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan daya saing tenaga kerja, dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam. Program seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi peluang untuk mengejar ketertinggalan, asalkan dikelola secara efektif.

Kesimpulan

Malaysia dan Indonesia berada pada lintasan yang sama, tetapi pada tahapan yang berbeda. Malaysia telah menunjukkan bagaimana konsistensi kebijakan dan fokus pada pembangunan manusia dapat membawa sebuah negara lebih dekat ke status negara maju. Sementara itu, Indonesia harus memanfaatkan keunggulan populasinya yang besar untuk menciptakan inovasi, meningkatkan kualitas hidup, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Kedua negara ini menunjukkan bahwa menjadi negara maju bukanlah sekadar tujuan, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan visi, strategi, dan eksekusi yang tepat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri Kebodohan

Next Post

KEGENTINGAN TANAH TUMPAH DARAH INDONESIA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
KEGENTINGAN TANAH TUMPAH DARAH INDONESIA

KEGENTINGAN TANAH TUMPAH DARAH INDONESIA

Menyongsong Era Kepresidenan Baru: Apakah Akan Muncul Militerisme?

Magnum Opus dalam Dunia Politik - "Bila Prabowo Ingin Di Kenang Seperti Mandela"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist