• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KEGENTINGAN TANAH TUMPAH DARAH INDONESIA

Revolusi agraria yang sejati adalah langkah fundamental

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
December 23, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
KEGENTINGAN TANAH TUMPAH DARAH INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

Kemarin, 21 Desember 2024, saya diundang oleh sahabat lama, Mas Imawan Mashuri, ke Malang untuk berbincang di Studio City Guide 911 FM. Mas Imawan, seorang tokoh media yang visioner, selalu penuh ide-ide segar yang relevan dengan zamannya. Mulai dari mendirikan koran Jawa Pos, menciptakan JTV, hingga kini menghadirkan inovasi lewat radio informasi berbasis teknologi digital. Dalam era maraknya media sosial, gagasan radio yang mampu menyampaikan berita secara global adalah terobosan luar biasa.

Saya sudah lama tidak bertemu dengan Mas Imawan. Kami dahulu sering mengaji bersama di Surabaya. Pertemuan kali ini membahas kondisi bangsa sekaligus menanggapi usulan Presiden Prabowo tentang perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari langsung menjadi tidak langsung melalui DPRD.

Sebagai orang media yang berpengalaman, Mas Imawan memahami segala dinamika pilkada, termasuk hiruk-pikuk, kecurangan, dan dampak negatifnya. Pilkada langsung melahirkan budaya pragmatisme, di mana semua diukur dengan uang. Ritual pemilu dipenuhi praktik jual-beli suara, sogokan, mahar partai, pembagian sembako, dan amplop. Setiap lima tahun, pesta demokrasi ini menghamburkan uang hingga puluhan bahkan ratusan triliun rupiah.

Budaya pemilihan langsung yang sarat transaksi finansial ini membawa bangsa menuju kerusakan moral yang akut. Generasi Z, yang tumbuh menyaksikan cara kerja pilkada, menganggap praktik ini wajar dan bagian dari demokrasi yang diagungkan. Namun, demokrasi semacam ini telah melahirkan “bandar politik,” di mana para oligarki mendanai kandidat dengan harapan mengeruk keuntungan dari konsesi tambang, izin lahan perkebunan, hingga proyek strategis nasional. Kasus seperti Pulau Rempang, Kalimantan, dan Sumatra menjadi contoh nyata dari dampak buruk sistem ini.

Lebih parah lagi, penguasaan lahan sawit oleh korporasi besar mencerminkan pelanggaran konstitusi. Sistem inti-plasma yang seharusnya memberikan keseimbangan justru timpang, dengan perusahaan menguasai lahan inti jauh lebih luas dibanding plasma. Berikut data terkini:

  1. Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART Tbk): 138.000 ha
  2. Astra Agro Lestari: 217.328 ha (inti) dan 69.549 ha (plasma)
  3. Salim Ivomas: 251.112 ha (inti, tanpa plasma)
  4. Dharma Satya Nusantara Tbk: 84.556 ha (inti) dari total 112.450 ha
  5. PP London Sumatra Indonesia: 115.000 ha
  6. Sawit Sumbermas Sarana Tbk: 116.520 ha
  7. Sampoerna Agro: 84.000 ha
  8. Mahkota Group Tbk: 20.000 ha
  9. Bakrie Sumatra Plantation Tbk: 90.643 ha
  10. Austindo Nusantara Jaya Tbk: 158.000 ha

Total luas kebun sawit yang dikuasai oleh sepuluh perusahaan ini mencapai 1.677.960 hektar. Kondisi ini jelas melanggar Pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960, di mana sumber daya agraria seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Oleh karena itu, reformasi agraria menjadi kebutuhan mendesak. Negara harus kembali mengelola kekayaan alamnya secara mandiri untuk memastikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan asing dan aseng.

Revolusi agraria yang sejati adalah langkah fundamental agar tanah tumpah darah Indonesia tetap menjadi milik bangsa dan mendukung keadilan sosial sesuai amanat konstitusi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Akan Belajar Apa Dari Malaysia? “Sudah Deklarasi Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas”

Next Post

Magnum Opus dalam Dunia Politik – “Bila Prabowo Ingin Di Kenang Seperti Mandela”

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Menyongsong Era Kepresidenan Baru: Apakah Akan Muncul Militerisme?

Magnum Opus dalam Dunia Politik - "Bila Prabowo Ingin Di Kenang Seperti Mandela"

Hari ini Sidang Lanjutan Terdakwa Harvey Moeis Dengan Agenda Pembacaan Vonis Majelis Hakim 

Hari ini Sidang Lanjutan Terdakwa Harvey Moeis Dengan Agenda Pembacaan Vonis Majelis Hakim 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist