• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo dan Imbal Jasa: Waktunya Bertindak Tegas terhadap Gibran dan Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 16, 2024
in Feature, Politik
0
Apa Pengalaman Gibran Bin Jokowi?
Share on FacebookShare on Twitter

**Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212**

Ikhtisar:

Dalam artikel ini, penulis mengemukakan pandangan yang menyarankan agar Prabowo, sebagai Presiden terpilih, memberikan balasan atas dukungan yang diterima dari kelompok oposisi. Salah satu bentuk imbal jasa yang dianggap logis dan adil adalah dengan segera memproses hukum terhadap Gibran dan Jokowi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kredibilitas Prabowo di mata para pendukungnya dan menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum.

Pengantar:

Artikel ini mencatat beberapa tokoh penting yang hadir dalam orasi kebangsaan yang digelar di White House Pejaten, Jakarta, pada 9 November 2024. Orasi tersebut bertajuk “Ada Apa dengan Prabowo?”, dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada Presiden terpilih bahwa balasan atas kontribusi dukungan oposisi harus segera diberikan. Salah satu seruan utama adalah agar Prabowo segera memulai proses hukum terhadap Gibran dan Jokowi, yang dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan dan melanggar prinsip-prinsip demokrasi.

Pendahuluan:

Tidak semua pihak yang memberikan dukungan kepada calon presiden atau calon kepala daerah mengharapkan imbal jasa berupa jabatan atau proyek. Banyak aktivis dan masyarakat yang lebih menekankan pentingnya pemimpin yang bekerja demi kepentingan bangsa dan negara, tanpa harus terikat pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dalam konteks ini, banyak pendukung oposisi, khususnya yang telah lama menentang pemerintahan Jokowi, berharap agar Prabowo sebagai Presiden memberikan keadilan melalui tindakan hukum terhadap mereka yang dianggap telah mencederai hukum dan moralitas negara.

Alih Dukungan:

Pergeseran dukungan dari Prabowo ke Anies Baswedan pada Pilpres 2024 terjadi karena banyak kalangan yang menilai Anies memiliki rekam jejak yang lebih baik dalam mengelola pemerintahan. Sebaliknya, Prabowo dianggap telah “menghamba” kepada Jokowi dengan menerima posisi Menteri Pertahanan setelah dua kali kalah dalam Pilpres. Para mantan pendukung Prabowo kini merasa kecewa dengan sikapnya yang dianggap tidak konsisten dan mendukung praktik-praktik politik yang berbau nepotisme dan korupsi.

Jejak Kepemimpinan Jokowi:

Jokowi, selama masa kepemimpinannya, telah disorot oleh publik karena berbagai dugaan pelanggaran hukum, mulai dari penggunaan ijazah palsu hingga terlibat dalam praktik nepotisme melalui dukungan politik kepada anak-anaknya, Gibran dan Kaesang. Beberapa peristiwa hukum yang terjadi, seperti tragedi KM 50 dan kematian sejumlah petugas KPPS pada Pemilu 2019, juga turut memperburuk citra kepemimpinan Jokowi di mata publik.

Prabowo dan Imbal Jasa Oposan:

Para aktivis yang mendukung Prabowo berharap agar Presiden yang baru ini tidak hanya mengandalkan dukungan politik untuk melanggengkan kekuasaan, tetapi juga menuntaskan kasus-kasus hukum yang melibatkan Gibran dan Jokowi. Mereka meminta agar Prabowo, yang kini memegang jabatan tertinggi di negara ini, menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum dengan segera mengambil langkah-langkah hukum terhadap mantan Presiden Jokowi dan putranya Gibran, yang dianggap telah melakukan pelanggaran hukum berat.

Refleksi dan Antipati terhadap Gibran dan Jokowi:

Persepsi publik terhadap Jokowi dan Gibran sangat terbagi, terutama di kalangan pendukung oposisi. Banyak yang merasa bahwa Jokowi dan Gibran telah berkhianat terhadap bangsa dan negara dengan memanfaatkan posisi mereka untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Meskipun demikian, ada pula yang berpendapat bahwa Prabowo, yang semula mengkritik pemerintahan Jokowi, kini malah terlihat lebih mendekatkan diri kepada penguasa dan menerima posisi yang lebih rendah dalam struktur pemerintahan.

Kesimpulan:

Prabowo harus segera memberi balasan kepada para pendukung oposisi yang telah memberikan kontribusi dalam memenangkan Pilpres 2024. Salah satu bentuk balasan yang paling diharapkan adalah dengan menegakkan hukum terhadap mereka yang dianggap melanggar hukum dan merusak integritas negara, seperti yang dilakukan oleh Jokowi dan Gibran. Langkah ini akan memberikan kejelasan kepada publik bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan terjebak dalam praktik nepotisme dan korupsi, serta akan memperkuat legitimasi kepemimpinannya sebagai Presiden.


Judul Alternatif:

  1. “Prabowo dan Imbal Jasa: Waktunya Bertindak Tegas terhadap Gibran dan Jokowi”
  2. “Imbal Jasa Oposan: Harapan Hukum dan Keadilan dari Prabowo”
  3. “Dukungan Oposan untuk Prabowo: Balasan Hukum terhadap Gibran dan Jokowi”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Next Post

Jokowi “Saya Ridwan Kamil” – Awal Kekalahan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Jokowi “Saya Ridwan Kamil” – Awal Kekalahan

Jokowi "Saya Ridwan Kamil" - Awal Kekalahan

Alasan Erick Thohir Tunjuk Iwan Bule Sebagai Komut Pertamina

Timnas  Ditaklukkan Jepang, Erick Thohir  Minta Maaf 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...