Jakarta, FusilatNews – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lapisan bawah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di tingkat desa dan komunitas kecil.
“Program makan bergizi gratis telah meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa, kecamatan, serta lapisan ekonomi paling bawah,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menilai peningkatan konsumsi tersebut berkontribusi pada perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor pertanian, distribusi bahan pangan, hingga usaha mikro yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya menunjukkan tren positif, di antaranya penurunan tingkat kemiskinan serta membaiknya angka pengangguran terbuka.
Ia menyampaikan optimisme bahwa ekonomi nasional pada tahun ini dapat tumbuh lebih baik meskipun dunia sedang menghadapi berbagai tekanan global, termasuk ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
Menurut Prabowo, MBG juga merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional karena berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Dari lapisan paling bawah inilah ekonomi Indonesia akan bangkit menjadi lebih dinamis,” kata dia.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi domestik melalui peningkatan konsumsi rumah tangga dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

























