• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Prabowo – Sentil Zulhas – Jangan Ada Wisata Bencana

Menolak Wisata Bencana, Menghadirkan Tindakan

Ali Syarief by Ali Syarief
December 16, 2025
in Bencana, Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Hanya Zulhas Yg Memikul Beras

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam sebuah tayangan, Prabowo Subianto terdengar mendikte para menterinya dengan nada tegas dan tanpa basa-basi: “Jangan ada wisata bencana.” Kalimat itu pendek, tetapi maknanya panjang. Ia bukan sekadar larangan terhadap kunjungan seremonial, melainkan kritik terhadap cara negara—atau lebih tepatnya, para pejabatnya—memaknai penderitaan rakyat.

Bencana, dalam banyak peristiwa, kerap diperlakukan seperti panggung. Kamera menyala, rombongan datang, foto diambil, pernyataan disampaikan, lalu pergi. Rakyat yang sedang kehilangan rumah, air bersih, akses pangan, bahkan harapan, direduksi menjadi latar belakang visual untuk menunjukkan “kehadiran negara”. Inilah yang oleh Prabowo disebut sebagai wisata bencana—sebuah praktik yang lebih mementingkan citra ketimbang kerja nyata.

“Tidak perlu foto-foto hanya untuk menjelaskan hadir di situ,” katanya. Sebab kehadiran tanpa tindakan bukanlah empati, melainkan eksploitasi. Yang dibutuhkan bukan siapa yang datang, tetapi apa yang dibawa dan apa yang diselesaikan. Kehadiran pejabat seharusnya dimulai dengan satu pertanyaan sederhana: masalahnya apa, dan apa yang bisa langsung dikerjakan?

Prabowo menegaskan, datang ke lokasi bencana harus dengan tujuan yang jelas: mencari masalah, melihat kesulitan, dan mengambil tindakan. Rakyat di lokasi bencana bukan objek belas kasihan, bukan pula properti komunikasi politik. Mereka adalah subjek yang sedang berjuang bertahan hidup, dan negara wajib berdiri di sisi mereka dengan solusi, bukan dengan seremoni.

“Kurang air bersih, apa tindakannya?” pertanyaan ini sesungguhnya menampar cara kerja birokrasi yang sering berhenti di laporan. Air bersih bukan isu naratif, melainkan kebutuhan paling dasar. Maka yang ditunggu bukan konferensi pers, tetapi mobil tangki, instalasi darurat, dan kepastian distribusi. Demikian pula ketika wilayah terdampak kekurangan BBM, masih terisolasi, dan akses logistik terputus—yang diperlukan bukan pidato, melainkan keputusan cepat dan eksekusi lapangan.

Pernyataan “kita tidak mau ada wisata bencana” pada dasarnya adalah seruan etika kekuasaan. Bahwa kekuasaan tidak boleh menikmati penderitaan rakyat sebagai tontonan, apalagi sebagai alat pencitraan. Ia harus hadir dalam bentuk kerja: membuka isolasi, mengalirkan logistik, memulihkan layanan dasar, dan memastikan rakyat tidak dibiarkan sendirian menghadapi krisis.

Bencana selalu menyisakan luka. Tetapi yang membuat luka itu semakin dalam adalah ketika negara hadir hanya sebagai penonton yang sibuk mendokumentasikan kehadirannya sendiri. Di titik inilah peringatan Prabowo menjadi relevan: jika datang, datanglah untuk membantu. Jika tidak membawa solusi, lebih baik tidak datang sama sekali.

Sebab bagi rakyat, yang menyelamatkan bukan kamera, melainkan tindakan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah Jokowi : Asli Menurut Polisi, Meragukan Menurut Akal Sehat

Next Post

Ichinichi Ichizen dan Islam: Satu Hari, Satu Kebajikan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Ichinichi Ichizen dan Islam: Satu Hari, Satu Kebajikan

Ichinichi Ichizen dan Islam: Satu Hari, Satu Kebajikan

Harga Diri Macam Apa yang Dimaksud Ketua DPD Sutan Najamudin?

Harga Diri Macam Apa yang Dimaksud Ketua DPD Sutan Najamudin?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist