• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Presiden Diskriminatif, Langgar Etika

fusilat by fusilat
May 10, 2023
in Feature
0
Sinyal Dukungan Jokowi: Pilih Pemimpin yang Wajahnya Berkerut Serta Rambut Putih
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Radhar Tribaskoro

PRESIDEN Joko Widodo berdalih bahwa selain sebagai pejabat publik, ia juga seorang politikus. Dengan dalih itu ia membela diri atas rapat/diskusi dengan 6 partai koalisi pemerintah (2/5/2023).

Widodo tidak melibatkan partai koalisi pendukung Anies Baswedan dalam diskusi itu karena menurutnya itu “koalisi musuh”. Diskusi politik Widodo hanya diselenggarakan untuk “koalisi teman”. Dalam hal ini adalah koalisi parpol pendukung bacapres Prabowo Subianto dan bacapres Ganjar Pranowo.

Dengan demikian diskusi politik Presiden Widodo dan 6 partai politik di Istana Negara jelas tidak didesain untuk kepentingan negara-bangsa (semua warga negara), tetapi demi kepentingan politik sepihak. Apakah boleh? Apakah tidak melanggar etika bernegara?

Lepas dari itu, suatu entitas legal di bawah hukum NKRI, yaitu pribadi Anies Baswedan dan 3 parpol yang mendukung pencapresannya, pantaskah diperlakukan Presiden Widodo secara tidak setara dengan bacapres dan parpol lainnya?

Bolehkah dugaan bahwa Anies akan membatalkan semua program dan kebijakan yang dijalankan Widodo sekarang ini dipergunakan untuk membenarkan perlakuan tidak setara itu?

Etika Bernegara

Bicara etika semua orang mudah mengerti. Sebab etika itu intuitif, tidak perlu teori rumit untuk memahaminya.

Secara intuitif, etika adalah masalah adab, fatsoen untuk selalu memperlakukan sesama dengan baik dan adil. Misalnya, bila seseorang mengucapkan salam kepada Anda maka Anda wajib menjawab dengan salam yang baik, bahkan lebih baik.

Bila Anda seorang pemimpin dan mewajibkan pengikut Anda mematuhi kebijakan Anda maka Anda wajib memperlakukan semua pengikut Anda sama baiknya, sama adilnya. Begitu bukan?

Dalam hal ini saya ingin mengoreksi pernyataan Presiden Widodo. Dia bukan pejabat publik biasa, tetapi seorang Kepala Negara. Widodo juga bukan politikus biasa, tetapi politikus yang menjabat sebagai Kepala Pemerintahan.

Sebagai Kepala Negara Widodo mewajibkan seluruh rakyat mematuhi hukum negara. Sementara sebagai Kepala Pemerintahan mewajibkan seluruh rakyat  bayar pajak dan patuh kepada kebijakan, Perpres, Keppres dan Inpres yang dia bikin.

Jadi, dengan kedua kedudukannya itu Widodo mewajibkan seluruh rakyat patuh kepada dirinya. Etika bernegara dalam hal ini mewajibkan Widodo melayani dan memperlakukan seluruh rakyat Indonesia secara adil dan setara. Dengan kata lain, Presiden Widodo tidak boleh diskriminatif. Kebijakan, tindakan, ucapan, gestur presiden jangan bisa ditafsirkan sebagai “berat sebelah” atau mendahulukan seseorang atau kelompok lain (parpol) lebih dari yang lainnya.

Dalam hubungan ini, presiden berada dalam domain negara, dan oleh karenanya terikat kepada etika kenegarawanan.

Etika kenegarawanan tidak berlaku ketat kepada anggota DPR walau mereka adalah politikus sekaligus pejabat publik. Anggota DPR secara definitif adalah wakil rakyat, namun secara substantif wakil anggota dan konstituen partainya. Anggota DPR terikat kepada etika institusi dan partai politiknya.

Akan tetapi jika seorang anggota DPR diangkat menjadi menteri oleh presiden maka ia masuk ke ranah “domain negara”. Sebab sebagai anggota kabinet (pemerintahan) keputusan dan kebijakannya mewajibkan seluruh rakyat mematuhinya. Menteri dan pejabat setingkat, dengan demikian, terikat kepada etika kenegarawanan.

Nah, jika menteri saja harus berperilaku sebagai negarawan, taat pada etika kenegarawanan, apalagi presiden.

Petugas Partai

Apakah menteri dan presiden dapat dianggap sebagai petugas partai? Kita tidak bisa menerima presiden sebagai “petugas partai” bila itu berarti presiden boleh menggunakan semua kuasanya, semua fasilitas yang diberikan oleh negara, demi memberi keuntungan semata kepada partainya saja. Kepada koalisi partainya saja.

Namun kita bisa memaklumi bahwa menteri dan presiden pada umumnya membangun visi misi dan kepemimpinannya di partai politik. Kita memaklumi “petugas partai” sebagai orang yang mengemban misi dan visi yang ia peroleh dari kehidupannya di partai politik. Misi dan visi itu tentu berkenaan dengan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat, tanpa kecuali.

Presiden Diskriminatif

Jadi, dalam hal apa seorang kepala negara dan kepala pemerintahan boleh bertindak diskriminatif terhadap partai-partai  politik dan bakal calon-calon presiden? Apakah partai dan tokoh politik itu tidak patuh kepada negara? Apakah orang yang akan memilih mereka nanti tidak membayar pajak kepada negara?

Menurut hemat saya, tidak ada alasan Widodo mendiskriminasi Anies, pengusung dan pendukungnya. Bukankah mereka juga rakyat Indonesia yang wajib ia lindungi.

Lebih dari itu, tidak ada alasan apapun untuk mencurigai bahwa kebijakan pemerintahannya tidak akan dilanjutkan oleh presiden yang meneruskan jabatannya. Sebab setiap kebijakan dan program pemerintah pasti diputuskan melalui mekanisme kenegaraan yang baku.

Keputusan itu legal, dalam arti telah menjadi aturan dan hukum yang mengikat semua warga negara. Dalam konteks itu seorang presiden baru secara etika politik wajib meneruskan kebijakan presiden sebelumnya.

Jadi ketakutan Widodo kepada Anies terkait kesinambungan programnya sangat tidak berdasar. Lalu dari mana asal ketakutan Widodo itu?

Ketakutan itu muncul dari kecurigaan. Kecurigaan itu mungkin terkait dengan kebijakan radikalisme rezim Widodo. Kebijakan itu menjadikan semua orang yang tidak mendukung Widodo sebagai musuh alias kelompok lawan.

Anies Baswedan yang menjadi bacapres tanpa restu Widodo karena itu dianggap sebagai musuh, yang dicurigai bakal balas dendam.

Joko Widodo merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan pencapresan Anies. Ini artinya Widodo dihantui dan dimakan bayangannya sendiri. 

Radhar Tribaskoro aktivis pergerakan Pro-Demokrasi, inisiator KPU WatchDog

Senin, 08 Mei 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Untuk Pertama Kali Timor Leste Hadiri KTT ASEAN

Next Post

Komisi Yudisial Resmi Buka Pendaftaran CHA dan Hakim Ad Hoc HAM 2023

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Komisi Yudisial Resmi Buka Pendaftaran CHA dan Hakim Ad Hoc HAM 2023

Komisi Yudisial Resmi Buka Pendaftaran CHA dan Hakim Ad Hoc HAM 2023

KPK Membangun Dalih Dengan Analisis Terkait Turunnya Indeks Persepsi Korupsi

TPK Suap Proyek Bandung Smart City, KPK Periksa Enam PNS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist