Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen mempertahankan penyelenggaraan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL). Program ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai konten pengetahuan lokal sebagai sumber literasi riset dan inovasi bagi publik. Memasuki tahun kedua, BRIN akan selalu berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan program APL, dengan harapan dampak dari setiap karya yang akan diakuisisi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Melalui akses dan pemanfaatan gratis, memotivasi para periset, akademisi, mahasiswa, pelajar, konten kreator, dan lain-lain, meningkatkan produktivitas, visibilitas, dan aksesbilitas yang pada akhirnya sebagai bentuk meningkatkan peran pemerintah dalam penyediaan sumber literasi yang kredibel, mudah, dan merata untuk diakses seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, program ini juga akan meningkatkan upaya kolaboratif dengan berbagai pihak dalam upaya penjaringan konten (Open Call). Karena itulah, BRIN melalui Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi akan melakukan sosialisasi program ini melalui kegiatan Kick off Webinar Series: Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dalam Bentuk Buku dan Audiovisual, Rabu, 1 Februari 2023.
Jakarta, 31 Januari 2023. Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan program yang dimaksudkan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai konten pengetahuan lokal sebagai sumber literasi riset dan inovasi bagi publik. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, program ini diharapkan turut memastikan bahwa seluruh kekayaan pengetahuan sumber daya alam dan budaya lokal di seluruh penjuru tanah air dapat terjaga dan terkonservasi secara tepat, akurat, dan berkelanjutan untuk diturunkan ke generasi berikutnya, dalam bentuk dokumentasi yang kredibel dan inovatif.
“Selain itu, upaya memunculkan berbagai pengetahuan lokal ke permukaan ditujukan menjadi pemicu kreativitas bagi para periset di lingkungan BRIN, untuk dapat melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan teknologi atas suatu pengetahuan lokal atau produk melalui kegiatan riset dan inovasinya,” kata Handoko.
Sejatinya, Program APL ini telah memasuki tahun keempat, sebab kali pertama diselenggarakan pada tahun 2020 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah terintegrasi ke dalam BRIN.
“Pada tahun 2023, Program APL akan lebih meningkatkan kualitas dari setiap karya yang akan diakuisisi. Selain itu, juga akan meningkatkan upaya kolaboratif dengan berbagai pihak dalam upaya penjaringan konten (Open Call),” ungkap Handoko.
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono menjelaskan, BRIN akan membuka beberapa skema sebagai upaya kolaborasi, yaitu Call for Content Creator dan Bengkel Karya Audiovisual; Call for Book Chapter, dan Call for Book Paper, dengan tema-tema seperti kesehatan, pangan dan energi, sosial dan humaniora, serta sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Agus, program ini melibatkan peran aktif seluruh masyarakat, baik peneliti, dosen, mahasiswa, pelajar, maupun komunitas dan para pegiat literasi dan kebudayaan yang notabene sebagai kreator ataupun penulis. “Konkretnya, BRIN berupaya menjaring berbagai konten yang memuat pengetahuan lokal untuk dapat diterbitkan dan didiseminasikan secara akses terbuka dan gratis melalui kanal publik yang dikelola BRIN,” terang Agus.
Melalui upaya ini, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan berbagai konten pengetahuan lokal yang kredibel dan inovatif, khususnya terkait dengan pengetahuan lokal dan hasil-hasil riset.
Sebagai informasi, Webinar Series: Program Akuisisi Pengetahuan Lokal dalam Bentuk Buku dan Audiovisual akan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 1, 8, dan 15 Februari 2023.
Sumber, dikutip dari brin.go.id


























