Oleh Sadarudin el Bakrie – Pengamat Ekonomi Politik. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jember
Manufer komunikasi politik Partai Nasional Demokrat (Nasdem)pimpinan Surya Paloh saat ini menarik perhatian para pengamat dan komentator politik.
Sejak Nasdem mendeklarasikan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) Pemilu 2024
Rupanya muncul sentimen Presiden Jokowi kepada Ketua Nasdem, hal ini diperlihatkan oleh perilaku Jokowi kepada Nasdem. Jokowi tak bersedia memberikan ucapan selamat dan hadir pada ulang tahun Nasdem. Tentu saja ini dipandang luar biasa bagi analis politik saat menjelang pemulu 2024 mendatang.
Situasi yang tidak menguntungkan kalau sampai Nasdem “konfrontasi” melawan Jokowi, sebagai pimpinan partai pendukung pemerintah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mulai mengajukan permintaan untuk bertemu dengan Jokowi di Istana.
Selanjutnya Presiden Jokowi bertemu dengan Surya Paloh di Istana Kamis 26 Januari 2023 lalu.
Surya Paloh menjelaskan , pertemuannya dengan Jokowi pada Kamis 26 Januari terasa hangat, masih seperti sedia kala. “Saya tidak melihat ada perubahan. Suasana penerimaan baik, dalam apa saja yang saya pahami, dalam memahami komunikasi ya, kata Paloh Rabu (1/2/2023)
Pertemuan Presiden Jokowi berlangsung cukup lama dan kesempatan itu rupanya dimanfaatkan untuk membahas suasana menjelang Pemilu 2024.
“Dalam suasana menjelang pemilu memang multitafsir di mana saja, kapan saja oleh siapa saja. Tapi yang jelas bahwasanya pertemuan dengan Pak Jokowi itu ada, dalam waktu yang relatif seperti biasa” kata Paloh
Pada hari yang sama di tempat terpisah juga ada pertemuan antara Wakil Ketua Partai Nasdem Ahmad Ali juga mengadakan komunikasi politik dengan Gerindra-PKB.
Pertemuan Nasdem dengan Gerindra-PKB yang sudah menentukan Prabowo Subianto sebagai bacapres Pemilu 2024 tentu saja menarik perhatian para pengamat dan analis. Karena Nasdem sudah jauh hari menetapkan bacapres, mengapa mendekatii koalisi pesaing yang sudah menentukan Bacapres?
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan, perbincangan Gerindra-PKB dengan Nasdem adalah kemungkinan bergabung ke koalisi. Katanya,
“Politik itu dinamis dan peluang untuk bergabung dan berpisah atau bubar dari konsolidasi sekarang, ada kemungkinan itu.”
Menurut Huda, Nasdem sama sekali tak menyebut Anies dalam pertemuan mereka
.Anies tak disinggung, meski sebagai capres saat di Kantor DPP Partai Golkar pada Rabu (1/2/2023) dan disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Selama pertemuan yang berlangsung dua jam di dalam Kantor DPP Golkar. Usai bertemu, Surya Paloh mengungkapkan beberapa perbincangan di dalam, salah satunya adalah soliditas dukungan kepada pemerintahan Jokowi.
“Semuanya mempunyai kepentingan untuk membawa misi, bagaimana membangun kesadaran masyarakat, kematangan mereka dalam menyerap informasi, dan menjaga common sense, sekaligus menjaga kepentingan stabilitas nasional, untuk berdamai membangun kemajuan bangsa,” kata Surya.
Bagi Airlangga, menerima Surya Paloh di DPP Golkar seperti menerima kerabat lama yang kembali ke rumah.
“Sehingga tentu komunikasi, dan silaturahmi antara Partai Golkar, saya dan Pak Surya Paloh selalu terjaga, dan ini sebuah komitmen politik,” ucap Airlangga.
Kedua elite partai politik ini juga menunjukan sikap sama untuk membuka peluang kerja sama politik.
“Apakah (Nasdem) akan mungkin bergabung dengan KIB? Ya sama-sama mungkin. Mungkin KIB juga bergabung dengan Nasdem kan? Jadi kemungkinan itu masih terbuka,” kata Surya Paloh.
Kata itu disambut Airlangga dengan mengatakan “Kami sambut home coming, pulang ke rumah, dan Partai Golkar, partai yang lain terbuka juga dengan Partai Nasdem, dan Pak Surya Paloh.”
Kedekatan Surya Paloh dengan koalisi partai politik pendukung pemerintahl mendorong PKS menemui Surya Paloh
Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman bersama rombongan datang ke Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat (3/2). Mereka melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tentang pembahasan Sekretariat Perubahan, dan piagam deklarasi Koalisi Perubahan
Ketua DPP Partai Nasdem Sugeng Suparwoto mengungkapkan bahwa piagam deklarasi Koalisi Perubahan sudah jadi. Ia bahkan mengatakan tinggal menunggu pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Nasdem menandatanganinya.
(Poin deklarasi sudah semua, itu kan fungsinya tim kecil. Kami yang menyiapkan, tinggal kita cari momentum hari, bulan, tanggal yang baik saja,” ujar Sugeng usai pertemuan.
Berdasarkan analisis diatas dengan berlindung dibalik argumentasi kepentingan stabilitas nasional, Surya Paloh sedang menggalang dukungan kepada pemerintah pimpinan Presiden Jokowi sekaligus menjaga dan meningkatkan leverage Parai Nasdem dihadapan Mitra koalisi yaitu Partai Demokrat dan PKS.


























