• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Program Kompor LIstrik: ‘Bangkit dari Kubur’ Cari Sasaran Keluarga Kaya, Menggantikan Keluarga Miskin

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
January 18, 2024
in Economy
0
Program Kompor LIstrik: ‘Bangkit dari Kubur’ Cari Sasaran Keluarga Kaya, Menggantikan Keluarga Miskin

Pemerintah melakukan peralihan konsumsi gas elpiji ke kompor listrik (pikiran-rakyat.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Orang kaya tidak perlu dijadikan target bantuan, mereka punya banyak sekali opsi sumber energi yang dapat mereka manfaatkan. Orang-orang kaya hanya perlu regulasi pendukung supaya mereka tidak dapat membeli BBM dan LPG bersubsidi dengan target masyarakat golongan menengah ke bawah,” kata Daymas

Jakarta – Fusilatnews – Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (Sekjen DEN) ESDM Djoko Siswanto, dalam konferensi pers capaian sektor ESDM, Rabu (17/1/2024). Program kompor listrik yang sudah dihentikan tahun lalu ‘bangkit dari kubur’ dan mencari sasaran baru, yaitu keluarga kaya.

Pada 2022 lalu sasaran program ini sempat mendapatkan penolakan dan karena itu harus dihentikan pada September 2022 lalu. Namun, kali ini program tidak menyasar orang miskin.

Usai hilang dari permukaan sejak September 2022 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencoba menghidupkan kembali proyek kompor listrik. Luhut disebut memberi titah agar program yang sudah dikubur itu bisa dikaji ulang.

“Kemarin Pak Luhut mimpin rapat, saya hadir untuk dimulai lagi kompor induksi. Jadi, kemarin yang sempat dihentikan coba dikaji lagi, dimulai lagi,” klaim Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Bedanya, sekarang orang kaya yang akan menjadi target utama. Kelas menengah atas disasar untuk membantu memuluskan proyek kompor listrik ini.

Djoko menyebut biaya pembagian kompor induksi sebesar Rp2 juta cukup mahal bagi masyarakat miskin menjadi alasannya. Beda dengan orang kaya, di mana mereka juga tak perlu berkelahi dengan dilema menaikkan daya listrik.

“Kalau dimulai dari masyarakat yang miskin, ya tidak akan mulai-mulai transisi, sampai sekarang angkanya rendah terus. Jadi, kompor induksi terus digalakkan, tidak diberhentikan, namun dimulai dari menengah ke atas,” tutupnya.

Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga menilai sebelum memulai kembali program tersebut, pemerintah perlu melihat ulang urgensi proyek kompor listrik. Ia mempertanyakan apa sebenarnya target yang mau dicapai pemerintah sehingga ngotot jalan terus dalam proyek ini.

Daymas menegaskan adanya ketidakjelasan target dan tujuan kebijakan kompor listrik pada akhirnya menjadi hambatan utama program tersebut.

“Orang kaya tidak perlu dijadikan target bantuan, mereka punya banyak sekali opsi sumber energi yang dapat mereka manfaatkan. Orang-orang kaya hanya perlu regulasi pendukung supaya mereka tidak dapat membeli BBM dan LPG bersubsidi dengan target masyarakat golongan menengah ke bawah,” kata Daymas

Energy Watch menegaskan solusi kebutuhan energi rumah tangga di Indonesia tidak bisa dipukul rata kudu memakai kompor listrik. Misalnya, masyarakat yang tinggal di pesisir lebih layak mendapatkan kompor surya. Pasalnya, sumber energi surya banyak tersedia di lingkungan mereka.

Sebaliknya, masyarakat perkotaan menurutnya lebih pas disesuaikan dengan keberadaan sumber jaringan gas alam yang tersedia. Begitu pula dengan warga di sektor pertanian atau peternakan bisa didorong menggunakan kompor biogas.

Di lain sisi, Direktur Energy Shift Institute Putra Adhiguna paham masalah rantai pasok LPG memang cukup kompleks dan melibatkan banyak kepentingan.

karena itu Putra memprediksi akan ada potensi perlawanan yang timbul saat pemerintah menjalankan program kompor listrik ini.

Menurut Putra, kepala negara perlu komitmen kuat untuk mendukung kebijakan yang berbasis data objektif. Apalagi Indonesia sudah terlampau lama bergerak pelan dalam menggeser penggunaan LPG impor.

Ia memprediksi ada dua masalah utama yang akan timbul dalam proyek kompor listrik. Pertama, protes atau keberatan dari para golongan kelas menengah ke atas.

Menurutnya, sangat mungkin golongan mampu tersebut selama ini ternyata menggunakan LPG subsidi yang seharusnya untuk rakyat miskin. Pada akhirnya, penggunaan kompor listrik dengan tarif reguler akan dirasa memberatkan.

“Kedua, rumah tangga mampu bisa juga memerlukan kompor yang lebih besar dan menuntut anggaran lebih. Harus ada monitoring yang jelas untuk memastikan penerima benar-benar menggunakan kompor yang dibagikan,” tuturnya.

Putra menekankan kompor listrik tidak cukup untuk menangani masalah dasar dalam ketidaktepatan subsidi LPG selama ini. Perlu jalan lain yang ditawarkan pemerintah, asalkan perencanaan, anggaran, dan eksekusinya bisa dipertanggungjawabkan.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro juga skeptis dengan manfaat kompor listrik. Terutama, jika target yang disasar pemerintah adalah mengurangi oversupply pasokan listrik di Indonesia. Menurutnya, konsumsi listrik rumah tangga tidak terlalu besar.

“Kalau targetnya memanfaatkan oversupply, efektif (atau tidak), ya relatif. Karakteristik pengguna listrik di Indonesia ini kan paling banyak di rumah tangga, tapi konsumsi paling besarnya justru ada di industri dan komersial. Artinya, kalau kebijakan di sektor rumah tangga gak bisa diharapkan konsumsinya sebesar di industri,” tutur Komaidi.

“Tapi kalau itu bagian dari upaya secara bertahap mengenalkan kompor listrik agar impor LPG tidak terlalu banyak, itu mungkin justifikasi yang lebih pas,” imbuhnya.

Komaidi mengatakan semakin cepat eksekusi program kompor listrik bagi orang kaya bisa makin baik. Terlebih, golongan menengah ke atas tidak ada isu terkait daya listrik.

Menurut Komadi meski prosesnya tidak bisa langsung menghapus 100 persen penggunaan LPG. program kompor listrik bisa berjalan paralel, di mana porsi pemakaiannya bakal lebih banyak ketimbang LPG.

“Kalau target menengah atas harusnya tidak ada isu molor atau tidak. pada 2022 kan terkait kelompok menengah bawah, subsidi, hingga pembagian kompor listrik yang ada problem menyoroti transparansi dari program dijalankan,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi PLN Iwa Garniwa mewanti-wanti batu sandungan yang berpotensi timbul. Menurutnya, jika kepentingan industri gas masih banyak, hampir pasti berbagai alasan muncul dan menunda program kompor listrik.

Iwa sependapat bahwa kompor listrik bukan satu-satunya upaya menyelesaikan masalah oversupply listrik. Menurutnya, manfaat utama proyek ini adalah menekan penggunaan LPG.

“Sebaiknya wajib bagi golongan dengan daya beli tinggi (mengikuti program kompor listrik). Selain langganan listriknya memenuhi, juga daya belinya kuat untuk membeli kompor listrik,” sarannya kepada pemerintah.

Sekjen Dewan Energi Nasional Kementerian ESDM Djoko Siswanto belum merinci lebih lanjut bagaimana detail skema kompor listrik untuk orang kaya ini. Ia hanya menegaskan pemerintah baru akan memulai dengan tahap sosialisasi.

Djoko menegakan pemerintah menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk memulai sosialisasi kepada kelompok menengah atas.

“Tahap awal kita sosialisasikan terlebih dahulu melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan bahwa penggunaan kompor listrik lebih murah, aman, dan bersih serta tata cara penggunaannya,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Umumkan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1445 H/2024 M

Next Post

Jadwal Pilkada Serentak 2024 Masih Bisa Berubah

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Di Tengah Krisis Energi Global, Indonesia Jajaki Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Pasokan
Economy

Di Tengah Krisis Energi Global, Indonesia Jajaki Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Pasokan

July 20, 2026
Economy

DARI PEMBANGUNAN SEMESTA KE EKONOMI KEDAULATAN: MENGHIDUPKAN KEMBALI NEGARA PERENCANA YANG KONSTITUSIONAL

July 20, 2026
Economy

Implementasi Manajemen Induk Koperasi Kosgoro dan Pilot Project – Koperasi Primer Namara (Analisis Risiko dan Pengendaliannya)

July 19, 2026
Next Post
Jadwal Pilkada Serentak 2024 Masih Bisa Berubah

Jadwal Pilkada Serentak 2024 Masih Bisa Berubah

PB NU dan Kubu Ganjar Mulai Kampanye Jegal Anies dengan Seruan Jangan Pilih Calon Didukung Abu Bakar Baasyir dan Amin Rais

PB NU dan Kubu Ganjar Mulai Kampanye Jegal Anies dengan Seruan Jangan Pilih Calon Didukung Abu Bakar Baasyir dan Amin Rais

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist