Damai Hari Lubis-Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212
Suara Paslon No. 2 banyak yang lari mendekat ke Paslon No. 1 karena konstituen Golkar, Gerindra & PAN, termasuk pendukung para caleg Demokrat yg dulu di 2019 banyak iginkan perubahan dan perubahan itu ada di AMIN. Bahkan suara grassroot yg ada di Paslon No.3. PPP, nampak banyak hijrah ke AMIN.
Dan kantong² suara ini, yakin dijaga oleh peran serta pengawal dari tim ses hukum tuk kemenangan AMIN yg sudah mulai menjamur mengadakan pelatihan disetiap propinsi dan kota/kab. sebagai wujud tanggung jawab pengawalan sebagai tim relawan.
Maka ketika ada pihak/indvidu-individu yang menyatakan bahwa paslon No. 2 akan menang satu putaran, itu absurd. Tepatnya sekedar mimpi disiang hari. Jauh panggang dari api.
Sebaliknya justru estimasi riil dari gejala-gejala perkembangan/dinamika politik yang ada, maka sesuai prediksi dan fenomena realitas, justru paslon No.2 yg akan tersingkir diputaran pertama. Penyebabnya adalah karena rakyat sadar faktor kepemimpinan no.2 ada bertengger Gibran bin Joko Widodo, plus Prabowo Subianto, tokoh orde baru yang amat kesohor dengan hight tempramental, amat loyal dan kagum dengan kepemimpinan JKW. Artinya ia identik lanjutkan sistim Jkw. Sedari awal paslon No. 3 sudah nyatakan akan melanjutkan program Jkw, walaupun, tidak jelas entah apa agenda yang hendak dilanjutkannya itu. Padahal kita mencatat, semua sistim ekonomi politik dan hukum, eksitensi-nya absurd, kabur, tidak jelas arah, yang ada perilaku politik. Janji ekonomi meroket namun praktiknya nyungsep dan penegakan hukum semrawut kusut, melalui diskresi penguasa yang serba overlapping.
Selanjutnya keinginan kuat bangsa ini menuju perubahan dari sistim dengan segala prototipe yang mengarah ke antitesa pribadi Jokowi; attitude kepemimpinan yang amburadul yang dibangun seorang sosok Jkw, yg berciri “Politik dinasti jabatan” melalui nepotism dan politik kekuasaan, yang tentunya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ketatanegaraan yang terdapat di UUD 45. Salah satu contoh, di era Jkw malah arah pembangunan Ekonomi, politik Jkw, dinilai publik lebih condong ke RRC. Negara super power komunis saat ini, dan China komunis ini, malah dijadikan sebagai sumber negara utang rakyat RI dengan nilai yang cukup fantastis.
Maka prediksi yang mendekati kenyataan disertai fenomena & dinamika politik yang ada justru AMIN tidak mustahil menang cukup dalam satu ( 1 ) putaran dengan catatan Pemilu Pilpres dilaksanakan sesuai system demokrasi yang Luber dan jurdil alias Tidak Curang.





















