Dalam sebuah tur bersama para jurnalis China dan Indonesia di lokasi konstruksi, Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menegaskan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang menghadapi tahun krusial karena dijadwalkan akan dibuka pada Juni tahun ini.
Budi Karya berharap para pekerja dari Indonesia dan China terus bekerja sama secara erat, dan memastikan peluncuran kereta cepat itu tepat waktu
Sebelumnya diberitakan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) diharapkan masih bisa selesai tepat waktu sesuai target Juni 2023, meski adanya hambatan karena kecelakaan maut yang mengharuskan sebagian proyek dihentikan sementara waktu.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyatakan proyek diharapkan bisa tetap selesai pada Juni 2023, sekaligus mulai beroperasi seperti target yang ditetapkan. “Diharapkan target tetap sesuai rencana,” ujarnya, Selasa (20/12/2022).
Proyek ini semakin tidak jelas karena tak kunjung selesai. , Proyek Strategis Nasional (PSN) itu sudah molor sejak target awal yakni 2019. Kini, penyelesaian proyek terancam mundur lagi setelah pekerjaan di ruas jalur lokasi kecelakaan dihentikan sementara waktu.
PT KCIC menjadi bagian dari masyarakat Indonesia untuk membangun lebih dari sekadar transportasi dan menawarkan lebih dari sekadar bisnis dengan menciptakan harmonisasi dan kombinasi transportasi dan integrasi regional secara berkelanjutan.
Berdiri pada Oktober 2015, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd, dengan bisnis utama di sektor transportasi publik dengan skema business to business (B2B).
Hadir untuk mengembangkan infrastruktur transportasi massal perkeretaapian tanah air, PT KCIC saat ini merupakan pemilik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah Indonesia sesuai dengan Perpres No. 3/2016.
Selain pengembangan infrastruktur transportasi publik, PT KCIC turut berupaya menunjang peningkatan produktivitas masyarakat di sepanjang trase kereta cepat melalui pengembangan kawasan terintegrasi atau Transit Oriented Development (TOD) di setiap area stasiun yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
Konsep TOD yang dipadukan dengan kereta cepat diyakini dapat meningkatkan kemudahan akses wilayah, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah sekitar..

























