Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung mendapat Sorotan Tajam, Proyek transportasi ambisius tersebut menghadapi masalah besar, terutama dari sisi pendanaan. Selain itu banyak alasan Project tersebut banyak menuai keritikan. Terbaru china meminta pemerintah Indonesia turut menanggung pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Dengan Biaya cost overrun yang diidentifikasi sebesar US$1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun sesuai temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pakar ekonomi Profesor Didik J. Rachbini mengatakan tidak perlu dilanjutkan. Terlebih, pihak China sebagai investor telah melimpahkan biaya pembengkakkan kepada pemerintah Indonesia. Ekonom senior dari Indef bahkan menyebut proyek kereta cepat tersebut sebagai proyek mengada-ada.
Ia mengatakan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak perlu dilanjutkan karena akan menambah beban utang negara kepada China.
“Itu menjadi skandal nasional, Menhubnya kan sudah tidak mau dulu Jonan,” tegasnya dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/8).
Rektor Universitas Paramadina, ini meminta DPR RI untuk segera membentuk panitia khusus untuk mengungkap proyek kereta cepat terkait dugaan adanya potensi korupsi skala nasional.
“DPR bikin pansus saja, kalau enggak mau bikin pansus berarti DPR banci,” sambungnya
Sumber : rmol.id

























