• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PSI Mulai Garap Pesantren: Ketika Umat Hanya Dijadikan Komoditas Politik

fusilat by fusilat
November 16, 2025
in Feature, Politik
0
PSI Mulai Garap Pesantren: Ketika Umat Hanya Dijadikan Komoditas Politik

Istimewa - Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kunjungan jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke sejumlah kiai dan tokoh pesantren di Ciamis, Jawa Barat, mungkin dibungkus dengan retorika “silaturahmi”, “menghormati ulama”, dan “memohon doa”. Tetapi, bagi umat Islam yang sudah terlalu sering menjadi korban pendekatan musiman, kunjungan ini lebih mirip sebuah pola lama yang dibungkus wajah baru: umat hanya dicari ketika suara dibutuhkan.

Ahmad Ali, Ketua Harian PSI, datang dengan narasi manis—bahwa PSI ingin memastikan langkah politiknya tetap santun, penuh etika, dan berlandaskan nilai agama. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: mengapa kedekatan dengan pesantren selalu muncul menjelang kontestasi politik? Mengapa tiba-tiba ada kebutuhan mendesak untuk “merawat kedekatan dengan nilai Islam”, padahal selama ini PSI cenderung tampil sebagai partai yang sering bertabrakan dengan aspirasi mayoritas umat?

Retorika seperti “memohon berkah dan bimbingan” atau “memastikan langkah tetap membawa kemaslahatan” selalu terdengar indah di telinga. Tetapi umat Islam di negeri ini sudah terlalu sering dibuai janji manis politisi—datang dengan senyum, pulang membawa suara, lalu hilang ketika umat membutuhkan keberpihakan nyata pada isu-isu substansial. Di sinilah kritik tajam harus diarahkan: umat Islam bukan panggung pencitraan, bukan lumbung suara yang bisa dieksploitasi saat pemilu tiba.


Menggoreng Islam Saat Pemilu, Melupakan Umat Ketika Berkuasa

Ini bukan soal PSI saja. Ini penyakit hampir semua partai: begitu mendekati pilpres atau pileg, pesantren menjadi tujuan wisata politik. Para politisi berbondong-bondong datang membawa kata-kata mutiara, doa, dan kamera media. Namun setelah pesta demokrasi usai, pesantren kembali berjalan sendiri menghadapi realitas keterbatasan anggaran, minim fasilitas, dan minim keberpihakan kebijakan.

Umat Islam telah berkali-kali melihat bagaimana partai-partai yang awalnya tampil “merakyat” justru kemudian menjadi bagian dari kekuasaan yang melahirkan kebijakan-kebijakan yang melukai umat: mulai dari pembiaran kriminalisasi tokoh agama, pembungkaman kritik, sampai politik dinasti yang mengabaikan etika publik.

Lantas kini PSI—yang sejak awal tampil sebagai partai anak muda kota—tiba-tiba ingin menunjukkan kedekatan spiritual? Tentu publik berhak curiga. Terlebih ketika salah satu kiai bahkan menyebut seloroh “PSI = Partai Solidaritas Islam”. Jika itu bukan bagian dari upaya bermain simbol identitas menjelang kontestasi, lalu apa?


Umat Bukan Objek yang Bisa Ditipu Berkali-kali

Saatnya umat Islam bersikap: jangan lagi memberikan ruang pada partai mana pun yang hanya datang ketika butuh suara. Islam bukan alat legitimasi politik. Pesantren bukan panggung pencitraan. Kiai bukan ornamen kampanye. Dan umat bukan obyek yang bisa ditipu dengan narasi harmoni setiap lima tahun sekali.

Partai mana pun yang sungguh-sungguh ingin dekat dengan umat, mestinya konsisten membela nilai keadilan, moral, dan keberpihakan sosial dalam setiap kebijakan negara. Bukan sekadar safari politik sesaat.

PSI boleh saja bicara tentang akhlak, moral, dan bimbingan ulama. Tetapi umat juga berhak bertanya: di mana konsistensi mereka ketika kebijakan pemerintah berjalan melawan nurani publik? Di mana suara PSI ketika rakyat butuh keberanian moral untuk menolak penyimpangan kekuasaan?


Saatnya Umat Menolak Pencitraan Politik Atas Nama Agama

Kunjungan PSI ke pesantren Ciamis mungkin disambut dengan ramah—sebagaimana tradisi pesantren yang selalu menjunjung adab. Tetapi ramahnya kiai tak boleh dibaca sebagai dukungan. Dan umat tak boleh kembali terjerat jebakan retorika yang sama.

Kini waktunya menyampaikan pesan tegas:

Umat Islam harus menolak partai-partai yang mengelabui umat dengan pencitraan religius untuk menutupi agenda politik mereka.
Umat harus menolak diperlakukan sebagai sekadar ceruk suara yang bisa dipanen.
Umat harus mendukung partai yang benar-benar konsisten membela kepentingan umat, bukan hanya pandai berselancar dalam simbol-simbol agama.

Jika PSI sungguh ingin membuktikan keseriusan mereka, biarkan itu tampak dalam kebijakan, sikap politik, dan keberanian mereka menegakkan moral, bukan hanya dalam safari pesantren menjelang musim kontestasi.

Karena umat sudah lelah menjadi komoditas—dan sekarang waktunya melawan dengan kesadaran politik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Harimau Pramono Anung, Gosip Daging Hilang, dan Drama Lima Kilo Sehari

Next Post

Kejati Sumut Obok-obok Kantor Inalum, Jejak Transaksi Aluminium 2019 Mulai Terbuka

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Kejati Sumut Obok-obok Kantor Inalum, Jejak Transaksi Aluminium 2019 Mulai Terbuka

Kejati Sumut Obok-obok Kantor Inalum, Jejak Transaksi Aluminium 2019 Mulai Terbuka

Prestasi yang Dipoles, Realitas yang Tersingkap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist