• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Puan Maharani dan “The Last Samurai”

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
September 23, 2022
in Feature
0
Pilpres 2024, Politikus PDIP Tegaskan Capres Hanya Puan Maharani
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta. 

JAKARTA – Film “The Last Samurai” (2003) yang disutradarai Edward Zwick berkisah tentang Katsumoto (diperankan Ken Watanabe), samurai terakhir yang mencoba mempertahankan tradisi Jepang serta menolak modernisasi dan westernisasi. Katsumoto berjuang mempertahankan tradisi sampai titik darah penghabisan.

Di Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun sedang mencoba berjuang mempertahankan tradisi. Dalam konteks Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, tradisi dimaksud adalah tradisi politik.

Megawati menggunakan putrinya, Puan Maharani, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP sebagai samurai terakhir untuk mempertahankan tradisi politik itu.

Lalu, tradisi politik semacam apa yang hendak dipertahankan Megawati? Ibarat Katana, pedang samurai yang dipegang putri Proklamator RI Soekarmo itu bermata dua. Satu mengarah ke dalam, satunya lagi mengarah keluar. 

Ke dalam, yakni ke internal PDIP, Megawati ingin partainya itu konsisten dengan paham Marhaenisme ala Bung Karno yang dianutnya. 

PDIP sebelumnya bernama PDI yang berdiri pada 10 Januari 1973. PDI merupakan reinkarnasi dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno tahun 1927. Ideologi PNI adalah Marhaenisme.

Bukankah banyak kader PDIP yang berjiwa Marhaenisme? Tidak salah. Cuma mereka adalah cucu-cucu ideologis Bung Karno. Sedangkan Puan, selain cucu ideologis adalah cucu biologis Bung Karno. Jadi, Puan “two in one”.

Sebab itu, kata politikus senior PDIP Trimedya Panjaitan, partai berlambang kepala banteng ini harus tetap dalam “genggaman” trah atau dinasti Bung Karno.

Keluar atau ke negara ini, Megawati ingin Indonesia konsisten dengan ideologi Pancasila yang di dalamnya ada Bhinneka Tunggal Ika. Megawati selalu cemas dengan dinamika politik sektarian di Indonesia yang diwarnai radikalisme agama. Sebab itu, ia pernah mengkhawatirkan apa yang akan terjadi dengan bangsa ini jika dirinya sudah tidak ada lagi. Jawabannya adalah nasionalisme dan Pancasila harus terus digelorakan. 

Sebab itulah, Megawati hampir dapat dipastikan akan mengajukan Puan Maharani sebagai calon presiden dari partainya pada Pemilihan Presiden 2024.

Bukankah ada kader PDIP lainnya yang justru elektabilitasnya jauh lebih tinggi dari Puan, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo? Tidak salah. Tapi Ganjar hanyalah cucu ideologis Bung Karno, bukan cucu biologis. Sedangkan Puan selain cucu ideologis adalah cucu biologis Bung Karno. Puan “two in one”.

Ikhwal elektabilitas, Megawati berpegang pada preseden yang sudah ada, yakni Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu Jokowi yang di awal “start” elektabilitasnya kalah jauh dari Fauzi Bowo akhirnya dapat mengalahkan calon petahana itu. Saat itu Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama diusung PDIP dan Partai Gerindra. Begitu pun Ganjar Pranowo pada Pilkada Jawa Tengah 2013.

Samurai Terakhir

Bagi Megawati, Puan Maharani adalah samurai terakhir. Dari sisi usia, tampaknya tahun-tahun ini adalah kesempatan pamungkas Megawati menjadi “queen maker” dalam pilpres.

Maka, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan Puan, siapa lagi. Jika kesempatan Pilpres 2024 nanti lewat bagi Puan, mungkin kesempatan itu tak akan pernah datang lagi. Kesempatan tak akan pernah datang dua kali.  “Now or never”, mungkin itulah yang berkecamuk dalam benak Presiden ke-5 RI itu. 

Jika momentum Pilpres 2024 lewat bagi Puan, trah Bung Karno pun akan terlempar dari episentrum kekuasaan. Bukan hanya kekuasaan di pemerintahan, melainkan juga kekuasaan di PDIP. 

Jika Puan gagal menjadi presiden atau wakil presiden pada 2024 nanti, kemungkinan besar istri dari Happy Hapsoro itu pun akan tidak mudah mewarisi kursi Ketua Umum PDIP yang akan ditinggalkan ibundanya. Atau paling tidak tak semudah Agus Harimurti Yudhoyono mewarisi kursi Ketua Umum Partai Demokrat dari ayahandanya, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sekali tepuk, dua nyamuk terantuk. Dengan menjadi presiden/wapres, otomatis kursi Ketua Umum PDIP dalam genggaman Puan. “One in two”. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jepang akan memulai penelitian tentang tempat-tempat di Bulan dan Mars untuk manusia

Next Post

Barat dan Politisasi Isu Xinjiang China

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Next Post
Barat dan Politisasi Isu Xinjiang China

Barat dan Politisasi Isu Xinjiang China

Menyimak Instagram Bangsa Miring

Demokrasi Sehat tidak membenturkan Rakyat dengan Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist