• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rakyat Punya Cara Sendiri Melawan Oligarki

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 16, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Aktivis Sipil Gedor Rapat Panja RUU TNI di Hotel Fairmont, Protes Pembahasan Tertutup

Istimewa - Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Bila rakyat tidak berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

Jakarta – Mungkin terinspirasi oleh puisi “Peringatan” (1996) karya Widji Thukul (1963-1998) itulah sekelompok pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan merangsek masuk ke ruangan Hotel Fairmont di Senayan, Jakarta Pusat, tempat Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (Panja RUU TNI) DPR RI bersidang, Sabtu (15/3/2025).

Mereka kemudian mengacung-acungkan sejumlah poster yang intinya minta agar Rapat Panja RUU TNI dihentikan. Mereka akhirnya dihalau oleh petugas keamanan hotel, sampai ada yang terjatuh.

Mengapa rapat Panja RUU TNI DPR digerebek laiknya pasangan mesum saja?

Sebab, omongan penguasa tak boleh dibantah, dan usul rakyat ditolak tanpa ditimbang. Maka hanya ada satu kata: lawan!

DPR memang telah dikuasai oleh oligarki. Semua fraksi merupakan pendukung pemerintah yang dikendalikan oleh oligarki. Apa pun yang dikehendaki pemerintah, DPR setuju-setuju saja. Tak pernah ada penolakan. Apalagi perlawanan. DPR bahkan cenderung menjadi lembaga tukang stempel laiknya di era Orde Baru saja.

Termasuk PDI Perjuangan yang terkesan banci, karena sikap politiknya selalu mengambang. Ambigu. Tidak mau masuk kabinet, tapi mendukung pemerintah. Termasuk dalam revisi UU TNI ini.

Sedangkan para penggerebek itu maunya revisi UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI dibatalkan. Pasalnya, revisi itu akan menghidupkan kembali “arwah” dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), sebutan TNI di era Orde Baru, yang sudah lama “mati”.

Ya, Panja RUU TNI DPR dinilai kucing-kucingan. Membahas RUU TNI di hotel mewah. Padahal negara sedang melakukan efisiensi anggaran.

Sidang juga berlangsung tertutup. Tanpa partisipasi publik. Padahal ada sejumlah pasal yang mereka tolak. Terutama revisi Pasal 47 ayat (2) UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI yang akan memperluas peran prajurit aktif di ranah sipil, sehingga akan menghidupkan kembali “arwah” dwifungsi ABRI yang sesungguhnya sudah “tewas” sejak UU No 34 Tahun 2004 diundangkan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 47 ayat (2) UU TNI, prajurit aktif dapat menduduki jabatan sipil pada 10 kementerian/lembaga, yakni Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, Search and Rescue (SAR) Nasional, Narkotika Nasional dan Mahkamah Agung (MA).

Tak cukup sampai di situ. Demi TNI bisa lebih ekspansif lagi ke ranah sipil, maka dalam revisi UU TNI yang sedang berlangsung, 10 kementerian/lembaga itu akan ditambah 5 sehingga total menjadi 15 kementerian/lembaga.

Adapun 5 kementerian/lembaga yang hendak ditambahkan adalah Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNPB), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Keamanan Laut, dan Kejaksaan Agung.

Mengapa Panja RUU TNI DPR main kucing-kucingan atau petak umpet? Mereka ibarat supir angkutan umum kejar setoran. Revisi UU TNI itu ditargetkan selesai sebelum DPR memasuki masa reses, 21 Maret 2025.

Sudah banyak usul disampaikan. Bahkan terlalu banyak. Namun DPR yang sudah dikuasai oligarki tetap bergeming. Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Suara rakyat seolah dibungkam.

Ketua Komisi I DPR sekaligus Ketua Panja RUU TNI Utut Adianto beralibi: sudah sejak dulu pembahasan RUU digelar di hotel mewah. Mengapa hanya RUU TNI yang diprotes?

Kata politikus PDI Perjuangan itu, dalam waktu bersamaan, pembahasan RUU Kejaksaan digelar di Hotel Sheraton. Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi digelar di Hotel InterContinental. Keduanya juga hotel mewah. Mengapa tidak digerebek?

Sekali lagi, pokok persoalannya adalah DPR sedang mencoba menghidupkan kembali “arwah” dwifungsi ABRI yang sudah lebih dari 20 tahun “mati”. Soal efisiensi anggaran sekadar penyerta.

Adapun dwifungsi ABRI adalah doktrin di mana tentara punya dwi atau dua fungsi atau fungsi ganda, yakni sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan sekaligus sebagai kekuatan sosial dan politik.

Usai melakukan penggerebekan, kantor KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), salah satu anasir dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, di Kwitang, Jakarta Pusat, diteror tiga orang tak dikenal, Ahad (16/3/2025) dini hari. Tiga orang tak dikenal itu membunyikan bel berulang-ulang selama sekitar lima menit lalu pergi.

KontraS yang sejak menjelang Reformasi 1998 hingga kini terus membantu korban penculikan tahun 1997-1998, termasuk hilangnya Widji Thukul hingga kini, memang merasakan betul betapa traumatisnya para korban penculikan yang melibatkan Tim Mawar dari Kopassus yang saat itu komandan jenderalnya adalah Prabowo Subianto yang kini menjadi Presiden RI, akibat adanya dwifungsi ABRI.

Kini, dwifungsi ABRI itu coba dihidupkan kembali oleh DPR dengan cara kucing-kucingan atau main petak umpet. Maka hanya ada satu kata: lawan. Kalau perlu dengan parlemen jalanan.

Ternyata rakyat, yang antara lain diwakili KontraS, punya cara sendiri untuk melawan oligarki. Dan itulah demokrasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dugaan Korupsi di PT Pertamina Subholding, Kasus Tersulit di Kejaksaan  Agung

Next Post

Twilight Politik Indonesia: Menjelang Senja dalam Kekacauan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Twilight Politik Indonesia: Menjelang Senja dalam Kekacauan

Twilight Politik Indonesia: Menjelang Senja dalam Kekacauan

Kabur Aja Dulu – Siapa Tahu Bisa Menjadi Presiden

Twilight of Indonesian Politics: A Nation in Turmoil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...