Ramadhan adalah bulan paling suci dalam Islam, di mana umat Islam tidak makan dan minum dari matahari terbit sampai matahari terbenam.
Menjelang Ramadhan, bulan suci puasa dan refleksi spiritual bagi umat Islam, semakin dekat, masjid dibersihkan, jalan dan rumah didekorasi, dan orang-orang sibuk berbelanja.
Ramadhan adalah bulan paling suci dalam Islam, di mana umat Islam tidak makan dan minum dari saat fajar sampai matahari terbenam.
Menurut kepercayaan Islam, Ramadhan menandai bulan ketika kitab suci Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad lebih dari 1.400 tahun yang lalu.
Awal bulan ditentukan oleh penampakan bulan sabit, yang menandai awal bulan lunar Islam. Dunia Muslim mengandalkan kesaksian para pengamat bulan untuk menentukan awal Ramadhan.
Tahun ini, hari pertama puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 23 Maret, tergantung penampakan hilal di berbagai belahan dunia.
Kalender Islam — kalender Hijriah — didasarkan pada siklus bulan, bervariasi dari 29 hingga 30 hari. Ini tidak seperti kalender Gregorian, yang didasarkan pada tahun matahari. Akibatnya, awal dan akhir Ramadhan dapat bervariasi satu atau dua hari setiap tahun.
Penampakan bulan merupakan bagian penting dari tradisi Islam untuk menentukan hari-hari penting. Penampakan bulan dilakukan oleh para astronom dan ulama di negara-negara di seluruh dunia. Di beberapa tempat, penampakan bulan dilakukan dengan mata telanjang, sedangkan di tempat lain, teleskop atau teknologi canggih lainnya digunakan.
Begitu bulan sabit terlihat, umat Islam menandainya sebagai awal Ramadhan dan puasa selama sebulan.
Akhir Ramadhan kembali ditandai dengan penampakan bulan sabit berikutnya, yang menandakan dimulainya Idul Fitri, salah satu dari dua hari raya besar umat Islam. Ini adalah saat perayaan, dengan pesta, amal, pemberian hadiah, dan bersosialisasi dengan keluarga dan teman.
Ramadhan dan sedekah
Muslim di seluruh dunia mengamati bulan Ramadhan secara berbeda, tetapi praktik dan kebiasaan tertentu adalah standar di seluruh dunia Islam.
Salah satu aspek terpenting Ramadhan adalah puasa. Selama bulan itu, umat Islam tidak makan, minum, dan kebutuhan fisik lainnya dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Ini dimaksudkan untuk membantu orang percaya berempati dengan yang kurang beruntung dan untuk mendorong disiplin diri dan refleksi spiritual.
Selain puasa, umat Islam juga berdoa dan melakukan tindakan amal dan niat baik. Banyak masjid menawarkan doa dan khotbah tambahan selama bulan Ramadhan.
Muda atau tua, Muslim dari segala usia dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an selama bulan ini.
Shalat Tarawih adalah aspek lain dari Ramadhan yang memberi umat Islam kesempatan untuk dekat dengan Tuhan dan juga kesempatan untuk bersosialisasi saat orang berkumpul di masjid untuk melakukan shalat khusus. Tarawih adalah sholat tambahan yang dilakukan pada bulan setelah sholat Isya, salah satu sholat lima waktu umat Islam.
Amal juga penting untuk Ramadhan, dan umat Islam didorong untuk memberi dengan murah hati kepada mereka yang membutuhkan. Banyak masjid dan organisasi menawarkan makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya kepada orang miskin dan membutuhkan selama bulan itu, dan banyak Muslim juga memberikan sumbangan khusus untuk amal selama ini.
Ramadhan juga merupakan waktu untuk keluarga dan masyarakat. Banyak Muslim berbuka puasa dengan keluarga dan teman, dan masjid dan organisasi masyarakat biasa mengadakan buka puasa, di mana orang dapat berkumpul untuk berbuka puasa dan bersosialisasi.
Bulan Ramadhan adalah masa pembaruan spiritual dan pembangunan komunitas bagi umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah waktu untuk fokus pada iman, keluarga, dan amal dan untuk merenungkan nilai-nilai yang ada di jantung Islam.
Mengapa tanggal yang berbeda?
Ada dua pandangan tentang penentuan hilal dalam fikih Islam – mereka yang percaya Ramadhan harus ditentukan oleh terlihatnya bulan sabit baru dengan mata telanjang dan mereka yang percaya pengukuran dan perhitungan ilmiah sudah cukup.
Dengan menggunakan teknologi canggih dan pengukuran ilmiah, dapat diketahui kapan bulan sabit akan terbentuk. Di sisi lain, penampakan bulan sabit baru secara telanjang hanya mungkin terjadi 8-10 jam setelah bulan sabit terbentuk.
Saat ini, banyak negara seperti Türkiye menentukan bulan berdasarkan teknologi dan perhitungan ilmiah, sementara yang lain seperti Arab Saudi, Bangladesh, Pakistan, dan India menentukannya berdasarkan jarak pandang dengan mata telanjang.
Namun, ulama Islam telah menyatakan bahwa kedua cara melihat bulan diperbolehkan dan bahwa orang harus bertindak sesuai dengan situasi lokal mereka.























