• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Rangkaian Penolakan Mesin Pengolah Sampah di Berbagai Daerah

fusilat by fusilat
December 16, 2025
in Crime, Lingkungan Hidup, News
0
Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung-Fusilatnew— Peristiwa penolakan terhadap mesin pengolah sampah juga terjadi di RT 01 RW 01 Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Warga mempersoalkan keberadaan mesin MOTAH yang beroperasi tanpa dasar legal yang jelas, mulai dari tidak adanya SK penetapan lokasi pembuangan sampah hingga ketiadaan IMB/IMG. Alih-alih menjadi solusi, mesin tersebut justru dinilai gagal beroperasi sebagaimana klaim awal, memunculkan asap yang mencemari udara, bau busuk menyengat, ledakan populasi lalat pembawa penyakit, serta residu limbah plastik yang dibuang sembarangan tanpa penanganan lanjutan.

Penolakan terhadap penggunaan mesin pengolah sampah kembali mencuat di sejumlah daerah. Fenomena ini bukan kasus tunggal, melainkan rangkaian peristiwa yang berulang, dengan pola alasan yang relatif serupa: kekhawatiran dampak kesehatan, risiko lingkungan, minimnya transparansi, serta pendekatan kebijakan yang dinilai tidak partisipatif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah berlomba-lomba mengadopsi teknologi pengolahan sampah—mulai dari insinerator, RDF (Refuse Derived Fuel), pirolisis, hingga gasifikasi—sebagai solusi cepat atas krisis sampah. Namun, alih-alih meredam masalah, kehadiran mesin-mesin ini justru memicu resistensi warga.

Bali: Ancaman bagi Pariwisata dan Kesehatan

Di Bali, rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis pembakaran menuai penolakan keras dari warga dan pegiat lingkungan. Mereka menilai teknologi tersebut berpotensi menghasilkan emisi berbahaya seperti dioksin dan furan yang berdampak jangka panjang bagi kesehatan.

Penolakan juga dilandasi kekhawatiran terhadap citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Warga menilai kebijakan pengelolaan sampah seharusnya berfokus pada pengurangan dari sumber dan penguatan daur ulang, bukan memperkenalkan teknologi berisiko tinggi.

Jawa Barat: Proyek Datang, Sosialisasi Tertinggal

Di sejumlah wilayah Jawa Barat—termasuk Bandung Raya dan Bekasi—penolakan muncul akibat minimnya pelibatan publik. Warga mengaku baru mengetahui rencana pembangunan mesin pengolah sampah ketika proyek hampir berjalan.

Isu yang mengemuka mencakup bau menyengat, potensi pencemaran udara, serta pengelolaan abu sisa pembakaran yang dikategorikan sebagai limbah B3. Ketidakjelasan hasil uji emisi memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap klaim keamanan teknologi.

DKI Jakarta: Trauma Proyek dan Krisis Kepercayaan

Di sekitar TPST Bantargebang, setiap wacana penerapan teknologi baru hampir selalu disambut dengan skeptisisme. Masyarakat dan aktivis lingkungan menyoroti sejarah proyek pengolahan sampah yang tidak optimal, mahal, dan kerap berujung mangkrak.

Penolakan di Jakarta menegaskan krisis kepercayaan publik terhadap solusi berbasis mesin yang dinilai hanya menyentuh hilir persoalan. Pemilahan sampah dari rumah tangga, yang seharusnya menjadi fondasi sistem, justru terus terabaikan.

Ratusan ribu lalat – sumber penyakit

Jawa Tengah dan Luar Jawa: Kekhawatiran Serupa

Penolakan juga terjadi di sejumlah daerah Jawa Tengah, Sumatera, hingga Kalimantan. Kekhawatiran warga relatif sama: dampak kesehatan, risiko lingkungan, serta beban anggaran daerah.

Beberapa kelompok masyarakat menilai proyek mesin pengolah sampah rawan menjadi proyek titipan, dengan biaya investasi dan operasional yang tidak sebanding dengan hasil. Dalam sejumlah kasus, mesin yang telah dibeli bahkan tidak beroperasi optimal.

Pola Penolakan yang Berulang

Rangkaian penolakan ini memperlihatkan pola yang konsisten. Warga tidak menolak teknologi semata, melainkan menolak cara negara dan pemerintah daerah mengambil keputusan.

Kebijakan yang bersifat top-down, minim transparansi, dan tidak berbasis partisipasi publik justru memperbesar konflik sosial. Mesin pengolah sampah akhirnya dipersepsikan bukan sebagai solusi, melainkan simbol kegagalan tata kelola.

Catatan Akhir

Rangkaian penolakan di berbagai daerah menjadi peringatan bahwa krisis sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan teknokratis. Tanpa perubahan sistemik—mulai dari pengurangan sampah, pemilahan dari sumber, hingga akuntabilitas kebijakan—mesin secanggih apa pun berisiko menjadi masalah baru.

Penolakan yang terus berulang menunjukkan satu hal penting: publik menuntut kebijakan yang tidak hanya cepat, tetapi juga adil, transparan, dan berpihak pada kesehatan serta lingkungan hidup.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pasal 39 KUHAP dan Ijazah yang Tak Pernah Pergi: Delapan Tersangka, Barang Buktinya Di Mana?

Next Post

Banjir Sumatera: Penanganan Lambat yang Bisa Jadi Bom Waktu untuk Prabowo

fusilat

fusilat

Related Posts

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026
Next Post
Banjir Sumatera: Penanganan Lambat yang Bisa Jadi Bom Waktu untuk Prabowo

Banjir Sumatera: Penanganan Lambat yang Bisa Jadi Bom Waktu untuk Prabowo

15 WN China Bersenjata Menyerang TNI: Kedaulatan yang Dilanggar di Tanah Sendiri

15 WN China Bersenjata Menyerang TNI: Kedaulatan yang Dilanggar di Tanah Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...