• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Banjir Sumatera: Penanganan Lambat yang Bisa Jadi Bom Waktu untuk Prabowo

fusilat by fusilat
December 16, 2025
in Bencana, Feature
0
Banjir Sumatera: Penanganan Lambat yang Bisa Jadi Bom Waktu untuk Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
Ngawi, 16 Desember 2024

Di tengah air bah yang masih menggenangi Sumatera—dengan korban meninggal melebihi 1.000 jiwa dan ribuan mengungsi per 16 Desember 2025—penanganan bencana oleh pemerintahan Prabowo Subianto jadi sorotan tajam. Bukan cuma hujan ekstrem dan deforestasi kumulatif yang jadi biang kerok, tapi respons lambat pemerintah yang tumpang tindih. Ini bukan sekadar kegagalan teknis; ini potensi “jatuhnya” Prabowo dari tahta kepresidenan, karena kehilangan empati rakyat secara universal.

  1. Respons Lambat: Di Manajemen Bencana
    Prabowo sering klaim “situasi terkendali” dan “saya monitor terus”, tapi realitas berbicara lain. Banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak akhir November belum juga ditetapkan sebagai bencana nasional—meski desakan dari ulama Aceh, aktivis, dan pakar hukum seperti Bivitri Susanti yang kritik gaya Prabowo “tanpa pusat komando”, membuat bantuan cenderung lambat dan tak efektif. Prabowo tolak bantuan asing, tapi relawan swasta dan masyarakat lokal justru lebih cepat terjun ke lokasi—video reels nunjukin warga “melolong” minta tolong, sementara aparat pusat baru gerak setelah kritik meledak di medsos. Publik ramai menuding “Prabowo keras kepala”, karena banjir lanjutan terus datang tapi penanganan masih sporadis. Ini mirip pola impulsif Prabowo: Cepat tinjau lapangan (tiga kali kunjungan), tapi instruksi minim, seperti kritik Bivitri soal kurangnya koordinasi.

  2. Internal Chaos: Missubordinasi dan Saling Sikut
    Penanganan bencana ini nunjukin struktural komando yang lelet dan seenak jidat—menteri saling tuding, BNPB dikritik Prabowo soal anggaran hunian tetap, dan pejabat lebih sibuk selfie daripada aksi nyata. Prabowo kritik pejabat yang “cuma foto-foto” dan jadikan rakyat “obyek”, tapi ironisnya, Zulhas (Mendag) viral dipayungi memanggul beras dengan kemeja putih necis, sementara korban kelaparan. Di lapangan, kesaksian relawan mengatakan aparat arogan, saling sikut siapa yang “the most hero” buat konten elektabilitas. Ini tumpang tindih klasik: TNI/Polri dikerahkan, tapi koordinasi pusat-daerah ribet—mirip kasus gas melon (korban meninggal karena antrean panjang) atau keracunan MBG yang nunjukin pemerintahan ini “ngeri-ngeri sedap” bahkan buat distribusi sederhana saja ga kompeten. Prabowo impulsif simpulin “konspirasi” di balik kritik, tapi akarnya dari dalam: Loyalis Jokowi (seperti Luhut) masih cawe-cawe, bikin keputusan lambat.

  3. Dampak Politik: Bibit Antipati dan Disintegrasi
    Kekecewaan ini ga cuma di Sumatera (di mana suara Prabowo-Gibran jeblok di Pilpres 2024), tapi nyebar menasional lewat reels medsos—empati universal lewati “IQ 78,49” (statistik literasi kontroversial), bikin orang muak lihat narasi pejabat “gaya anak SD” bergantian dengan isak tangis pengungsi. Sampai ada narasi “kirim kain kafan aja” atau “kami urus sendiri” jadi bibit disintegrasi: Pemda mulai auto-pilot, abaikan pusat, seperti gubernur Acèh yang kontak PBB langsung, dan meminta bantuan Malaysia karena lambatnya bantuan. Anti-Prabowo kipas-kipas, tapi kebencian organik lahir dari empati—bayangin tukang sapu aja bisa nilai “pemerintahan ini ngeri”. Kalau ga reformasi, ini demo Agustus 2025 akan berulang: diawali empati, berakhir chaos, dan Prabowo jatuh dari dalam, bukan dijatuhkan musuh dari luar.

  4. Akar Masalah: Karakter Prabowo yang “Labil” dan Sejarah Kekalahan
    Prabowo umur 74, tapi pikirannya impulsif—cepat tuduh konspirasi, mudah percaya, mudah dibohongi, bahkan oleh para pembantunya yang ABS, lalu lambat melakukan aksi nyata, ngomong sering berubah-ubah, entah karena pikun atau lupa. Ini mirip sejarahnya: Kalah tiga kali Pilpres (2004 cawapres Mega, 2009 capres independen, 2014), dan menang di 2024 karena “dagang sapi” harga diri demi koalisi dan utang budi. Kalau menang 2004, mungkin lebih fresh, tapi sekarang? Legacy militer memang membuat dia kuat, tapi kurang adaptif di kalangan sipil. Sayang, umur tua malah “kembali anak-anak” seperti rumor—reaktif kritik, dan missubordinasi internal.

Intinya, penanganan lambat ini bisa menjadi bom waktu politik. Prabowo kuat dari koalisi gemuk, tapi empati rakyat ga bisa dibeli. Kalau ga tegas cabut izin deforestasi, koordinasi ulang, dan mendengar kritik—ya, jatuhnya dari dirinya sendiri. Beruntung, relawan kemanusiaan masih menjadi penyelamat—mereka pahlawan sejati. Waktunya Prabowo buktikan dia presiden rakyat, bukan presiden omon-omon.(MDA)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rangkaian Penolakan Mesin Pengolah Sampah di Berbagai Daerah

Next Post

15 WN China Bersenjata Menyerang TNI: Kedaulatan yang Dilanggar di Tanah Sendiri

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
15 WN China Bersenjata Menyerang TNI: Kedaulatan yang Dilanggar di Tanah Sendiri

15 WN China Bersenjata Menyerang TNI: Kedaulatan yang Dilanggar di Tanah Sendiri

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

MERDEKA TANPA PETANI: SIAPA SEBENARNYA TUAN DI NEGERI INI?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...