• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Reaksi Kecaman Tokoh Nasional Tentang Partisipasi Putri Indonesia Dalam Ajang Miss Universe, Mulai Dari Bung Hatta Sampai Pak Harto

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
August 9, 2023
in Aya Aya Wae
0
Reaksi Kecaman Tokoh Nasional Tentang Partisipasi Putri Indonesia Dalam Ajang Miss Universe, Mulai Dari Bung Hatta Sampai Pak Harto

Penampilan Putri Indonesia 2020 Ayu Maulida diajang Miss Universe 2021, Sabtu (15/5/2021). foto : ig

Share on FacebookShare on Twitter

“Manusia diperlombakan seperti ternak saja” Reaksi .Proklamator Mohammad Hatta

Fusilatnews – Sejak dasa warsa 1960an sampai kini gelaran kontes kecantikan yang dikenal dengan nama Miss Universe memunculkan kontroversi, kecaman dan  pro kontra dikalangan masyarakat terutama para tokoh nasional karena menjadikan lekuk tubuh dan kecantikan fisik perempuan menjadikan sebagai ajang kompetisi yang dasarnya tidak etis dan tidak pantas. 

Sejarah mencatat kegiatan kontes kecantikan fisik perempuan di Indonesia digelar pertama kalinya dalam event ratu-ratuan pada tahun 1967 pemenangnya akan dikirim untuk mengikuti kompetisi  pada tingkat internasional. 

Wakil Indonesia pertama di pentas luar negeri adalah Miss Indonesia 1969 Irma Hardisurya. Setahun kemudian Irma  berhasil menyabet predikat Miss Friendship Asia 1970.

Sedangkan gadis Indonesia pertama yang terjun di pentas Miss Universe adalah Lydia Arlini Wahab pada 1974.

Partisipasi gadis yang mengatasnakan negara republik Indonesia  mulai memunculkan reaksi keras penentangan dan kecaman a adanya kontes dan pengiriman ratu-ratuan Indonesia. 

Saat itu Proklamator Mohammad Hatta ikut bereaksi mengeluarkan pernyataan kecaman keras yang menyatakan , 

“Manusia diperlombakan seperti ternak saja.” kata Proklamator Mohammad Hatta saat itu

Karena kuatnya penolakan terhadap pengiriman Miss Universe dari Indonesia, mulai 1975 sebutan Miss Indonesia berubah menjadi Putri Indonesia. 

Artis Titie Dwi Jayati pada 1983 menjadi Putri Indonesia yang mengikuti Miss World dan dan memunculkan pro kontra cukup ramai.

Pada 1993 Indira Sudiro batal dikirim karena muncul banyak kritikan. Tapi pada 1995, Yayasan Puteri Indonesia (YPI), penyelenggara acara Puteri Indonesia yang disponsori PT Mustika Ratu Tbk, sukses — tanpa menimbulkan keributan — mengirim Susanty Manuhutu ke arena Miss Universe.

Kehebohan kemudian muncul kembali saat Alya Rohali, pemenang Puteri Indonesia pada 1996, dikirimkan ke ajang Miss Universe di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 1996. Pihak YPI berdalih bahwa kedatangan Alya Rohali hanya sebagai peninjau.

Namun kecaman kala itu malah lebih keras dari sebelum-sebelumnya. Ada kemungkinan reaksi itu muncul karena terpampangnya foto Alya dalam pakaian renang dengan selempang ‘Indonesia’ di dada pada sejumlah media massa dalam negeri.

Foto tersebut yang kemudian membuat berang Menteri Urusan Pemberdayaan Wanita, Ny Mien Soegandhi. 

“Lha katanya cuma peninjau, mengapa mesti tampil begitu? Itu kan namanya membohongi. Wong katanya peninjau kok akhirnya jadi peserta,” kata Ny Mien kepada wartawan setelah melihat foto tersebut.

Dengan nada tinggi Mien kemudian menyatakan akan menghentikan pengiriman putri Indonesia ke kontes ratu-ratuan tingkat dunia. 

”Masak wanita kok diukur-ukur seperti hewan saja,” tambahnya lagi. Seperti yang jadi viral saat ini, kala itu persoalan body checking.

Yang lebih membuat sedih Mien, peristiwa tersebut terjadi saat suasana hati bangsa Indonesia sedang berduka, karena meninggalnya Ibu Tien Soeharto. Ibu Negara memang termasuk yang tidak setuju dengan adanya kontes ratu-ratuan yang disertai pamer bentuk tubuh yang seharusnya disembunyikan

Presiden Soeharto juga meradang dengan  mendengara kontes kecantikan fisik perempua, Selanjutnya Presiden melarang  kontes ratu-ratuan di dalam negeri sampai ada keputusan yang lebih jelas.

 Presiden juga meminta jangan ada lagi pengiriman ratu Indonesia ke luar negeri — baik sebagai peninjau apalagi peserta aktif dalam kontes Miss Universe.

Keputusan itu disampaikan Mien Sugandhi kepada wartawan seusai melapor kepada Presiden di Istana Merdeka, pada 28 Mei 1996. Menurut Mien, ia melaporkan keikutsertaan Alya Rohali dalam kontes Miss Universe belum lama ini dengan seluruh latar belakang persoalannya.

Presiden, tambah Mien, pada 24 Mei 1996 juga sudah menerima laporan serupa dari Menko Kesra tentang hasil Rakor Kesra 21 Mei 1996. 

Menghasilkan Keputusan Presiden : pada masa mendatang ‘Ratu Sejagad’ terpilih tidak perlu diundang lagi ke Indonesia seperti yang selama ini dilakukan. ‘

Tidak mengundang, tidak menerima. Kita tidak menerima Miss Universe ke sini. Ngapain!? kata 

Menteri Urusan Pemberdayaan Wanita, Mien Sugandhi saat itu

Presiden, lanjut Mien, menilai kontes “miss-missan atau ratu-ratuan” tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa Timur, terutama bangsa Indonesia. 

Dengan demikian, maka seluruh kegiatan semacam itu akan dihentikan. 

”Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada bargaining. Pokoknya tidak boleh ikut-ikutan. Wong itu bukan alam kita kok. Kan mereka alam Barat, apa yang dilaksanakan mereka belum tentu sesuai dengan negara kita. Di negara kita belum tentu juga sesuai di negara Barat,” kata Mien berapi-api.

Presiden, kata Ny Mien, meminta agar persoalan ratu-ratuan itu dikaji kembali dan dibicarakan dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan, termasuk Kowani yang membawahi 75 organisasi. Termasuk juga Komisi VIII DPR RI. “Kepinginnya itu kayak apa sih pemilihan ratu-ratuan atau putri-putrian di Indonesia ini,” kata Presiden seperti dikutip Mien.

Hanya saja, kata Mien, Presiden masih sempat menyebut ada kontes yang bagus atau yang ala Indonesia seperti Abang-None Jakarta, Putri Wawasan Pendidikan, Putri Kampus, dan sebagainya. ”Itu pun harus dilontarkan kepada masyarakat luas,” kata Presiden. ”Tapi jelas ke luar negeri dilarang keras,” ujar Mien.

Perlu dicatat, Alya Rohali yang juga pemenang None Betawi 1994 tersebut kini tak lagi menggeluti dunia permodelan dan telah berhijab. 

Sedangkan YPI sejak awal 2023 ini tak lagi memegang lisensi Miss Universe Organization di Indonesia.

Pengiriman Miss Indonesia, menurut YPI, adalah untuk wahana promosi budaya dan pariwisata. Tapi alasan itu kemudian ditepis oleh kalangan pariwisata Indonesia, termasuk Menparpostel Joop Ave, kalan itu. 

Menurut Joop, pihaknya tidak akan memanfaatkan ratu-ratuan untuk promosi pariwisata nasional. Kontes semacam itu tak cukup efektif sebagai ajang promosi. Ia mencontohkan Venezuela. Negara itu berulang kali wakilnya menjadi ‘Ratu Sejagad’, tapi dampaknya terhadap pariwisata negerinya tak ada.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keluarga Mendiang Brigadir Yosua: Putusan MA Sangat Mengecewakan

Next Post

Hakim Kepada Para Terdakwa dan Konsultan Dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo “Habisin” Duit Negara Saja Kalian!

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya
Aya Aya Wae

Di Jepang, Pelecehan Gagal Jadi Berita Nasional—Di Kita, Kejahatan Besar Jadi Rutinitas

March 17, 2026
MUSRENBANG: RITUAL KESIA-SIAAN SUARA RAKYAT?
Aya Aya Wae

MUSRENBANG: RITUAL KESIA-SIAAN SUARA RAKYAT?

February 24, 2026
Dari Pendeta ke Tuhan: Riwayat Panjang Komunisme yang Makin Lama Makin Nekat
Aya Aya Wae

Dari Pendeta ke Tuhan: Riwayat Panjang Komunisme yang Makin Lama Makin Nekat

February 4, 2026
Next Post
Hakim Kepada Para Terdakwa dan Konsultan Dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo “Habisin” Duit Negara Saja Kalian!

Hakim Kepada Para Terdakwa dan Konsultan Dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo "Habisin" Duit Negara Saja Kalian!

Terkait Dugaan Penghinaan Presiden, Laporan Relawan Jokowi Terhadap Rocky G  Dìtolak Bareskrim.

Menko Mahfud : Terkait Kasus RG, Terlalu Banyak Laporan, Tak Tahu Mana Sampai Pengadilan.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist