Salah satu berita yang kini muncul adalah Sandiaga Uno menjadi urutan teratas sebagai Capres pilihan Kelompok Relawan Jokowi. Memang fenomena seperti ini, bukan hal yang mustahil di negeri ini. Pada Pilpres 2019 yang lalu, Prabawo Sandi adalah satu-satunya pasangan lawan dari Jokowi Ma’ruf. Namun usai Pilpres yang berdarah-darah itu, mereka justru bersetubuh dengan, bahkan, menjadi Menteri di Kabinet Jokowi.
Gerindra pun buka suara usai salah satu kadernya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadi bakal calon presiden (capres) urutan teratas pilihan kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono merasa tak yakin Sandiaga bakal mau mencalonkan diri. Menurutnya, Sandiaga akan menghormati hasil rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang bersepakat mencalonkan Ketum Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.
“Ya itu kan relawan, tapi, saya enggak yakin pak Sandiaganya mau, karena kemarin Pak Sandiaga juga hadir di rampimnas”, kata Ferry pada wartawan, 31/08/22. Meski demikian, Ferry mengaku tak
bisa berbuat banyak jika hal itu menjadi keinginan para relawan. “Tapi, kalau relawan terus dukung kan enggak mungkin dimarahin juga,” katanya.
Ketika disinggung kemungkinan Sandiaga maju sebagai capres dari partai lain, Ferry enggan menjawab “Ya kan tanya Pak Sandinya,” ucap Ferry.
Menurut keterangan Relawan, Sandi sebenarnya menduduki peringkat kedua di bawah Jokowi. Namun, Jokowi tak mungkin lagi maju menjadi capres di Pilpres 2024 karena sudah menjabat selama dua periode. Diteranglan, hasil itu membuat Sandi berada di peringkat dua atau tepat di bawah Jokowi yang memperoleh 1.704 suara atau atau 29,79 persen.
Ketua Dewan Pengarah Musra Andi Gani Nena Wea berkata dukungan yang diperoleh Sandi merupakan sebuah kejutan. Sumber CNN


























