• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

“Retret Itu Briefing Militer” – Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 24, 2025
in Birokrasi, Feature
0
“Retret Itu Briefing Militer” – Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam beberapa waktu terakhir, istilah “retret kepala daerah” menjadi perbincangan publik. Retret yang diinisiasi oleh pemerintah pusat ini menghadirkan para gubernur, wali kota, dan bupati dalam sebuah forum yang terkesan formal dan strategis. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah retret ini merupakan bentuk pemiliterisasian kepala daerah? Dan bagaimana posisi kepala daerah dalam konteks Undang-Undang Otonomi Daerah?

Kepala Daerah Bukan Kepanjangan Tangan Pemerintah Pusat

Menurut prinsip otonomi daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menggantikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, kepala daerah bukanlah bawahan langsung pemerintah pusat, melainkan pemimpin yang dipilih rakyat untuk menjalankan pemerintahan daerah secara mandiri dalam koridor kebijakan nasional. Dengan demikian, kepala daerah memiliki otoritas sendiri dalam mengelola wilayahnya, tanpa harus selalu tunduk pada arahan pusat secara mutlak. Namun, dalam praktiknya, relasi antara pusat dan daerah sering kali menunjukkan kecenderungan sentralistik yang bertentangan dengan semangat desentralisasi.

Retret: Instrumen Koordinasi atau Pemusatan Kekuasaan?

Retret kepala daerah, yang diklaim sebagai ajang koordinasi, berpotensi menjadi alat kontrol pusat terhadap daerah. Formatnya yang menyerupai briefing militer menimbulkan kesan bahwa kepala daerah diposisikan sebagai bawahan yang harus menerima instruksi, bukan sebagai mitra yang setara dalam pemerintahan. Jika pola ini terus berlangsung, kepala daerah akan kehilangan daya tawar politik dan kemandirian dalam mengambil keputusan.

Tri-Partiet: Sinergi yang Seharusnya Diperkuat

Dalam sistem pemerintahan daerah, eksekutif daerah (gubernur, wali kota, dan bupati) tidak bekerja sendirian. Mereka berpartner dengan dua lembaga penting lainnya, yakni DPRD sebagai badan legislatif daerah dan DPD sebagai perwakilan daerah di tingkat nasional. Sinergi tri-partiet ini menjadi elemen penting dalam memastikan bahwa kebijakan daerah benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar mengikuti agenda pemerintah pusat.

Jika retret hanya melibatkan eksekutif daerah tanpa memperhitungkan peran DPRD dan DPD, maka kebijakan yang dihasilkan cenderung monolitik dan tidak demokratis. Kepala daerah seharusnya lebih banyak berkoordinasi dengan mitra-mitra lokalnya ketimbang terus-menerus tunduk pada arahan pusat yang kadang tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik daerah.

Kesimpulan

Retret kepala daerah berisiko menjadi mekanisme pemusatan kekuasaan yang mengikis otonomi daerah. Kepala daerah bukanlah perpanjangan tangan pemerintah pusat, melainkan pemimpin yang memiliki legitimasi tersendiri di daerahnya. Jika retret hanya berfungsi sebagai alat instruksi sepihak dari pusat, maka hal ini bisa dianggap sebagai upaya pemiliterisasian kepala daerah, di mana mereka lebih berperan sebagai pelaksana perintah dibandingkan sebagai pengambil kebijakan yang independen. Oleh karena itu, prinsip tri-partiet harus diperkuat agar kepala daerah tetap menjadi representasi kepentingan rakyat, bukan sekadar operator kebijakan pusat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Megawati Mati Kutu: Instruksi yang Diabaikan dan Ketidakberdayaan PDIP

Next Post

Lu Lagi, Lu Lagi, Luhut!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Kebocoran Kekayaan Negara ​Ketika Tata Kelola Dikalahkan oleh Kepentingan: (Membangun Benteng Integritas untuk Menjaga Kedaulatan Ekonomi)

July 25, 2026
Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label
Feature

Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

July 25, 2026
Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia
Feature

Wapres Era Pak Harto Orang-orang Hebat

July 25, 2026
Next Post
LBP : “Jangan Bawa Orang-orang yang Toxic ke Dalam Pemerintahanmu”

Lu Lagi, Lu Lagi, Luhut!

Dari Gerilya ke Kekuasaan: Strategi Militer Mao Zedong dan Kemenangan Komunis Cina

Dari Gerilya ke Kekuasaan: Strategi Militer Mao Zedong dan Kemenangan Komunis Cina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

July 25, 2026
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80

AJI dan Organisasi Pers Kecam Pernyataan Prabowo yang Sebut Jurnalis “Londo Ireng”

July 25, 2026

Kebocoran Kekayaan Negara ​Ketika Tata Kelola Dikalahkan oleh Kepentingan: (Membangun Benteng Integritas untuk Menjaga Kedaulatan Ekonomi)

July 25, 2026
Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

July 25, 2026
Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia

Wapres Era Pak Harto Orang-orang Hebat

July 25, 2026

KAUM LIBERAL ETIK: DARI REFORMASI, HARAPAN KEPADA JOKOWI DAN UJIAN PRABOWO

July 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

July 25, 2026
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80

AJI dan Organisasi Pers Kecam Pernyataan Prabowo yang Sebut Jurnalis “Londo Ireng”

July 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist