• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Lu Lagi, Lu Lagi, Luhut!

Ali Syarief by Ali Syarief
February 24, 2025
in Birokrasi, Economy, Feature
0
LBP : “Jangan Bawa Orang-orang yang Toxic ke Dalam Pemerintahanmu”
Share on FacebookShare on Twitter

Di era Jokowi, nama Luhut Binsar Pandjaitan begitu lekat di telinga rakyat Indonesia. Hampir di setiap lini pemerintahan, dari sektor ekonomi hingga pertahanan, dari energi hingga infrastruktur, namanya selalu muncul sebagai aktor utama. Tidak heran jika rakyat sampai di ubun-ubun muaknya, melihat satu orang memegang begitu banyak posisi strategis, seolah-olah negeri ini kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni. Kini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, Luhut kembali diberi peran sebagai Penasehat Urusan Investasi. Pertanyaannya, apakah ini pertanda bahwa pola lama akan terus berulang, atau ada harapan baru bagi tata kelola investasi di Indonesia?

Resonansi Kegagalan di Era Jokowi

Jika menelusuri berbagai kebijakan ekonomi dan investasi di era Jokowi, kita akan menemukan bahwa banyak kegagalan justru berkorelasi erat dengan kebijakan yang dijalankan Luhut. Dari proyek-proyek infrastruktur yang serampangan, ketergantungan pada utang luar negeri, hingga kegagalan hilirisasi nikel yang lebih menguntungkan China daripada rakyat Indonesia—semuanya menjadi catatan buruk yang sulit dihapus. Kegagalan ini bukan hanya kesalahan teknis, melainkan cerminan dari cara kerja dan pola pikir yang lebih mengedepankan akomodasi kepentingan investor besar daripada kesejahteraan rakyat.

Kini, dengan Prabowo menunjuk kembali Luhut sebagai penasehat investasi, masyarakat mulai mempertanyakan apakah strategi lama yang terbukti gagal masih akan dipertahankan. Apakah ini indikasi bahwa investasi masih akan dikelola dengan cara-cara yang menguntungkan segelintir elit, atau ada gebrakan baru yang benar-benar menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya?

Esensi Masalah Investasi: Kebijakan Internal yang Cerdas

Investasi sejatinya adalah tentang bagaimana menciptakan lingkungan bisnis yang sehat, di mana semua pihak—baik investor, pemerintah, maupun rakyat—mendapatkan manfaat yang seimbang. Persoalan utama dalam kebijakan investasi Indonesia bukan hanya soal menarik minat investor asing, tetapi bagaimana memastikan bahwa mereka tidak hanya meraup untung tanpa memberi kontribusi nyata bagi ekonomi domestik.

Selama ini, banyak kebijakan investasi lebih berorientasi pada memberikan insentif besar kepada investor asing, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap kemandirian ekonomi nasional. Sebagai contoh, kebijakan hilirisasi yang digadang-gadang akan membawa manfaat besar bagi Indonesia justru lebih menguntungkan pihak asing karena lemahnya regulasi mengenai transfer teknologi dan penguatan industri lokal. Alih-alih membawa nilai tambah bagi ekonomi Indonesia, hilirisasi malah menciptakan ketergantungan baru pada investor luar.

Jika Prabowo ingin membenahi sistem investasi di Indonesia, maka yang harus dilakukan bukan sekadar menunjuk sosok yang sama dari era sebelumnya, tetapi merombak kebijakan internal secara fundamental. Beberapa langkah yang perlu diambil antara lain:

  1. Menciptakan Regulasi yang Adil dan Berkeadilan – Investor harus mendapatkan keuntungan, tetapi bukan dengan mengorbankan lingkungan dan tenaga kerja lokal. – Harus ada aturan ketat mengenai transfer teknologi dan keterlibatan industri nasional.
  2. Mengurangi Ketergantungan pada Investor Asing – Mendorong investasi domestik dengan memberikan insentif bagi pelaku usaha lokal. – Mengembangkan industri berbasis inovasi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi penyedia bahan mentah.
  3. Memastikan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Investasi – Transparansi dalam setiap perjanjian investasi agar rakyat tahu apa yang diberikan dan diterima oleh negara. – Mengurangi praktik monopoli dan konflik kepentingan yang selama ini terjadi dalam proyek-proyek strategis.

Kesimpulan: Waktunya Berubah, Bukan Mengulang

Penunjukan kembali Luhut sebagai Penasehat Urusan Investasi menunjukkan bahwa pola kekuasaan era Jokowi masih berlanjut di bawah Prabowo. Namun, jika pemerintahan baru ingin menunjukkan perbedaan dan membawa perubahan yang lebih baik, maka kebijakan investasi harus difokuskan pada menciptakan ekosistem bisnis yang adil dan menguntungkan semua pihak. Tidak cukup hanya menarik investor, tetapi harus ada kebijakan cerdas yang memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke Indonesia benar-benar membawa manfaat bagi bangsa ini.

Rakyat sudah jengah dengan wajah-wajah lama yang terus bermunculan tanpa membawa perubahan berarti. Jika kebijakan investasi hanya mengulang strategi gagal sebelumnya, maka Prabowo hanya akan meneruskan warisan kesalahan yang sama. Kini saatnya membangun sistem yang lebih berkeadilan, bukan sekadar mendaur ulang nama yang itu-itu lagi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Retret Itu Briefing Militer” – Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?

Next Post

Dari Gerilya ke Kekuasaan: Strategi Militer Mao Zedong dan Kemenangan Komunis Cina

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Dari Gerilya ke Kekuasaan: Strategi Militer Mao Zedong dan Kemenangan Komunis Cina

Dari Gerilya ke Kekuasaan: Strategi Militer Mao Zedong dan Kemenangan Komunis Cina

Apa Kata Habib Rizieq Soal Prabowo "Hidup Jokowi"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...