• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

REVOLUSI ATAU DEKRIT PRESIDEN

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
September 9, 2025
in Feature, Politik, Sejarah
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


PENDAHULUAN

Amandemen UUD 1945 ternyata bukan hanya sekadar mengubah pasal demi pasal. Lebih jauh dari itu, amandemen justru meruntuhkan bangunan kebangsaan Indonesia, menghancurkan jati diri bangsa yang dibangun secara bertahap, serta merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena amandemen tidak hanya melemahkan lembaga tertinggi negara, MPR, tetapi juga merontokkan aliran pemikiran tentang keindonesiaan. Sejarah bangsa dihapuskan, keberadaan bangsa Indonesia asli diabaikan, dan Pancasila digeser dengan ideologi ultra-liberal.


DEMOKRASI LIBERAL: MAYORITAS JUSTRU HANYA OBYEK

Hari ini kita menyaksikan demonstrasi rakyat yang menuntut keadilan semakin sering berujung pada tindakan anarkis. Hal ini disebabkan karena pemerintah, DPR, dan lembaga negara lainnya tidak serius menjawab tantangan rakyat. Persoalan mendasar bangsa tidak pernah disentuh; penyelesaian hanya bersifat tambal-sulam. Padahal, akar persoalan bangsa ini adalah ketidakadilan dan penyimpangan tujuan negara Indonesia merdeka sejak UUD 1945 dikudeta melalui amandemen.

Dalam praktik demokrasi, kondisi pendidikan rakyat menjadi masalah serius:

  • 60% rakyat tidak lulus SD atau hanya tamat SD.
  • 30% tamat SMP/SMA.
  • Hanya sekitar 4,6% yang berpendidikan sarjana.

Dengan fakta tersebut, bagaimana mungkin demokrasi dapat berjalan sehat jika 90% rakyat hanya menjadi obyek, bukan subyek? Mereka tidak pernah benar-benar terwakili. Sistem politik yang mahal semakin menutup peluang bagi rakyat kecil untuk ikut serta. Akibatnya, mayoritas rakyat dijadikan obyek politik: diadu domba, diberi sembako, lalu ditinggalkan.

Golongan mayoritas ini akhirnya dijajah oleh bangsanya sendiri. Hidup semakin sulit, dan pada titik tertentu rakyat mulai melakukan perlawanan. Situasi pun memanas: anarkis terjadi di mana-mana, gedung DPRD dibakar, fasilitas umum dirusak, dan masyarakat kehilangan rasa aman.


NEGERI TERJAJAH OLIGARKI

Kerusakan bangsa kian nyata: hutang negara menumpuk, kekayaan alam dijarah asing, tanah rakyat dirampas oleh oligarki dengan dukungan aparat. Kasus Rempang, PIK2, PSN reklamasi laut, perebutan tanah di Morowali, Maluku, Raja Ampat, Papua, hingga proyek IKN menunjukkan rakyat terus dimarjinalkan. Mereka yang berpendidikan rendah selalu kalah, selalu terpinggirkan.

Dalam situasi seperti ini, Presiden Prabowo tidak punya banyak pilihan. Hanya ada dua jalan:

  1. Dekrit Presiden: mengembalikan UUD 1945, menata ulang lembaga negara yang adil, serta menindak tegas para koruptor.
  2. Revolusi Rakyat: rakyat sendiri yang melakukan perbaikan dengan kembali ke UUD 1945 dan Pancasila.

CUMLIKAN PIDATO SOEKARNO: MASIH RELEVAN

Soekarno pernah berpidato dengan tegas:

“Sekarang kedaulatan politik itu sudah di tangan kita. Kita tidak bisa didikte oleh siapapun lagi, kita tidak menggantungkan diri kepada siapa-siapa lagi, kita tidak mengemis-ngemis! Nation-building dan character-building harus diteruskan sehebat-hebatnya, demi memperkuat kedaulatan politik itu. Kerukunan nasional harus kita bina dengan kecintaan seperti kita membina kesehatan tubuh kita sendiri.”

Pidato ini masih relevan. Soekarno menekankan tiga hal utama: kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.


BANGSA INDONESIA: AYAM MATI DI LUMBUNG

Soekarno pernah mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh seperti pepatah lama: ayam mati di lumbung padi. Alam kita kaya, rakyat kita rajin, tetapi kekayaan justru dikuasai tuan tanah, tengkulak, lintah darat, dan kapitalis asing.

Hari ini, peringatan itu semakin nyata:

  • Hutang negara menggunung, hampir menenggelamkan perekonomian.
  • Ekonomi tergantung pada investor asing, terutama China dengan OBOR-nya.
  • Infrastruktur dibangun bukan berdasarkan kebutuhan rakyat, tetapi kepentingan asing.
  • 75% lahan sudah dikuasai asing dan aseng.
  • Pekerja asing (TKA) China justru dibiarkan masuk di tengah penolakan dunia, bahkan saat pandemi Covid-19.

Akibatnya, ekonomi kita semakin tidak berdaulat. Korupsi merajalela, pengelolaan negara buruk, dan yang tersisa hanyalah hutang-hutang baru.


BERKEPRIBADIAN DALAM KEBUDAYAAN

Selain politik dan ekonomi, Soekarno menekankan pentingnya kepribadian dalam kebudayaan. Bangsa ini memiliki kesenian, kesusastraan, dan tradisi yang kaya. Namun, kebudayaan nasional harus berjiwa revolusioner, mengikis feodalisme lama dan menolak imperialisme asing.

Soekarno menegaskan:

“Kebudayaan kita haruslah kebudayaan yang revolusioner… Kita bukan hanya trahing kusumo, rembesing madu, tetapi juga trahing buruh-tani-lan-prajurit, rembesing revolusi!”


PENUTUP

Bangsa ini sedang berada di persimpangan jalan. Apakah Presiden Prabowo berani mengambil jalan Dekrit Presiden untuk menyelamatkan bangsa, ataukah rakyat akan turun sendiri melakukan Revolusi?

Pilihan ini bukan semata untuk kepentingan politik sesaat, tetapi demi menyelamatkan Indonesia agar kembali ke jati dirinya: UUD 1945 dan Pancasila sebagai fondasi bangsa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Militerisasi Ruang Siber Ancam Kebebasan

Next Post

Negara RI: Menolak Khilafah, Namun Menjalankan Syariah

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Negara RI: Menolak Khilafah, Namun Menjalankan Syariah

Negara RI: Menolak Khilafah, Namun Menjalankan Syariah

Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

Skandal 300 Ribu Ton Beras Bulog: Salah Urus atau Kelalaian Negara?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...