Jakarta, Fusilatnews.– – Sekretaris Jenderal Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Nasional, Dr. Samsul Komar, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kesiapan Indonesia menghadapi kemungkinan pandemi cacar monyet. Dalam sambutannya pada Seminar Cendekia bertajuk “Penanggulangan Pandemi: Antisipasi dan Proyeksi untuk Ketahanan Negara,” ia menekankan bahwa negara perlu mengambil langkah cepat dan strategis untuk mengantisipasi potensi bencana ini.
“Kita belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 yang memaksa kita menerapkan berbagai protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Wisma Atlet Kemayoran bahkan harus dijadikan pusat pengobatan darurat, dan banyak dari korban yang wafat langsung dimakamkan tanpa sempat bertemu keluarga,” ujar Dr. Samsul Komar, mengingatkan situasi sulit yang dihadapi masyarakat selama pandemi COVID-19.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus dibekali dengan mental yang kuat untuk menghadapi ancaman baru tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan. “Tidak semua penyakit bisa disamakan dengan COVID-19. Kita harus menghindari sikap paranoid yang dapat mengganggu interaksi dan aktivitas sosial,” lanjutnya.
Dr. Samsul Komar juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam upaya bela negara, bukan hanya dalam menghadapi ancaman militer, tetapi juga dalam menghadapi tantangan ideologi dan kesehatan. Ia mengusulkan pembentukan Komunitas Satgas dengan anggaran khusus sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi.
Seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UPN Veteran bekerja sama dengan Majelis KAHMI Nasional. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Dr. Herman Khaeron dari Majelis KAHMI Nasional, Rektor UPN Veteran Dr. Anter Venus, dan panelis lainnya seperti Dr. Amran MT, Mayjen TNI Dr. Sukirman SH (Kapusjas ADRI), Dr. Ahmad Doli Kurnia (DPR), dan dr. Sumarjaya SKm (Kapuskes Kemenkes). Seminar berlangsung di Kampus Bela Negara UPN Veteran, Jakarta Selatan, pada 21 Agustus 2024.
Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran, Dr. Taufik Fredrick Pasiad, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pandemi dan Promosi KAHMI Nasional, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat jaringan webinar aparatur kader HMI di seluruh Nusantara. Ia juga menekankan pentingnya mewaspadai praktek tenaga kesehatan yang rentan disusupi oleh tenaga kerja asing, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ideologi dan kesehatan nasional.
Sebagai tindak lanjut, UPN Veteran berencana mengadakan pelatihan bela negara untuk memperkuat kemampuan menghadapi berbagai ancaman, baik yang bersifat ideologis maupun kesehatan.

























