Jakarta FusilatNews – Semakin terpuruknya nilai rupiah melawan USD membuat harga kedelai melonjak tajam. Ketergantungan industri kecil produsen tahu & tempe terhadap bahan baku kedelai yang harus diimpor membuat produsen tahu & tempe tak punya pilihan kecuali memperkecil ukuran tahu & tempe yang mereka jual.
Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) mengeluhkan harga kedelai yang terus mengalami kenaikan, sedangkan Program subsidi kedelai sebesar Rp 1.000 per kg yang diharapkan oleh produen tahu & tempe bagi para produsen kecil tahu tempe, belum juga direalisaisikan
Menurut ketua Gakoptindo, Aip Syarifuddin, harga kedelai per kilogram bulan lalu masih di kisaran Rp 12 ribu per kgpada tingkat produsen sekarang harganya mencapai Rp 13,000 untuk setiap kilogramnya. Level harga kedelai tercatat telah naik lebih dari 60 persen sejak tren harga kedelai tahun lalu sekitar Rp 8.000 per kg.
“Harga kedelai naik terus, walaupun ada subsidi harga kedelai tetap tinggi juga,” kata Aip kepada Republika.co.id, Senin (10/10/2022).
Beberapa produsen kecil terpaksa mengurangi produksi akibat keterbatasan modal. “Lalu yang terakhir, bagi yang tidak mampu mengurangi produksi ya berhenti produksi. Itu banyak,” katanya.
Adapun dengan tingkat harga kedelai saat ini, Aip mengatakan harga jual tahu dan tempe berkisar antara Rp 11 ribu per kg hingga Rp 14 ribu per kg, naik dari tahun lalu di kisaran Rp 8-Rp 11 ribu per kg.
Pemerintah harus memperpanjang subsidi kedelai sedangkan pencairan subsidi saat ini harus menunggu data koperasi tahu dan tempe penerima yang akan ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
Koperasi -koperasi juga sudah selesai mengurus perizinan usahanya sehingga nantinya dapat menerima subsidi.
“Intinya, kalau boleh urusan administrasi tidak usah ribet, karena masalah administrasi, perajin tahu dan tempe itu kurang bagus,” kata Aib.
Untuk membantu para produsen tahu dan tempe agar tetap berproduksi di tengah lonjakan harga komoditas kedelai saat ini.Badan Pangan Nasional (NFA), kembali mendorong dijalankannya program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk Pengrajin Tahu dan Tempe.
Menurut Arief, usulan untuk melanjutkan memberlakukan kembali program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk Pengrajin Tahu dan Tempe sudah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian dan akan dijalankan sampai dengan 31 Desember 2022.
Program subsidi kedelai sudah dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2022. Program dilaksanakan dalam empat tahap, realisasi penyaluran kedelai terus meningkat di setiap tahapannya.
Tahap I (April 2022) realisasi penyaluran kedelai mencapai 12.256 ton, Tahap II (Mei 2022) meningkat menjadi 16.472 ton, Tahap III (Juni 2022), 23.146 ton, dan Tahap IV (Juli 2022) ditingkatkan lagi menjadi 28.417 ton.
“Dalam 4 bulan pelaksanaan, program ini telah menyalurkan sebanyak 80.292 ton kedelai kepada pengrajin tahu dan tempe yang tersebar di 16 provinsi. Hal tersebut menunjukan tingginya kontribusi program ini terhadap perputaran sektor usaha tahu dan tempe,” Kata Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin,


























