• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Saat Mantan (Pejabat) Susah “Move On”

fusilat by fusilat
January 31, 2023
in Feature
0
Saat Mantan (Pejabat) Susah “Move On”

Polisi menunjukkan tersangka M Samanhudi Anwar (kanan) yang merupakan mantan Wali Kota Blitar saat ungkap kasus perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/1/2023). [ANTARA FOTO/Didik Suhartono].

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari Junaedi Akademisi dan konsultan komunikasi

“Mantan itu seseorang yang pernah ada dan sekarang tetap ada meski tidak sama.” – anonim
POSISI mantan itu kerap dianggap “menyakitkan” serta terbuang. Dia dianggap “bekas” yang tidak terpakai lagi. Jasa-jasa dan kebaikan masa lalu hilang begitu saja, seolah tidak dianggap pernah ada. Mantan dianggap pelengkap dan “kecelakaan” sejarah. Mantan adalah “sampah” yang harus dijauhkan. Padahal jika dinilai dengan “baik-baik saja” tidak sedikit mantan yang begitu berjasa dalam penggal kehidupan. Mantan berjasa dalam mengantarkan tahap kebaikan mengingat apa yang ada di era sekarang tidak terlepas dari kontribusi masa lalu. Mantan malah bisa membimbing penggantinya untuk paham kesalahan di masa lalu. Meneruskan apa yang sudah dilakukan mantan dan memperbaiki ke arah yang lebih baik. Mantan harus seiring sejalan dengan penggantinya. Kisah mantan yang tidak “legowo” dengan penggantinya, tidak saja dalam kisah percintaan, tetapi juga berlaku di ranah politik. Bekas Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar mencoreng terminologi “mantan” menjadi negatif usai dirinya “membimbing” para residivis di Lembaga Pemasyarakatan Sragen untuk menggangsir rumah dinas wali kota penggantinya, 12 Desember 2022 lalu.

Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar ditangkap polisi karena menjadi otak perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso. Samanhudi Anwar padahal masih berstatus bebas bersyarat usai menjalani masa hukuman 4 tahun 4 bulan penjara di Lapas Sragen. Samanhudi Anwar sepertinya melupakan kisah persahabatan dirinya dengan wali kota penggantinya yang bernama Santoso. Ikatan mereka terpatri sejak Samanhudi Anwar menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blitar dan Santoso mengemban sebagai Sekretaris Dewan periode 2014-2015. Hubungan itu terus berlangsung ketika Samanhudi Anwar yang di Blitar dikenal memiliki simpatisan militan di PDIP menggaet Santoso menjadi wakil wali kota Blitar selama dua periode, dari 2010 hingga 2015 dan 2015 – 2019.

Hubungan romantisme antara ke duanya harus usai saat Samanhudi Anwar “dicokok” Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK pada 2018 karena tersandung kasus suap proyek pembangunan gedung baru SMPN 3 Blitar. Santoso “naik” menjadi pengganti wali kota dan Samanhudi melanjutkan “karir” di hotel prodeo. Relasi Samanhudi Anwar dengan Santoso menjadi saling ”ghosting” terlebih Samanhudi terlanjur susah “move on” usai putranya Henry Pradipta Anwar tidak mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju di Pemilihan Walikota (Pilwali) Blitar 2019 (Detik.com, 29 Januari 2023).

PDIP yang menjadi basis massa Samanhudi Anwar selama berkarir di politik justru memberikan “restu” untuk maju di Pilwali kepada Santoso. Padahal di awal Samanhudi maju di Pilwali bersama Santoso, hampir semua partai politik memberikan suaranya untuk pasangan tersebut. PDIP yang berkoalisi dengan Gerindra, Demokrat PPP dan Hanura berhasil memenangkan Pilwali Blitar 2019 dan putra Samanhudi Anwar yang berpasangan dengan Yasin Hermanto serta di-back up Golkar, PKB dan PKS justru “keok”. Tidak itu saja, Henry Pradipta Anwar yang diharapkan Samanhudi bisa melanjutkan karir politik ayahnya di kandang Banteng juga “kandas” di perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Blitar. Samanhudi merasa kesal karena tidak ada bantuan dari Santoso. Ada bara “kekesalan” dan semacam dendam politik dari Samanhudi Anwar sang mantan terhadap penggantinya, Wali Kota Santoso (Detik.com, 29 Januari 2023).

Dari Santoso kita belajar arti bagaimana sang pelanjut menghormati dan tetap menghargai “sang mantan”. Walau dirinya sempat diikat dan menerima tendangan bertubi-tubi dari para perampok serta istrinya diancam akan disakiti, uang simpanan dan perhiasan senilai Rp 400 juta digondol maling “didikan” sang mantan, tetapi dirinya tetap bersabar. Santoso tetap berharap “sang mantan” bisa memperbaiki perilakunya. Dirinya menganggap tidak ada masalah dan memiliki persoalan pribadi dengan Samanhudi Anwar. Pihaknya menyerahkan urusan pidana kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perampokan yang menggegerkan tanah air.

Santoso mengakui berkat Samanhudi Anwar, karir politiknya menjadi terasah dan belajar dari jejak kepemimpinan Samanhudi. Rumah dinas Wali Kota Blitar hanya berjarak “sepelmparan” batu dengan Mapolres Blitar. Aksi perampokkan tersebut terkesan “rapih” karena berhasil mengetahui titik lemah pengamanan rumah dinas wali kota yang hanya dijaga personel satuan polisi pamong praja. Butuh waktu sebulan lebih polisi mengungkap kasus “mantan” untuk membuatnya terang benderang.

Mantan yang dihargai

Berbeda dengan kisah “permantanan” di Blitar yang “blangsak”, justru di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berakhir manis. Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang “tanggal” posisinya di partai berlambang Kabah karena kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama justru diperlakuan terhomat oleh partainya. Selepas dari penjara, Rommy – sapaan akrabnya, didapuk oleh partainya menjadi ketua majelis pertimbangan dewan pimpinan pusat. Posisi yang sangat strategis, seakan melupakan jejak kesalahan yang pernah dilakukannya. Rommy yang dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan di Surabaya, 15 Maret 2019, saat akan menerima “setoran’ dari orang yang ingin mendapat jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Sempat terjadi adegan mirip “drama Korea” akhirnya KPK bisa membekuk Rommy tanpa perlawanan. Praperadilan yang dilayangkan kubu Rommy atas proses penyadapan dan penangkapan yang dilakukan KPK dimentahkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis yang diterima Rommy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi “menyunat” tuntutan dari jaksa KPK. Semula Rommy dituntut 4 tahun penjara, namun akhirnya “hanya” dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Masih tidak terima dengan hukuman penjara dua tahun, Rommy mengajukan banding dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kembali “mengkorting” masa hukuman Rommy tinggal setahun. KPK yang mengajukan kasasi atas putusan banding pada 28 April 2020 ternyata “dicuekkin” hakim dan Rommy bisa menghirup udara bebas pada Maret 2020 (Tempo.co, 4 Januari 2023).

Di tengah prediksi sejumlah lembaga survei dan amatan pengamat yang memperikirakan suara PPP akan terjun bebas di Pemilu 2024 serta terancam keluar dari Senayan, langkah PPP kembali “mengkaryakan” sang mantan dianggap sebagai langkah berani. PPP bertumpu pada alasan yuridis formal, yakni Rommy sudah selesai menjalani masa hukumannya dengan baik. Tuntutan penjara 4 tahun terhadap Rommy masih di bawah 5 tahun dari ketentuan Mahkamah Konstitusi tentang pencabutan hak politik. Lagipula tidak ada diktum putusan hukum terhadap Rommy yang mencabut hak politiknya (Kompas.com, 02/01/2023). PPP malah tidak mempertimbangkan kesan publik akan kader-kader “bersih” dan antikorupsi harus menjadi wajah partai yang modern dan disukai kalangan milenial. Walau Rommy “hanya” mengutip Rp 225 juta dari para “pendonor” berharap jabatan.

Bagaimana dengan mantan yang lain?

Kisah mantan dengan pelanjutnya, sepertinya juga berlangsung “turun-naik” di pelataran nasional, yakni di antara para pemimpin RI-1. Kisah “kebengisan” dan “kekejaman” Soeharto terhadap Mantan Presiden RI pertama Soekarno banyak saya dengar langsung dari tokoh-tokoh bangsa yang menjadi narasumber penelitian disertasi saya sepanjang 2005 – 2010. Soekarno tidak bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang layak selama masa tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto Jakarta sebelum wafatnya. Untuk urusan cukur jenggot yang sudah usang tidak pernah diganti hingga obat-obatan yang jarang diberikan dengan rutin, adalah “layanan” yang diterima Soekarno.

Tidak bisa dikunjungi anak-anaknya sehingga Megawati kecil harus “berpura-pura” masuk duluan ke dokter gigi yang merawat Soekarno agar bisa berjumpa dengan ayahnya. Kita juga bisa melihat relasi yang tidak harmonis ketika secara tiba-tiba BJ Habibie didapuk menjadi Presiden usai Soeharto lengser. Hingga Soeharto wafat, BJ habibie belum bisa bertemu lagi dengan Soeharto. Megawati tetap bersahabat dengan penuh kasih walau awalnya Abdurrahman Wahid tidak bisa menerima langkah pengunduran dirinya. Demikian juga hubungan BJ Habibie dengan Megawati juga terjalin akrab, layaknya kakak dan adik. Bahkan antara Megawati dengan Joko Widodo sudah seperti antara ibu dan anak.

Megawati begitu meratap sedih saat Jokowi menjadi sasaran “serangan” politik yang penuh kedengkian dari rival-rivalnya. Relasi antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Megawati atau dengan Jokowi pun sepertinya dinilai publik kurang terjalin “mesra”. SBY dan kader-kader di Demokrat serta sebaliknya kader-kader PDIP juga kerap saling membanding-bandingkan capaian dan prestasi antara “sanjungannya” masing-masing. Hubungan mantan dengan penerusnya dalam blantika perpolitikan nasional memang kerap berjalan “tidak baik-baik saja”. Tidak saja di negeri ini, di negara adi daya seperti Amerika Serikat pun terus berjalan “adem-adem panas”. Donald Trumph selalu mengejek penggantinya Joe Biden sebagai pria jompo yang tidak sanggup menapak tangga pesawat Air Force One hingga pria renta yang tidak sanggup memasang masker penutup wajahnya sendiri.

“Kalau untuk cinta kita memang wajib “baperan” atau terbawa perasaan sebab cinta memang membutuhkan ikatan perasaan. Tetapi di politik, kita harus buang jauh-jauh “baperan” karena begitu proses politik telah usai maka kita semua sama kembali. Kita semua adalah sama dan bersaudara” – Ari Junaedi.

Saya berkhidmat dari sosok Agus Salim, tokoh Sumatera Barat yang pernah menjabat menteri luar negeri pasca-Indonesia merdeka. Oleh lawan-lawan politiknya, saat Agus Salim berpidato di forum resmi kerap diejek dengan suara kambing, “embeek-embeek-embeek”. Agus Salim tidak marah malah dia berpidato dengan lugas. “Tunggu sebentar. Sungguh menyenangkan, kambing-kambing pun mendatangi ruangan ini untuk mendengarkan pidato saya. Sayang mereka kurang mengerti bahasa manusia sehingga menyela dengan cara yang kurang pantas. Saya sarankan kepada mereka keluar ruangan, sekadar makan rumput di lapangan. Kalau pidato saya untuk manusia ini selesai, mereka akan dipersilahkan masuk kembali dan saya berpidato dalam bahasa kambing untuk mereka,” – (Asvi Warman Adam dalam Membongkar Manipulasi Sejarah, 2009).

Ari Junaedi Akademisi dan konsultan komunikasi Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama

Dikutip Kompas.com, Senin 30 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kotak Pandora

Next Post

Semakin Memanas Nasdem, PDIP dan Jokowi – Soliditas Koalisi Perubahan Makin Kuat

fusilat

fusilat

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Fakta Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dan Surya Paloh di Istana

Semakin Memanas Nasdem, PDIP dan Jokowi - Soliditas Koalisi Perubahan Makin Kuat

TUNTUTAN MUNASLUB UNTUK MEMECAT PARA KETUM YG MENYETUJUI PENUNDAAN PEMILU 24 MULAI BERGULIR

Dekrit Presiden atau Martial law Versus Perlawanan Rakyat Tak Terhindarkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist