Usai pertemuan satu jam lebih antara Jokowi dan Surya Paloh, kemarin PKS mendeklarasikan dukungan penuh kepada Anies Baswedan, untuk Capres 24. Ketua Tim Anies Baswedan, Sudirman Said, mengatakan satu per satu dukungan dari partai politik kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden 2024 resmi dilontarkan. Usai Partai NasDem dan Partai Demokrat, disusul Partai Keadilan Sejahtera telah menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari partai pendukung Anies dalam Koalisi Perubahan.
Lem Korea-pun, tak akan mampu dapat merekatkan Jokowi Paloh, yang kini sedang bersaing berebut mahkota kekuasaan. Aturan kita, tiap partai adalah pesaing sengit satu sama lain pada saat Pemilu. Tetapi, pada saat Pilpres, yang tidak memenuhi PT 20%, bisa berteman dengan pesaing yang telah memporak porandakannya pada saat Pemilu. Hukum politik Indonesia menyebabkan NasDem harus hengkang dari koalisi Jokowi, ketika sampai ada keputusan mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 24.
Bahkan yang diluar akal sehat pun sempat terjadi, adalah perilaku Prabowo dan Jokowi. Mereka justru bersetubuh di kamar pemerintahan usai adu jotos di ring politik Pilpres. Para skondan dan kedua kubu public pendukung yang telah babak belur karena tawur politik saat kampanye, diam membisu tak mampu berkata-kata.
Kira-kira begitu menjelasakan, apa yang dikatakan oleh Mahfud MD, “malaikatpun akan menjadi Iblis, saat masuk pada system yang kita anut”.
Terpenuhinya PT 20%, seolah-olah telah mengalirkan darah kekuatan politik Koalisi Perubahan tersebut, sehingga sosok Surya Paloh, akan sangat diperhitungan oleh Jokowi. “Pada hari ini Pak Anies adalah bacapres yang pertama kali mendapatkan dukungan resmi dalam jumlah yang cukup. Ini artinya bahtera perjuangan Koalisi Perubahan segera bersiap untuk berlayar menempuh berbagai tantangan,” kata Sudirman di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 30 Januari 2023.
Koordinator tim kecil Koalisi Perubahan dari PKS Sohibul Iman menyampaikan pesan dari Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf kala menyambanginya di Istanbul, Turki. Dia mengatakan, Salim punya dua pesan untuk menjawab pertanyaan di benak publik soal pencapresan Anies Baswedan maupun kepastian bergabung ke Koalisi Perubahan. Salim, kata dia, menegaskan bahwa PKS konsisten jadi bagian dari koalisi partai pengusung Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden 2024. Sehingga, kata dia, koalisi yang bakal dinamai Koalisi Perubahan ini bisa memenuhi ambang batas presiden sebesar 20 persen.
Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti memperkirakan akan adanya keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan elite Partai Nasdem. Dia memperkirakan, keretakan hubungan tersebut tinggal menunggu waktu. “Paling lama itu bulan Februari 2023, itu akan kelihatan retaknya,” kata Ray dalam diskusi Para Syndicate bertemakan “PDI-P Vs Nasdem: Ojo Dibandingke?” di Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Ray kemudian membeberkan lima alasan mengapa prediksinya itu akan terjadi. Sesuai Survei Litbang Kompas Pertama, keretakan mulai terlihat ketika Jokowi tidak berkenan menanggapi pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres oleh Nasdem pada awal Oktober. Jokowi menyatakan enggan mengomentari pencalonan itu karena negara tengah dihadapkan oleh bencana tragedi Kanjuruhan. “Itu sangat dalam yang mengungkapkan sisi terdalam dari Pak Jokowi atas peristiwa di deklarasi pencapresan Nasdem,” ujar Ray.
Kedua, tanda keretakan hubungan Jokowi dan Nasdem dilihat dari suara-suara elite PDI-P yang menyerang partai besutan Surya Paloh itu. Aksi saling serang itu terjadi tak berlangsung lama setelah Nasdem mengumumkan deklarasi Anies. Sekarang Jadikan Anies Capres Apalagi, kata Ray, Jokowi langsung bertemu dengan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Batutulis, Bogor, Jawa Barat setelah itu. “Dan nyata-nyata Pak Hasto (Sekjen PDI-P) menyebut pertemuan itu ya memang membicarakan masalah kebangsaan. Itu artinya sudah ada komunikasi Pak Jokowi dengan PDI-P atau PDI-P bersikap lebih tegas terhadap apa yang dilakukan Nasdem terkait dengan deklarasi pencapresan Anies Baswedan,” ujar dia.
Hal ketiga yaitu untuk kali pertama setelah hampir 8 tahun, Presiden Jokowi menanggapi pertanyaan wartawan soal kemungkinan perombakan kabinet atau reshuffle. Adapun Jokowi menyatakan bahwa dirinya bakal melakukan reshuffle. Pernyataan itu disampaikannya dalam merespons pertanyaan soal adanya desakan relawan Jokowi untuk merombak menteri dari Partai Nasdem setelah mendeklarasikan Anies. “Tapi ketika ditanyakan kawan-kawan media beberapa hari setelah deklarasi itu, Beliau dengan tegas mengatakan iya saya akan reshuffle,” kata Ray. “Jadi ini indikasi yang ketiga yang menunjukkan bahwa hubungan Pak Jokowi dengan Nasdem sedang tidak baik baik saja,” ujar dia.
Keempat, kata Ray, yaitu saat Jokowi berpidato dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu. Adapun Jokowi berpidato dan mengatakan hendaknya pengumuman capres jangan terburu-buru.
Kelima, Ray berpandangan, keretakan itu semakin terlihat saat Jokowi tidak berkenan memeluk Surya Paloh pada momen HUT Golkar tersebut. “Saya kira cukup lima bahasa tubuh dan bahasa lisan situasi dari Pak Jokowi menandakan bahwa situasi batin Pak Jokowi dalam kondisi yang betul-betul merasa terpukul deklarasi oleh Nasdem,” tutur Ray.
























