• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

Safari Ramadan dan Politik Perhatian: Ketika Umat Dijadikan Panggung Kekuasaan

fusilat by fusilat
March 11, 2026
in Politik, Tokoh/Figur
0
Safari Ramadan dan Politik Perhatian: Ketika Umat Dijadikan Panggung Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana spiritual yang khas. Masjid ramai, pengajian marak, dan masyarakat berlomba-lomba memperbanyak amal. Namun setiap tahun pula, suasana sakral itu sering berubah menjadi panggung politik. Para pejabat dan politisi berkeliling dari satu kota ke kota lain dalam kegiatan yang disebut “safari Ramadan”.

Di atas kertas, kegiatan itu terlihat mulia: berbuka puasa bersama rakyat, membagikan takjil, memberi santunan, atau berdialog dengan ulama. Tetapi publik yang jernih tentu tak boleh berhenti pada tampilan luar. Di balik simbol-simbol religius itu sering tersembunyi agenda yang jauh lebih profan: konsolidasi kekuasaan dan pembangunan citra politik.

Ramadan menjadi panggung yang sangat efektif. Sebab umat sedang berada dalam suasana religius, hati mereka lebih lembut, dan ruang kritik sering kali melemah karena segala sesuatu dibungkus dengan bahasa ibadah dan silaturahmi. Dalam kondisi seperti ini, politisi tampil seolah-olah sebagai bagian dari kesalehan kolektif masyarakat. Padahal, bagi banyak dari mereka, agama hanya menjadi alat komunikasi politik yang murah dan efektif.

Salah satu ilustrasi yang mudah dilihat adalah bagaimana nama seorang tokoh dapat dengan cepat mengubah sebuah kegiatan biasa menjadi peristiwa politik. Ketika seorang figur seperti Kaesang Pangarep melakukan safari Ramadan—mengunjungi masjid, berbuka puasa bersama warga, atau membagikan takjil—kegiatan yang pada dasarnya sederhana itu segera berubah menjadi berita.

Di sinilah bekerja logika politik modern: perhatian publik adalah mata uang kekuasaan.

Sebuah halaman masjid menjelang waktu berbuka mungkin hanya dipenuhi warga yang menunggu azan. Namun ketika seorang tokoh nasional datang, suasana langsung berubah. Kamera ponsel terangkat, wartawan berdatangan, media sosial dipenuhi unggahan, dan percakapan publik mulai bergerak. Bukan lagi semata soal takjil atau buka puasa bersama. Yang menjadi peristiwa adalah namanya.

Dalam dunia komunikasi politik dikenal prinsip sederhana: name makes news. Sebuah kegiatan menjadi besar bukan karena peristiwanya, melainkan karena siapa yang melakukannya. Kehadiran nama yang dikenal publik otomatis mengundang perhatian.

Karena itu, bagi politisi yang sedang membangun posisi, tampil di ruang-ruang religius seperti Ramadan memiliki nilai strategis. Ia bisa memperoleh legitimasi moral karena hadir dalam kegiatan keagamaan, membangun kedekatan emosional dengan umat, sekaligus mendapatkan eksposur media yang luas.

Fenomena ini bukan hal baru. Sejak lama, ruang-ruang keagamaan kerap dijadikan arena pencitraan kekuasaan. Masjid berubah menjadi tempat pidato politik terselubung, bantuan sosial menjadi alat memperkuat loyalitas, dan kegiatan keagamaan dipakai sebagai legitimasi moral bagi kekuasaan yang sering kali justru jauh dari nilai-nilai keadilan yang diajarkan agama itu sendiri.

Yang lebih problematik adalah ketika umat hanya diposisikan sebagai penonton. Mereka menjadi objek yang dikunjungi, difoto, diberi santunan sesaat, lalu ditinggalkan setelah kamera berhenti merekam. Umat diperlakukan seperti latar panggung yang diperlukan untuk memperindah narasi kepemimpinan seorang politisi.

Padahal sejarah mengajarkan bahwa agama tidak pernah dimaksudkan menjadi alat kekuasaan. Dalam tradisi Islam, para pemimpin justru diperingatkan agar tidak memperalat simbol-simbol agama untuk kepentingan pribadi. Kekuasaan adalah amanah, bukan panggung untuk mengumpulkan pujian atau simpati.

Karena itu, umat perlu memiliki kesadaran kritis. Kegiatan sosial tentu baik, silaturahmi tentu dianjurkan. Tetapi umat tidak boleh larut dalam romantisme simbolik yang sering kali dirancang secara sangat kalkulatif oleh tim politik.

Kesalehan tidak diukur dari seberapa sering seorang politisi berbuka puasa bersama rakyat, melainkan dari sejauh mana kebijakan yang mereka buat benar-benar menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Jika umat kehilangan daya kritisnya, maka Ramadan hanya akan menjadi musim pencitraan politik tahunan. Para politisi datang membawa kamera, mengucapkan salam, membagikan bantuan, lalu pulang dengan keuntungan citra yang berlipat.

Umat harus belajar dari pengalaman panjang bangsa ini: kekuasaan yang terlalu sering memanfaatkan simbol agama biasanya justru paling jauh dari nilai-nilai yang diklaimnya. Karena itu masyarakat tidak boleh setengah hati dalam melihat permainan ini.

Ramadan adalah bulan kejujuran spiritual. Dan kejujuran itu menuntut keberanian untuk mengatakan bahwa agama tidak boleh dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Umat tidak boleh terus-menerus menjadi dekorasi dalam drama politik yang sebenarnya tidak pernah benar-benar berpihak kepada mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

Next Post

Menjadi Ular atau Ulat: Ketika Integritas Ditukar dengan Tiket Kekuasaan

fusilat

fusilat

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik
Crime

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Komunitas

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026
Next Post
Menjadi Ular atau Ulat: Ketika Integritas Ditukar dengan Tiket Kekuasaan

Menjadi Ular atau Ulat: Ketika Integritas Ditukar dengan Tiket Kekuasaan

Iran Mengguncang Dunia: Peta Kekuatan Politik Global Berubah 180 Derajat

Iran Mengguncang Dunia: Peta Kekuatan Politik Global Berubah 180 Derajat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist