• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Salah Kaprah Gaji DPR 3 Juta Sehari

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 18, 2025
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP, Politik
0
Salah Kaprah Gaji DPR 3 Juta Sehari
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Anggota DPR akan menerima gaji 3 juta rupiah sehari. Artinya, 90 juta rupiah sebulan. Demikian berita yang kita baca.

DPR memang boleh suka-suka dalam menyusun anggaran negara. Termasuk struktur gaji untuk mereka sendiri. Sebab, DPR memang diberi hak konstitusional untuk menyusun anggaran bersama pemerintah (Pasal 23 UUD 1945).

Mungkin mereka berdalih inflasi makin tak terkendali. Mungkin mereka juga berdalih untuk menjadi anggota DPR perlu modal besar: miliaran bahkan puluhan miliar rupiah.

Mungkin pula mereka berdalih gaji dinaikkan agar tidak tergoda untuk korupsi.

Salah Kaprah

Kalau alasannya inflasi, rakyat yang mereka wakili pun kena dampak inflasi lebih parah lagi. Harga barang-barang kebutuhan pokok terus melambung tinggi. Termasuk beras sebagai makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia.

Kalau alasannya untuk menjadi anggota DPR perlu modal besar, itu salah mereka sendiri. Mereka keluar modal banyak karena main “money politics” (politik uang).

Ada dua komponen pengeluaran politik. Pertama, ongkos politik atau “political cost”; kedua, politik uang atau “money politics”.

Ongkos politik meliputi biaya pendaftaran dan kampanye (rapat, rapat akbar, pasang alat peraga dll). Ini “limited” atau ada batasnya.

Politik uang meliputi setoran ke partai politik pengusung, dan angpao “serangan fajar” untuk calon pemilih. Ini “unlimited” atau tak ada batasnya.

Takut tak terpilih, para kandidat pun jor-joran main politik uang. Jadi, motivasi mereka lebih pada faktor ketakutan.

Akibatnya, begitu terpilih yang pertama kali muncul dalam benak mereka adalah bagaimana supaya segera balik modal. Kalau sudah balik modal, bagaimana mencari modal baru buat modal pemilu berikutnya. Korupsi pun jadi jalan keluar. Segala cara dihalalkan.

Gaji dinaikkan agar tidak tergoda untuk korupsi? Inilah yang salah kaprah.

Ada dua faktor pemicu korupsi. Pertama, kebutuhan. Namanya “corruption by need” atau korupsi karena kebutuhan. Kedua, keserakahan. Namanya “corruption by greed” atau korupsi karena keserakahan.

Fenomena di Indonesia, mayoritas kasus korupsi dipicu oleh faktor keserakahan. Lihat saja mereka yang terlibat korupsi adalah orang-orang kaya. Pejabat-pejabat. Baik pejabat di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Pun pengusaha.

Maka sempurnalah kasus korupsi di Indonesia, karena melibatkan semua unsur Trias Politika, yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif. Plus pengusaha.

Di eksekutif, sudah ada puluhan menteri dan ratusan kepala daerah yang dipenjara karena korupsi.

Bahkan di Kementerian Agama pun terjadi korupsi, bahkan melibatkan pucuk pimpinan. Mulai dari bekas Menteri Agama Said Agil Husein Al Munawar, Suryadharma Ali, hingga kini Yaqut Cholil Qoumas yang diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji 2024 sehingga dicegah keluar negeri dan rumahnya pun digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di legislatif, sudah ada ratusan anggota DPR RI dan ribuan anggota DPRD yang dipenjara karena korupsi. Bahkan melibatkan pucuk pimpinan legislatif, seperti bekas Ketua DPD RI Irman Gusman, dan bekas Ketua DPR RI Setya Novanto yang baru saja dibebaskan setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK)-nya dikabulkan Mahkamah Agung (MA) dengan memotong 2,5 tahun dari 15 tahun hukuman penjara dalam kasus korupsi e-KTP.

Di yudikatif, sudah ada puluhan hakim yang dipenjara karena korupsi, termasuk dua hakim agung MA, yakni Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh.

Dua bekas Sekretaris MA juga terlibat korupsi, yakni Nurhadi Abdurrahman dan Hasbi Hasan.

Pun di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan hakim konstitusi Patrialis Akbar, bahkan pucuk pimpinan MK, yakni Akil Mochtar (bekas Ketua MK).

Wakil Parpol

Mungkin karena anggota DPR itu sering disebut sebagai wakil rakyat, sehingga kesejahteraan rakyat pun mereka wakili. Sementara rakyatnya sendiri tetap miskin dan jauh dari sejahtera.

Entah rakyat mana yang mereka wakili. Mungkin rakyat yang mereka jadikan sasaran “serangan fajar”.

Di pihak lain, mungkin rakyat juga tak punya banyak pilihan. Sebab, para kandidat itu sudah diajukan oleh parpol. Artinya, mereka sesungguhnya mewakili parpol, bukan rakyat. Sebab itu, aspirasi yang mereka perjuangkan sering tidak nyambung dengan rakyat.

Mungkin mereka memperjuangkan aspirasi parpol. Demi mengisi pundi-pundi parpol. Maklum, segala kebutuhan parpol mayoritas ditopang oleh kader-kader yang duduk di eksekutif dan legislatif.

Ketika mewakili parpol, melihat kondisi rakyat yang sedang susah pun mereka tak peduli. Tetap menyusun gaji mereka sendiri yang mencapai 3 juta rupiah per hari; setara atau bahkan lebih tinggi daripada pendapatan rakyat selama sebulan. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Titah Megawati: Peringatan Keras untuk Pengkhianat Konstitusi

Next Post

SENANDUNG SYAHDU ANA AL-HAQ DARI AL-HALLAJ TAK LAIN DARIPADA MANIFESTASI AFIRMASI AKULAH CITRA TUHAN, AKULAH HAMBA DAN KHOLIFAH-NYA DI BUMI

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post
SENANDUNG SYAHDU ANA AL-HAQ DARI AL-HALLAJ TAK LAIN DARIPADA MANIFESTASI AFIRMASI AKULAH CITRA TUHAN, AKULAH HAMBA DAN KHOLIFAH-NYA DI BUMI

SENANDUNG SYAHDU ANA AL-HAQ DARI AL-HALLAJ TAK LAIN DARIPADA MANIFESTASI AFIRMASI AKULAH CITRA TUHAN, AKULAH HAMBA DAN KHOLIFAH-NYA DI BUMI

Hanya Jokowi yang Sulit Dimerdekakan

Hanya Jokowi yang Sulit Dimerdekakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...