• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Santri yang Tak Pernah Sepenuhnya Meninggalkan Abangan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 12, 2026
in Feature, Komunitas
0
Santri yang Tak Pernah Sepenuhnya Meninggalkan Abangan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tanah Jawa, identitas tidak pernah hadir secara tunggal. Ia berlapis, berlapik, dan sering kali berkompromi dengan sejarah panjang kebudayaan. Maka ketika seseorang mendeklarasikan diri sebagai santri—simbol ketaatan Islam formal—deklarasi itu tidak serta-merta menghapus jejak mistisisme lama yang telah berakar ratusan tahun. Abangan tidak mati; ia bertransformasi, menyusup, dan hidup berdampingan di balik simbol-simbol kesalehan baru.

Islam datang ke Jawa bukan dengan pedang, melainkan dengan laku. Para penyebar awal memahami bahwa keyakinan lama tidak bisa diputus begitu saja. Ia harus dirangkul, diserap, diberi makna baru. Hasilnya adalah Islam Jawa: sebuah ekspresi religius yang secara syariat tampak lurus, tetapi secara batin masih menyimpan kosmologi lama—tentang harmoni semesta, kekuatan leluhur, keseimbangan gaib, dan “rasa” sebagai penuntun hidup. Dari sinilah lahir figur santri yang tetap memelihara tradisi selametan, tirakat, ziarah makam keramat, hitungan weton, hingga pencarian wangsit.

Di level psikologi sosial, ini bukan sekadar tradisi. Ia adalah mekanisme bertahan. Mistisisme memberi rasa kendali dalam dunia yang tak pasti. Ketika ekonomi goyah, politik keras, dan hidup modern terasa asing, jalan batin menawarkan pegangan. Maka seseorang bisa rajin beribadah di masjid, tetapi tetap percaya bahwa nasib ditentukan oleh “tanda alam”. Ia bisa bicara syariat, tapi juga meyakini restu leluhur. Ko-eksistensi ini bukan kemunafikan; ia adalah strategi kultural.

Yang menarik, lapisan ini menjalar kuat ke ruang politik. Di Jawa, kekuasaan jarang bergerak murni lewat argumen rasional. Ia bergerak lewat simbol, isyarat, gestur, dan aura. Seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari program, tetapi dari “wahyu kepemimpinan” yang dipercaya turun kepadanya. Legitimasinya bukan semata elektoral, tetapi juga mitologis. Di sinilah residu abangan memberi fleksibilitas: prinsip bisa lentur, kompromi mudah dilakukan, arah bisa berubah mengikuti “angin semesta”.

Maka lahirlah paradoks: santri secara identitas, abangan dalam cara mengelola kuasa. Di mimbar bicara moral agama; di balik layar menghitung hari baik, membaca firasat, atau merawat citra karismatik yang nyaris mistik. Politik tidak lagi sekadar kontestasi gagasan, tetapi perebutan imajinasi kolektif.

Fenomena ini menjelaskan mengapa demokrasi di Jawa sering tampak rasional di permukaan, namun emosional dan simbolik di kedalaman. Program boleh bersaing, tapi yang menentukan sering kali adalah persepsi tentang “takdir kepemimpinan”. Dalam lanskap seperti ini, rasionalitas modern belum sepenuhnya mengusir metafisika lama.

Kesimpulannya, Islamisasi Jawa berhasil menata ritual, tetapi tidak sepenuhnya menata struktur rasa. Abangan tidak punah; ia beradaptasi. Dan di ruang politik, ia justru menemukan habitat baru: memberi ruh mistik pada kekuasaan modern.

Di sinilah tantangan masa depan: apakah masyarakat akan terus menggantungkan arah politik pada isyarat gaib dan mitos kepemimpinan, atau mulai menuntut rasionalitas publik yang transparan dan akuntabel? Sejarah Jawa belum memberi jawaban final. Tetapi satu hal pasti: santri dan abangan akan terus berdialog di tubuh kebudayaan yang sama.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pernyataan Roy Suryo Eggi dan DHL pecundang asli ngacok dan implicated

Next Post

PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM TPUA – Eggi Sudjana

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit
daerah

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
Next Post
Rilis Resmi Eggi Sudjana Terkait Posisi Hukum dalam Kasus Laporan Jokowi

PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM TPUA - Eggi Sudjana

Gelombang Global Sekularisasi dan Tantangan Baru Pendidikan Islam

Gelombang Global Sekularisasi dan Tantangan Baru Pendidikan Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist