FusilatNews– Mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ternyata keturunan Tionghoa? Pernyataan itu benar atau tidak, tapi yang jelas Gus Dur berulang kali mengungkapkan hal itu di depan publik, bahwa dia keturunan Tionghoa. Hal tersebut juga dilihat dari kebijakan kebijakan Gus Dur, Salah satu kebijakanya waktu menjabat sebagai Presiden adalah menghilangkan stigma negatif yang dipelihara pemerintah Orde Baru. yaitu memberikan kebebasan berekspresi untuk masyarakat Tionghoa yang 30 tahun lebih dipaksa hidup dalam keterbatasan.
Ia menerbitkan Keppres Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 bikinan Presiden Soeharto, yang mengekang kebebasan ibadah dan budaya masyarakat Tionghoa. Kebijakan itu membuat Gus Dur dinobatkan sebagai Bapak Tionghoa Indonesia oleh perkumpulan Sosial Rasa Dharma di Kleteng Tay Kek Sie, Semarang, Jawa Tengah pada 2004.
Dikutip dari Kompas.com, Senin (25/7/2022), alasan Gus Dur memperjuangkan masyarakat Tionghoa tak lepas dari sejarah asal-usulnya. Dalam berbagai kesempatan, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) ini tak ragu menyampaikan, ia keturunan Tionghoa. “Saya ini China tulen sebenarnya, tapi ya sudah nyampur-lah dengan Arab dan India. Nenek moyang saya orang Tionghoa asli,” ungkap Gus Dur dalam sebuah talkshow pada 2008.
Keturunan Putri Champa Majapahit
Dikutip dari buku “Bapak Tionghoa Indonesia” secara genealogis, Gus Dur adalah keturunan Tionghoa dari pernikahan raja terakhir Majapahit, Prabu Brawijaya V dan Putri Champa. Keduanya lantas memiliki dua anak, seorang pria bernama Tan Eng Hiang dan perempuan bernama Tan A Lok.
Tan Eng Hiang kemudian mengubah nama menjadi Raden Patah dan dikenal menjadi pendiri Kerajaan Demak. Sementara Tan A Lok menikah dengan seorang muslim keturunan Tionghoa bernama Tan Kim Han. Dari garis keturunan itulah Gus Dur mengaku memiliki darah Tionghoa.
Pengakuan Gus Dur kian diperkuat pernyataan eks-Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, yang menjelaskan Tan Kim Han memiliki anak Raden Rachmat Sunan Ampel. Salah satu keturunannya, adalah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur sekaligus pendiri NU. “Jadi Gus Dur itu Tionghoa, maka matanya sipit,” kata Said.
Kala masih menjabat, medio 1999, Gus Dur pernah berkunjung ke Universitas Beijing, China, dalam lawatan itu ia menceritakan dirinya adalah keturunan Tan Kim Han. Hal itu pula yang menjadi alasan Gus Dur meminta salah satu anaknya mempelajari bahasa Mandarin di Universitas Indonesia (UI).
Tiga tahun pasca-kunjungan tersebut, Gus Dur kembali diundang untuk meresmikan monumen Tan Kim Han. Siapa Tan Kim Han? Menurut Said Aqil, Tan Kim Han adalah keturunan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Nusantara yakni Achmad bin Isa yang kemudian pindah ke China dan menikah dengan perempuan Tionghoa.
Berdasarkan dua catatan silsilah marga Tan cabang Meixi dan cabang Chizai, Tan Kim Han lahir pada 1383. Tan Kim Han kemudian ikut berlayar ke wilayah Nusantara bersama rombongan Laksamana Cheng Ho.
Seorang peneliti asal Perancis, Louis-Charles Damais melakukan penelitian tentang jejak Tan Kim Han. Berdasarkan hasil riset itu diketahui Tan Kim Han memiliki nama Syekh Abdul Qodir al-Shini. Ia meninggal dan dimakamkan di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur satu kompleks dengan Prabu Brawijaya V dan Putri Champa.
























