• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sejarah yang Bangkit, Luka yang Terkoyak: Ketika Dokumentasi Kekerasan 1998 Menghantui Kekuasaan Hari Ini

Ali Syarief by Ali Syarief
July 1, 2025
in Feature, Sejarah
0
Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Proyek penulisan sejarah oleh Fadli Zon yang kini menjadi sorotan publik bukan sekadar upaya penyusunan kembali narasi masa lalu. Ia membuka kembali lembaran-lembaran kelam bangsa—yang selama ini disimpan rapi di laci-laci kekuasaan dan diabaikan dalam buku pelajaran sekolah. Salah satu bab paling mengerikan yang kini kembali beredar melalui dokumentasi dan berita adalah tragedi Mei 1998, terutama kekejaman terhadap warga Tionghoa, termasuk kasus-kasus pemerkosaan yang menggoreskan luka kolektif dan trauma mendalam.

Munculnya kembali dokumentasi ini bukan tanpa dampak. Di satu sisi, publik kini disuguhi kembali kenyataan brutal tentang wajah negara yang gagal melindungi warganya. Namun di sisi lain, narasi ini memukul balik kepada mereka yang hari ini sedang duduk di lingkaran kekuasaan, khususnya pihak-pihak yang pernah, atau ditengarai, memiliki relasi langsung dengan aparat dan elite politik pada masa itu.

Sebagian tokoh yang kini berkuasa—baik yang terlibat langsung maupun yang menikmati keuntungan dari sistem pasca-orde baru—merasa terpojok. Sebab, ingatan kolektif yang dibangkitkan oleh penulisan ulang sejarah ini memaksa masyarakat untuk bertanya kembali: siapa pelaku sebenarnya? Siapa yang melindungi mereka? Dan mengapa hingga kini belum ada keadilan yang ditegakkan?

Proyek sejarah ini pada akhirnya menjadi bumerang politik. Alih-alih menjadi narasi penyeimbang, ia justru menyeret kembali wajah-wajah lama yang kini bercokol di institusi negara. Di era ketika media sosial menjadi alat penyebar ingatan, video, foto, kesaksian, dan kutipan dari laporan-laporan HAM internasional kembali viral. Tak sedikit masyarakat, khususnya generasi muda, yang baru pertama kali mengetahui adanya pemerkosaan sistematis terhadap perempuan Tionghoa, pembakaran toko dan rumah, serta peran ambigu dari aparat keamanan.

Fenomena ini merugikan mereka yang selama ini mencoba menyapu bersih jejak masa lalu dan membangun citra baru sebagai pemimpin yang demokratis dan reformis. Reputasi tokoh-tokoh tersebut kini dipertanyakan, bukan hanya karena masa lalu mereka, tetapi juga karena ketidaksediaan mereka mengakui dan bertanggung jawab atas luka sejarah.

Proyek Fadli Zon, disadari atau tidak, telah membuka ruang kontestasi atas narasi nasional. Dan dalam medan pertarungan narasi ini, kebenaran bisa menjadi senjata paling mematikan. Bagi mereka yang sedang berkuasa dan memiliki hubungan dengan masa kelam itu, dokumentasi sejarah bukan sekadar tulisan atau arsip; ia adalah ancaman politik.

Namun, pertanyaannya kini bukan soal siapa yang diuntungkan atau dirugikan oleh penulisan sejarah tersebut, melainkan: apakah bangsa ini benar-benar siap berdamai dengan masa lalunya? Dan lebih penting lagi: apakah kita, sebagai bangsa, berani menuntut keadilan bagi korban, bahkan jika pelakunya ada di balik meja kekuasaan hari ini?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Italia Akan Terbitkan 500 Ribu Visa Kerja untuk Warga Non-Uni Eropa pada 2026–2028

Next Post

Pangeran William ; “Aku Akan Melayani Kalian—Raja, Negara, dan Persemakmuran.”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Pangeran William ; “Aku Akan Melayani Kalian—Raja, Negara, dan Persemakmuran.”

Pangeran William ; "Aku Akan Melayani Kalian—Raja, Negara, dan Persemakmuran."

Klarifikasi Jokowi; “Apa itu Alergi Biasa?”

Penyakit Itu Datang dari Kekuasaan yang Rakus

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...