Jakarta – Fusilatnews – Sambil sindir menteri Pertanian yang berasal dari Nasdem Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristyanto dengan penuh percaya diri mengatakan
Kalau terhadap partai yang doyan impor, apalagi impor beras nah ini nggak cocok buat PDI Perjuangan,” kata Hasto
Sindiran Hasto iniisampaikan saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Nasional Daulat Pangan Wujudkan Kesejahteraan Petani dan Konsolidasi Program Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/2)
Pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ini ditanggapi oleh pengamat politik Muslim Arbi.
Menurut Muslim Arbi pernyataan Hasto itu naif karena jika diarahkan ke menteri yang berasal dari Partai Nasdem.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, menteri merupakan pembantu Presiden Joko Widodo. Apalagi, tidak ada visi dan misi menteri, melainkan hanya ada visi dan misi presiden. Untuk itu, kebijakan impor merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi.
“Tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi misi presiden. Jadi Hasto keliru, masa sekelas Sekjen nggak ngerti? Aneh dan lucu aja,” ujar Muslim sebagaimana dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Ahad (5/2).
Menurut Muslim jika tuduhan Hasto diarahkan ke Partai Nasdem bisa mengundang reaksi dari partai Nadem tentang korupsi bansos yang dilakukan oleh Menteri asal PDIP.
Polemik elit Nasdem melawan elit PDIP ini diawali oleh keputusan Nasdem untuk mencalonkan Anies Baswedan sebagaj bakal calon Presiden.
Mengundang reaksi Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang meminta Presiden mengevaluasi dua mentwri asal Nasdem yaitu Menteri Pertanian dan Menteri LHk. Selanjutnya eskalasi semaki memanas kdtjka elit Nasdem bereaksi.


























