• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Senang Menjadi Dungu, Bukan Mens Rea

fusilat by fusilat
January 24, 2026
in Feature, Law, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Pesakitan yang duduk di kursi persidangan itu tampak begitu tenang. Barangkali, dalam benaknya, ia tengah menanti akhir yang diharapkan sebagai husnul khatimah dari perjalanan karier panjang yang penuh noda. Segalanya seolah telah tertata: skenario persidangan berjalan rapi, para penasihat hukum bekerja sistematis, dan dari balik meja hijau, “angin surga” tampak berembus perlahan.

Padahal alat bukti aliran dana telah telanjang: masuk ke rekening pribadi, tercatat jelas, nyaris tak terbantahkan.

Namun di ruang sidang yang dingin itu, terjadi sesuatu yang lebih dingin lagi—sebuah proses pencucian makna. Niat jahat (mens rea) perlahan disulap menjadi sekadar “kelalaian”. Sebuah transformasi ajaib, di mana menjadi dungu dianggap lebih terhormat daripada menjadi penjahat.

Di negeri ini, menjadi “tidak tahu” sering kali lebih aman daripada mengakui kehendak jahat. Sebab kelalaian hanya berujung teguran atau hukuman ringan, sementara niat jahat dapat mengantar seseorang lama mendekam di hotel prodeo.


Antara Sengaja dan “Lupa Ingatan”

Dalam doktrin hukum pidana dikenal asas fundamental: geen straf zonder schuld — tiada pidana tanpa kesalahan. Namun kesalahan memiliki dua wajah yang berbeda: sengaja (dolus) dan lalai (culpa).

Seorang pejabat yang secara sadar menerima aliran dana miliaran rupiah jelas memenuhi unsur mens rea. Ada kehendak (willens) dan ada pengetahuan (wetens) bahwa perbuatannya melanggar hukum.

Namun melalui mekanisme yang kerap kita saksikan, niat jahat itu direduksi menjadi ketidaktahuan. Sosok yang sebelumnya tampak cerdas dan berkuasa mendadak menjelma figur yang “lupa”, “khilaf”, atau “tak paham prosedur”.

Inilah penurunan kasta delik—praktik yang bukan sekadar keliru secara hukum, tetapi mencederai akal sehat publik. Sengaja dan lalai bukan dua konsep yang bisa dipertukarkan sesuka kepentingan. Sengaja mengandung kesadaran dan kehendak; lalai hanyalah ketiadaan kehati-hatian.

Memaksakan yang pertama menjadi yang kedua adalah manipulasi pembuktian. Lebih jauh, ia adalah miscarriage of justice.


Skenario “Dungu” yang Terstruktur

Pola ini bukan hal baru. Ia berulang dengan wajah nyaris seragam.

Pertama, diturunkan sejak dakwaan. Jaksa tidak memasukkan pasal dengan unsur niat jahat, sehingga hakim hanya memeriksa perkara dalam kerangka kelalaian.

Kedua, penghilangan fakta kunci. Aliran dana diposisikan sebagai kesalahan administrasi. Saksi penting mendadak lupa, menghilang, atau tak pernah dihadirkan.

Ketiga, rekonstruksi niat palsu. Narasi dibangun bahwa terdakwa tidak memahami akibat perbuatannya, meski jejak digital perintah dan keputusan tersimpan rapi.

Keempat, penghindaran pasal korupsi. Perkara dipelintir keluar dari rezim Tipikor menuju wilayah administratif, agar ancaman pidana berubah menjadi sekadar ganti rugi atau sanksi etik.

Dalam kasus semacam ini, proses hukum panjang—banding, kasasi, hingga peninjauan kembali—bukan lagi pencarian keadilan, melainkan upaya sistematis membangun citra sebagai korban. Seolah penderitaan di ruang sidang menjadi bukti kesucian, padahal publik telah lebih dulu menjatuhkan vonis moral.


Refleksi Ilahi: Adil atau Khianat?

Jika hukum positif bisa diakali, hukum langit tak pernah dapat ditipu.

Al-Qur’an menegaskan:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa: 58)

Mengubah niat jahat menjadi kelalaian bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kezaliman—karena menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa kehancuran umat terdahulu terjadi ketika hukum ditegakkan tebang pilih: yang kuat dilindungi, yang lemah dihukum.

Dalam perspektif ini, penegak hukum yang mengetahui kebenaran namun tetap merawat skenario “kedunguan” termasuk golongan yang diancam keras dalam hadis: hakim yang mengetahui kebenaran, tetapi menyimpang darinya.


Kesimpulan dan Catatan Akhir

Menyamarkan niat jahat di balik topeng kelalaian adalah kejahatan ganda.
Pertama, kejahatan terhadap hukum.
Kedua, kejahatan terhadap keadilan itu sendiri.

“Senang menjadi dungu” hanyalah strategi pelarian bagi mereka yang tak siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun publik tidak boleh ikut dungu. Pengawasan sosial, keterbukaan informasi, dan keberanian moral harus terus dijaga agar hukum tidak berubah menjadi panggung sandiwara.

Sebab pada akhirnya, keadilan bukan soal memenangkan argumentasi di atas kertas, melainkan keberanian menempatkan kebenaran di singgasananya.

Dan ketika hukum diajarkan untuk pura-pura bodoh, yang dihancurkan bukan semata terdakwa—melainkan peradaban itu sendiri.


Referensi

  • Putusan MK No. 25/PUU-XIV/2016

  • Asas Geen Straf Zonder Schuld, KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023)

  • Al-Qur’an: QS. An-Nisa: 58; QS. Al-Ma’idah: 8; QS. Al-Baqarah: 188

  • Hadis tentang tiga golongan hakim (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

Next Post

Insinerator Dilarang, Pemprov Jabar Ikuti Arahan KLH: Kasus Motah 65 Jadi Cermin Risiko Teknologi Sampah

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
OPEN DUMPING: MASALAH YANG DISANGKAL, TAPI TAK PERNAH DIHENTIKAN

Insinerator Dilarang, Pemprov Jabar Ikuti Arahan KLH: Kasus Motah 65 Jadi Cermin Risiko Teknologi Sampah

Asmara Maya yang : Cinta Digital Menjadi Modus Kejahatan

Asmara Maya yang : Cinta Digital Menjadi Modus Kejahatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...