• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Seni Mengoreksi Berita Bohong

fusilat by fusilat
May 31, 2022
in Feature
0
Seni Mengoreksi Berita Bohong

Iwan Yahya/Detik

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Iwan Yahya

Jakarta, 30/05/22 (FusilatNews).-  Jagat bernalar dalam interaksi sosial masyarakat kita seolah tak pernah hilang gemuruh. Selalu dinamis, bersahutan dalam pro dan kontra. Tiada henti seolah tak habis energi. Terakhir soal seorang penceramah warga negara Indonesia yang ditolak masuk ke Singapura. Isunya merebak dan menjadi perbincangan luas di beragam platform media.

Sebagai negara berdaulat, tentu Singapura berkuasa sepenuhnya untuk menerima maupun menolak siapa pun memasuki wilayahnya. Itu patut dihormati. Terlepas di dalam negeri kita keputusan itu memicu beragam reaksi masyarakat. Silang sengkarut pandangan. Apakah semua hiruk pikuk semacam itu sungguh sangat perlu? Selalu dapat terjadi di dalam masyarakat kita dengan beragam sebab yang dapat menjadi pemicunya?

Dalam tulisan di Kolom Detik pada tanggal 2 April 2022 saya menyebutkan bahwa masyarakat akar rumput kita sangat rentan terhadap sesat informasi. Memiliki karakter respons cepat dengan memori pendek atas suatu peristiwa. Gemar meneruskan pesan dan tautan media sosial tanpa melakukan filter lalu mudah pula melupakannya tanpa mempertimbangkan dampak dari perbuatan itu. Seolah tidak memiliki gentong penyangga pertimbangan kritis sebelum mengambil keputusan.

Pada berbagai peristiwa, keadaan itu secara cerdik dimanfaatkan oleh pihak tertentu. Mereka yang berkepentingan untuk memetik manfaat dengan memicu polemik dan pengutupan persepsi antar kelompok dalam masyarakat. Dalam skala yang lebih besar polemik dan pengutuban semacam itu bahkan dapat memicu gerakan massa yang besar. Salah satu hikmah dari gelaran peristiwa pemilihan gubernur DKI beberapa tahun silam tak terlepas dari hal seperti itu. Bahwa kemampuan untuk mengenal kebenaran dalam sajian peristiwa apa pun merupakan hal yang sangat penting untuk kebaikan masyarakat banyak. Lebih jauh bahkan berpengaruh terhadap kokohnya nilai-nilai yang mendewasakan demokrasi kita. Bagaimana ilmu pengetahuan mengurai mekanisme sebaran informasi semacam ini?

Aliasing dan Cacat Modulasi

Dalam perspektif digital informasi itu dikirimkan melalui mekanisme yang disebut modulasi. Secara sederhana dapat dianalogikan dengan proses dan mekanisme seseorang menitipkan barang ke kurir untuk disampaikan ke penerima di titik tujuan tertentu. Dalam cara seperti itu pula paket informasi ditambatkan pada gelombang pembawa pada frekuensi tertentu secara digital.

Proses menambatkan itulah yang disebut dengan modulasi. Ada pun mekanisme yang lazim untuk menambatkannya disebut dengan konvolusi. Itulah sebabnya mengapa suara penyiar, alunan musik bahkan video dapat diindera pada bentang frekuensi pembawanya yang notabene bernilai jauh di atas jangkauan frekuensi audio.

Lantas dimana pangkal sesatan informasi dapat dimunculkan? Terdapat setidaknya dua mekanisme sederhana yang dapat dilakukan. Baik untuk diketahui bahwa dalam setiap proses menambatkan informasi dalam modulasi gelombang selalu didahului dengan proses pencacahan atau sampling secara digital. Laju pencacahan ini sangat menentukan kualitas dan kelengkapan detil informasi yang terampaikan. Semakin tinggi laju pencacahannhya, semakin tinggi kualitas informasi yang disajikan. Kaidahnya diatur menurut syarat Nyquist.

Artinya jika fakta atau peristiwa dicuplik dalam jumlah yang tidak memadai, maka rekonstruksinya akan menghasilkan sesatan makna fakta dan atau peristiwa yang pasti berbeda dengan kenyataan sesungguhnya. Konstruksi fakta seperti ini disebut dengan aliasing.

Para penyebar kebohongan yang gemar memelintir kebenaran fakta berada pada posisi yang analog dengan mekanisme pencacahan seperti itu. Tidak menyajikan fakta secara komprehensif untuk tujuan dan atau keuntungan pribadi maupun kelompoknya. Cara lain yang lazim terjadi adalah kala seseorang pembawa pesan menambahkan persepsi subyektifnya ke dalam konten informasi yang ia sebarkan. Seperti halnya sesatan informasi karena cuplikan yang tidak benar, tambahan persepsi subyektif juga menghadirkan rekonstruksi informasi yang pasti berbeda dengan fakta sesungguhnya. Dalam perpekstif pengolahan sinyal secara digital dikenal sebagai output added noise. Dampak dari keduanya sama saja yakni sajian peristiwa yang diklaim sebagai fakta namun sejatinya merupakan kebohongan.

Siapa yang paling menderita dari sesatan informasi semacam ini? Tentu saja kita semua dan utamanya kaum di lapisan akar rumput bangsa kita. Mereka yang sejatinya jujur, sederhana dan tulus menjadi perpanjangan tangan yang menguntungkan para penghasut. Menjadi korban tanpa mereka sadari. Itu terjadi karena gentong pemahaman pengetahuan masyarakat awam pasti berada jauh di bawah kapasitas penguasaan pengetahuan mereka para pelaku sebaran kebohongan. Penguasaan pengetahuan menghadirkan kemampuan untuk mendefinisikan dan mengarahkan respon yang diinginkan. Membentuk tindakan.

Adapun pemahaman pengetahuan merupakan ukuran daya seseorang atau kaum untuk beresonansi dengan fakta yang direkonstruksikan sebagai kebenaran kepada mereka. Maka tidak mengherankan jika master mind dari setiap gerakan massa yang berskala besar selalu merupakan sosok yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni.

Kedua ragam sesat informasi yang tersaji di atas menunjukkan kepada kita bahwa kebohongan itu dapat terjadi dalam beragam cara. Pertama, informasinya yang memang tidak lengkap sementara penyaji hanya betsifat sebagai pembawa. Kedua, bisa saja informasi semula merupakan fakta yang lalu disesatkan dengan tambahan persepsi personal si penyaji.

Yang paling berbahaya adalah jenis ketiga kala informasi yang disesatkan sajak semula dibumbui dengan persepsi personal penyajinya. Ragam ketiga ini umumnya bersifat provokatif dan berbahaya. Sajiannya hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berkategori pembicara efektif dan kharismatik. Dihormati dan umumnya mereka memiliki pengikut serta pengagum dalam jumlah besar.

Sisi baiknya adalah bahwa dunia digital bukanlah ranah yang memiliki toleransi terhadap kebohongan. Artinya, selalu ada jalan cerdas untuk menguji kebenaran fakta dan jejak digital siapa pun. Sehebat apapun kebohongan dikemas dan disembunyikan pasti akan terkuak. Maka sangat bijak bagi setiap anak bangsa kita untuk hanya menyebarkan kabar kebenaran. Kita meyakini bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu diciptakan Allah Tuhan Yang Maha Esa dengan kebenaran. Jika iman kita sungguh telah yakin demikian, maka pasti menebar kebohongan itu bukan pilihan bagi siapa pun. Bukankah demikian?

Iwan Yahya | Dosen dan Peneliti The Iwany Acoustics Research Group (iARG) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dikutip dari detik.com, Selasa 24 Mei 2022.

Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sidang MK ke Tiga Pembacaan Keputusan – Perkara Pemonon No 42/PUU-XX/2022

Next Post

Pemerintah Diminta Transparan Soal Gaji, Terkait Kasus Pengunduran Diri CPNS

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Pemerintah Diminta Transparan Soal Gaji, Terkait Kasus Pengunduran Diri CPNS

Pemerintah Diminta Transparan Soal Gaji, Terkait Kasus Pengunduran Diri CPNS

Duhai, Jakarta

Duhai, Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist