• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Seperti Model KH Aqil Siraj Yang Dikritik Carl Marx

Ali Syarief by Ali Syarief
January 9, 2025
in Feature, Politik
0
Seperti Model KH Aqil Siraj Yang Dikritik Carl Marx
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah peradaban, peran pendeta atau ulama sering kali menjadi pusat perhatian, terutama dalam hubungannya dengan penguasa. Karl Marx, seorang filsuf dan ekonom revolusioner, pernah berpendapat bahwa agama sering kali menjadi alat penguasa untuk mempertahankan status quo. Ia bahkan menyebut agama sebagai “opium bagi rakyat,” suatu ungkapan yang menyoroti peran agama dalam menenangkan massa dan meredam tuntutan perubahan sosial. Pendapat ini menjadi kritik keras terhadap institusi agama yang dianggap sering kali menjadi perpanjangan tangan kekuasaan.

Hubungan Ulama dan Penguasa: Sebuah Keniscayaan atau Strategi?
Kasus dukungan KH. Aqil Siraj terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) menjadi refleksi yang relevan dalam diskusi ini. Sebagai seorang ulama yang juga menjabat sebagai komisaris utama BUMN, Aqil Siraj memberikan dukungan pada proyek yang sebelumnya mendapat kritik keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dukungan ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai keberpihakan pada kepentingan penguasa dan pengusaha, sementara sisi lain menyebutnya sebagai bentuk pragmatisme yang berbasis pada tujuan mulia, yakni optimalisasi tanah terlantar.

Jika dirunut dalam kerangka pemikiran Marx, posisi Aqil Siraj dapat dilihat sebagai contoh nyata bagaimana ulama sering kali menjadi “pendukung” penguasa. Marx akan melihat ini sebagai bentuk kooptasi kekuasaan terhadap institusi agama, di mana agama berperan untuk membenarkan tindakan-tindakan penguasa, terlepas dari dampaknya terhadap masyarakat luas. Dukungan terhadap PIK 2, dalam hal ini, dianggap lebih memihak pada narasi pembangunan ketimbang mendengarkan suara masyarakat yang merasa dirugikan.

Revolusi, Agama, dan Transformasi Radikal
Pendapat Marx tentang agama sebagai pendukung kekuasaan mendapat momentum di era revolusi sosial seperti yang terjadi di Rusia di bawah Lenin dan di Tiongkok di bawah Mao Zedong. Keduanya mengambil sikap yang lebih ekstrem, yaitu menolak agama secara keseluruhan. Lenin dan Mao menganggap agama sebagai hambatan dalam menciptakan masyarakat yang setara, sehingga mereka berupaya untuk melemahkan peran agama dalam kehidupan masyarakat. Di tangan mereka, kritik Marx terhadap agama berkembang menjadi kebijakan anti-agama yang radikal.

Namun, dalam konteks demokrasi modern, pendekatan seperti Lenin dan Mao mungkin tidak relevan. Dunia saat ini lebih memerlukan dialog yang sehat antara agama dan negara, di mana agama berfungsi sebagai penjaga moralitas kekuasaan, bukan sebagai pendukung atau pelengkapnya. Ketika ulama seperti Aqil Siraj menunjukkan keberpihakan kepada penguasa, masyarakat perlu bertanya: apakah ini merupakan bagian dari tugas moral agama, atau sekadar kompromi politik yang menguntungkan pihak tertentu?

Kritik dan Solusi
Ketika agama dipersepsikan sebagai alat kekuasaan, maka hilanglah kredibilitasnya sebagai suara moral yang bebas dari kepentingan. Ulama yang memegang posisi strategis di pemerintahan atau perusahaan milik negara perlu berhati-hati agar tidak kehilangan kepercayaan publik. Dalam kasus PSN PIK 2, penting bagi tokoh seperti Aqil Siraj untuk menjelaskan posisi dan alasannya secara transparan kepada masyarakat. Tanpa itu, dukungannya terhadap proyek ini hanya akan memperkuat persepsi bahwa ulama telah menjadi bagian dari oligarki kekuasaan, sebagaimana dikritik oleh Marx.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu bersikap kritis. Jika ulama terkesan terlalu dekat dengan penguasa, maka suara rakyat harus lebih lantang untuk mengimbangi narasi yang ada. Vox populi vox dei—suara rakyat adalah suara Tuhan—harus menjadi panduan dalam setiap pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Kesimpulan
Karl Marx menawarkan perspektif yang relevan untuk melihat hubungan antara ulama dan penguasa. Meski tidak semua ulama tunduk pada penguasa, banyak contoh sejarah yang menunjukkan bagaimana agama dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Namun, solusi yang ditawarkan oleh Marx, Lenin, atau Mao tidak selalu relevan dalam konteks saat ini. Dunia modern membutuhkan ulama yang independen, yang tidak hanya menjadi penyeimbang kekuasaan tetapi juga penyuara moral yang berani mengkritik penguasa demi kepentingan rakyat.

Dengan demikian, tantangan bagi tokoh seperti Aqil Siraj bukan hanya membangun narasi yang mendukung pembangunan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik agar agama tetap menjadi kekuatan moral yang murni, bukan sekadar alat legitimasi kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sebelum MUI Fatwakan “PSN PIK 2 Haram”, Aqil Siraj Langsung Tancap Gas

Next Post

Emirates Flight Catering Akuisisi Penuh Bustanica, Pertanian Vertikal Dalam Ruangan Terbesar di Dunia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia
Aya Aya Wae

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Next Post
Emirates Flight Catering Akuisisi Penuh Bustanica, Pertanian Vertikal Dalam Ruangan Terbesar di Dunia

Emirates Flight Catering Akuisisi Penuh Bustanica, Pertanian Vertikal Dalam Ruangan Terbesar di Dunia

Erick Thohir Jelaskan Keputusannya Pertahankan Ahok Sebagai Komut Pertamina

Ahok Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi LNG di Pertamina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

January 25, 2026
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

PANEN RAYA: FILOSOFI KEHIDUPAN DAN MARTABAT PETANI

January 25, 2026
Konsumsi “Wine” Dunia Turun

Konsumsi “Wine” Dunia Turun

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...