• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Sesat Pikir Sang Menteri

fusilat by fusilat
January 29, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Sesat Pikir Sang Menteri
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Sesat pikir! Demikianlah Rachmat Pambudy. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ini berpendapat: program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak daripada lapangan kerja.

MBG dan lapangan kerja, kata dia, sama-sama penting. Tapi jika ditanya lebih mendesak mana, menurut sang menteri, lebih mendesak MBG.

Ia mengakui banyak yang mengusulkan masyarakat diberi “kail” saja, bukan “ikan”. Namun katanya, jika mencari ikan dengan kail itu tak dapat-dapat, maka masyarakat akan keburu mati.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk program prioritas MBG. Pada 2025 lalu, anggaran yang dialokasikan untuk MBG sebesar Rp71 triliun, dengan realisasi mencapai Rp51,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari pagu anggaran.

Sementara pada 2026 ini, anggaran MBG meningkat signifikan menjadi Rp335 triliun dengan target penerima mencapai 82,9 juta orang.

Sementara itu, pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja sebanyak 19 juta sepanjang 2024-2029. Namun realisasinya masih jauh dari harapan jika dihitung dua tahun pertama ini.

Kebijakan pemerintah yang lebih memprioritaskan “ikan” (MBG) daripada “kail” (pekerjaan) ini jelas sesat pikir. Mengapa?

Pertama, membuat masyarakat tidak mandiri. Masyarakat dididik untuk terus menengadahkan tangan, atau bermental pengemis, bukannya menggunakan tangan dan otaknya untuk bekerja.

Termasuk bantuan sosial (bansos) yang lebih difungsikan pemerintah sebagai alat politik elektoral daripada mengentaskan kemiskinan. Setiap menjelang pemilu, anggaran bansos selalu digeber habis-habisan.

Padahal jika disediakan “kail” (pekerjaan), masyarakat bisa mencari “ikan” (makan) sendiri, tanpa bantuan dari pemerintah berupa MBG atau bansos. Ini pun akan berlaku dalam jangka panjang, dan tidak akan membebani keuangan negara terlalu besar.

Sementara MBG habis sekali makan. Ada lagi, makan lagi, habis lagi. Begitu seterusnya.

Apalagi ternyata anggaran MBG diambilkan dari anggaran pendidikan yang tentu saja akan menghambat upaya mencerdaskan bangsa. Padahal pendidikan adalah cara paling jitu untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Tidak itu saja. Akibat efisiensi anggaran, sebagai konsekuensi adanya program MBG, banyak kementerian mengalami pemangkasan anggaran. Akibat lanjutannya, banyak kontrak pekerjaan dengan swasta yang diputus di tengah jalan. Angka pengangguran pun terus bertambah.

Kedua, MBG mengakomodasi kepentingan para pemburu rente. Anggaran Rp15.000/porsi realisasinya bisa setengahnya saja.

Lebih parah lagi, para pemburu rente itu mereka yang punya akses ke kekuasaan, atau politikus dari partai berkuasa dan afiliasinya. Banyak dapur MBG yang dimiliki politikus pendukung pemerintah.

Sebab itu, meskipun bulan puasa atau Ramadan, program MBG tak akan dihentikan sementara. Ini untuk mengakomodasi kepentingan pemburu rente.

Ketiga, banyak penerima manfaat program MBG yang mengalami keracunan. Bahkan sudah puluhan, atau bahkan mungkin ratusan jiwa melayang akibat keracunan MBG. Tapi pemerintah bergeming. Tak punya empati. Kasus kematian akibat MBG itu hanya dilihat sebagai angka atau statistik, bukan malapetaka.

Sesungguhnya program pendidikan gratis dan kesehatan gratis lebih strategis daripada MBG. Sebab itu, alihkan saja anggaran MBG untuk pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Tak perlu Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tak perlu BPJS Kesehatan. Tak perlu MBG!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerasan Sebagai Delik Formil : Dari Metus Romawi hingga Kekeliruan Penegakan Hukum

Next Post

Adu Domba ala Jokowi

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

Adu Domba ala Jokowi

Program Andalan: Standarisasi, Pembangun Kualitas, dan Penjaga Integritas SDM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...