• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

fusilat by fusilat
April 14, 2026
in Feature
0
Siklus Baru Peradaban Palsu
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Sosial / Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara

Dan ketika seseorang berhasil mencapai targetnya, media seolah berebut memujinya setinggi langit. Yang tampak hanyalah hasil, sementara cara-cara kotor yang ditempuh begitu mudah dilupakan. Inilah paradoks yang sulit dinalar. Barangkali, inilah siklus baru dalam membangun peradaban—peradaban yang penuh kepalsuan.

Media Kompas.com, edisi 23 Februari 2026 dalam rubrik Lifestyle, mengangkat judul: Fenomena Berangkat dari Nol, Pencitraan Pernah Hidup Susah.

Dalam salah satu kutipannya disebutkan: belakangan ini muncul kecenderungan “unik” di ruang publik—orang-orang yang sejak kecil hidup dalam kenyamanan justru menarasikan masa lalu yang sulit. Kisah hidup serba kekurangan, rumah sempit, hingga jarang membeli pakaian baru, dikonstruksi sedemikian rupa untuk menutupi realitas sebenarnya.

Standar moral “berangkat dari nol”—yang semula menekankan kemampuan, prestasi, dan kompetensi dalam kerangka meritokrasi—justru mendorong sebagian orang dengan privilese untuk mengarang kisah hidup agar tampak lebih “layak diterima” publik. Dalam logika kapitalisme modern, kerja keras dan penderitaan dianggap sebagai bukti keaslian moral.

Fenomena ini menunjukkan cara pandang masyarakat terhadap pencapaian. Kesuksesan tanpa narasi penderitaan sering kali dicurigai sebagai sesuatu yang tidak otentik. Secara sosiologis, ini berkaitan dengan mitos meritokrasi: keyakinan bahwa semua orang memulai dari titik yang sama—padahal realitasnya tidak demikian.

Apa yang disampaikan sosiolog tersebut sejalan dengan kegelisahan yang pernah saya tulis sebelumnya. Di era ketika akses terhadap karier dan jabatan publik dapat diraih dengan berbagai cara—dari menginjak rekan sendiri, memainkan kesan manipulatif, hingga praktik suap—kita semakin sulit melacak orisinalitas integritas, kompetensi, dan komitmen seseorang.

Fenomena ini mengingatkan pada anekdot klasik Charlie Chaplin: ia pernah menyamar dan mengikuti lomba “Paling Mirip Charlie Chaplin”, namun hanya meraih juara kedua. Juara pertamanya justru anak dari ketua panitia. Sebuah satire tentang absurditas penilaian dan manipulasi persepsi.

Dalam konteks hari ini, bahkan penulisan biografi atau profil tokoh pun kerap terasa hambar dan kehilangan makna. Kita seolah tidak lagi mencari kebenaran, melainkan sekadar narasi yang enak dikonsumsi. Padahal, ada “ruang kosong” yang seharusnya digali lebih dalam sebagai sudut pandang kritis.

Di berbagai platform media sosial, gejala ini kian menguat. Seseorang baru saja dilantik atau meraih prestasi, dan dalam waktu bersamaan, kisah masa lalunya yang “penuh penderitaan” langsung beredar luas. Tak jelas sumbernya, tak terverifikasi, namun cepat dipercaya. Media sosial telah menjadi ruang paling efektif untuk mengobral kepalsuan.

Kita pun sering kali menerima begitu saja—karena jejak digitalnya sulit dilacak. Semua seolah sah hanya dengan “SK mulut”.

Era digital, yang mulai berkembang sejak 1980-an dan melesat pesat pada akhir 1990-an hingga 2000-an, memang telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi. Namun, di saat yang sama, ia juga membuka ruang luas bagi manipulasi realitas.

Memang benar, pengalaman hidup yang sulit kerap menjadi pemantik semangat untuk mengubah nasib. Banyak orang bangkit dari keterbatasan dengan cara terhormat dan penuh integritas. Tetapi persoalannya bukan pada narasi “dari nol” itu sendiri—melainkan pada kejujuran cara mencapainya.

Kesuksesan tidak boleh diraih dengan menghalalkan segala cara.

Analoginya sederhana: seorang kepala daerah petahana yang mengumpulkan modal besar melalui penyalahgunaan kewenangan, termasuk korupsi, demi memenangkan kembali kontestasi. Ketika ia berhasil, media memujinya. Yang disorot adalah keberhasilannya, sementara praktik-praktik curang yang dilakukan seolah lenyap dari ingatan publik.

Di sinilah letak paradoks itu. Kita menyaksikan keberhasilan yang dielu-elukan, tetapi melupakan proses yang cacat.

Mungkin, inilah wajah peradaban kita hari ini—sebuah siklus baru yang dibangun di atas konstruksi kepalsuan.

Wallahua’lam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

Next Post

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...